Mohon tunggu...
Taufan S. Chandranegara
Taufan S. Chandranegara Mohon Tunggu... Buruh - Gong adalah Semangat

Praktisi Seni - Menulis di sini.

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Antologi Cerpen (Part 8)

7 Mei 2022   12:12 Diperbarui: 7 Mei 2022   12:19 205 29 5
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kompasiana Fiksi: Antologi Cerpen (Part 8) Digital Art by Tasch

Cerpen: Mitos Senja

Pohon itu mati sejak lampau, kini bagaikan patung zaman tegak ke langit. Berada di antara perbatasan hutan liar bersejajar hutan pinus. Mitos telah berkembang, umumnya menyebut pohon kutukan berbagai akibat, bergantung pada keniscayaan terkembang waktu.

"Tak ada lagi pohon itu." Perlahan bergetar suaranya.

"Pohon mati, dimitoskan karena perbuatan setan." Lebih perlahan, lebih bergetar, tubuhnya pun gemetar, berbagai kaleidoskop simpang siur, tumpang tindih di ingatannya. Kedua sahabat itu saling memeluk bahu.

"Jantungku super dag dig dug Kadrol."

"Sama."

"Penyakitmu kambuh lagi. Bahumu sedingin es."

"Kau juga Patrol."

Keduanya bersegera mengatur napas. "Bareng... Dua kali lagi."

"Uhuu... Lagi, lepaskan napas perlahan-lahan. Huuu..." Keduanya, memandang satu titik fokus, tempat dimana pohon itu pernah tumbuh, lantas sirna tanpa sebab, serupa munculnya taman kota, keduanya tengah duduk di salah satu kursi taman itu, kini.

***

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan