Rasull abidin
Rasull abidin Wirausaha

hidup itu indah

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sajak Biru

24 April 2018   14:26 Diperbarui: 24 April 2018   14:26 615 2 0
Sajak Biru
By. harianjogja.com

Mata kita mendelik, mata yang hitam dan merah

Mata anak anak kita menatap masa kini menjadi hari esok,

Itulah igauan tidurku,

Kita melihat tanah merah dan sekendi kembang setaman

Tanah merah tempat kita kaku dalam rindu

Digali tangan tangan kekar berjiwa kesatria yang kehilangan jiwa

Digali buldozer yang tanpa ampun,

Kita menjadi manusia peminum bau keringat saudara kita

Kita menjadi tawon tawon tanpa tanding

Berkelompok di pojok-pojok kembang dan saling mencium tar yang sedap

Apakah kita tahu tar itu ?

Bersekutu dengan dendam pergaulan,

Apakah kita tahu tar itu ?

Mucikari yang kehilangan pelacurnya,

Apakah ku tahu tar itu ?

Kebisuanku,

Dimalam purnama yang telah berakhir,

Kita telah memicingkan dua mata yang biru,

Dua mata bayi bayi yang melek di tengah malam

Mata kita tetap mendelik, mata yang hitam dan menyala

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2