Mohon tunggu...
Gora Indiraja Shafa
Gora Indiraja Shafa Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa

Amatiran yang masih belajar

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

Meski Pilihan SNMPTN Diambil Kawan, Pertemanan Harus Tetap Dijaga

18 Februari 2021   11:14 Diperbarui: 23 Februari 2021   12:48 1257
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
SNMPTN 2021 (KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo)

SNMPTN atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri, merupakan salah satu jalur masuk PTN yang sangat diidam-idamkan oleh mungkin hampir seluruh siswa/i SMA di seluruh Indonesia. 

Bagaimana tidak, jalur SNMPTN ini merupakan jalur nasional pertama yang dibuka untuk masuk ke perguruan tinggi negeri dan menerapkan sistem undangan, sehingga kita dapat masuk PTN yang kita inginkan lebih dulu dibandingkan yang lain dan tanpa perlu melalui tes atau ujian lagi. 

Dengan diterima PTN yang diidamkan melalui jalur ini akan menjadi salah satu kebanggan tersendiri. Anaknya bisa lolos PTN lewat SNM itu benar-benar senjata paling ampuh buat mamah yang dapat membungkam seluruh omongan pedas tetangga yang keponya banget dan demen banding-bandingin. 

Entah apakah hal ini masih terjadi saat ini atau tidak, di lingkungan saya dulu, bisa lolos SNM itu bak standar kalo kita ini pinter banget dan mamah hebat bisa ngedidik anak di mata tetangga. Padahal yah, aku rasa banyak faktor diluar pinter buat bisa lolos SNMPTN. 

But that's aside for now, pada kesempatan ini saya ingin memberikan sedikit pesan yang juga penting kepada seluruh adik-adik yang pada saat tulisan ini dibuat sedang melalui proses terakhir SNMPTN, yakni pendaftaran PTN yang akan dipilih pada jalur SNMPTN ini.

Saat-saat seperti ini kalau saya bisa bilang, benar-benar saat di mana semuanya jadi pada sensitif banget. Kayak kalo ngebahas hal semacam ini pilihan PTN merupakan hal yang paling sensitif dan bisa dianggep kek cari masalah gitu. 

Kenapa bisa begitu? Kalau menurut saya pribadi karena disaat seperti ini kita sudah tahu ranking sekolah kita ada diposisi mana -biasanya dirilis oleh sekolah pas kuota SNMPTN keluar-, dan juga biasanya kita juga sudah tahu jurusan dan PTN mana yang teman-teman kita inginkan dari hasil pemetaan yang dilakukan oleh pihak sekolah. 

Apalagi ditambah dari SNMPTN zaman saya SMA dulu hingga zaman adik saya sekarang, sekolah selalu menekankan kepada para siswanya agar setiap jurusan pada satu PTN yang sama tidak dipilih lebih dari dua hingga tiga orang.

Hal itu karena umumnya siswa yang menempati urutan di bawah posisi kedua dalam pilihan jurusan yang sama di satu PTN -yang posisinya diliat dari ranking sekolah- mempunyai kans untuk diterima yang lebih rendah. 

Dengan mengetahui hal-hal tersebut, kita dapat semakin yakin dan pede karena gaada orang lain dengan ranking di atas kita yang memilih jurusan dan PTN yang kita inginkan, atau menjadi hilang arah dan patah semangat karena harus merelakan jurusan dan PTN yang kita inginkan karena posisi kita yang di bawah orang lain dan pilihan alternatif kita pun mengalami hal serupa. 

Untuk kasus kedua ini nih yang seringkali berakhir dengan selek-selekan antar temen, sampai sama teman sendiri jadi kayak musuh, dari yang tadinya deket banget sampai akhirnya sekadar nyapa saja tidak cuma karena pilihan yang diinginkan diambil. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun