Mohon tunggu...
Taufan S. Chandranegara
Taufan S. Chandranegara Mohon Tunggu... Buruh - Gong adalah Semangat

Praktisi Seni - Menulis di sini.

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Antologi Cerpen (Part 11)

6 Juli 2022   16:05 Diperbarui: 6 Juli 2022   16:13 142 28 8
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Fiksi Merah Delima Kompasiana Foto by Tasch

Cerpen: Merah Delima

Syair, ketika cinta jadi air. Syair, ketika air jadi pancuran. Syair ketika kamu keluyuran enggak jelas. Kamu maunya apa sihh. Mau, aku kutuk jadi pepaya. Mau, aku kutuk jadi salak. Mau, aku kutuk jadi ulat yaa.  Kamu, kemana sihh, nye.be.lin.

Cantik: "Iya, beneran aku enggak banget lagi, cinta denganmu. Tau kenapa? Karena terserah gue dong. Ngerti? Tanya lagi. Ini es krim nyantol di keningmu. Mau?" Ceriwis seperti burung nuri, entah kenapa hari itu, dia galak sekali.

Ganteng: "Mau!"

Cantik: "Ini orang ngeselin...hihh" di hatinya.

Perdebatan tak terhindarkan.  Makin seru.  Setelah semangkuk es krim nempel di kening. Sejak hari itu. Keduanya tak saling menyapa cukup lama. Tak ada cinta terpaut di taman cinta. Tak ada lagi cerita tentang monyet lompat ke troli di kebun binatang.

Tak ada lagi kata cinta, pelangi di kupingmu ataupun tanda kasih sayang cap jempol dalam kertas surat senada biru atau pink ataupun kelabu sekalipun hitam. Selesai hidup ini. Kira-kira gitu deh.

***

Nah loh. Kiamatkah? Enggak. Dengan marah menghampiri. Ganteng di Jitak cantik. Tuk!

Cantik: "Katanya putus! Jadi, putus karena ini. Karena begini. Hihhh." Mencubit sekuat hati kesalnya.

Ganteng: "Auww! Sakit-sakit." Sembari bersandar di pokok pohon. "Ini sepupuku. Tanya dulu dong. Baru nyubit. Ngeselin..." Seraya menoleh ke sepupunya. "Kamu pulang duluan. Aku selesaikan dulu urusan ini ya." Lembut mengusap bahu sang sepupu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan