Mohon tunggu...
Taufan S. Chandranegara
Taufan S. Chandranegara Mohon Tunggu... Gong adalah Semangat

Kenek dan Supir Angkot.

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Antologi Bercerita (Part 5)

23 Oktober 2020   08:14 Diperbarui: 23 Oktober 2020   09:12 241 58 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Antologi Bercerita (Part 5)
Photography by Tasch 2020 Kompasiana.

Episode (5)
Mata Malaikat


Lorong Perpustakaan Tengah Hari

Lengang waktu ini. Ada desir asmara dari kesemerbakan searoma parfum, ini bukan bunga itu, bukan, sebagaimana lazim baunya, berpapasan, dari sudut mata, aku, melirik, bola mata itu sekilas melirik pula, hah, ha-ha, amboi. Senyum itu menyeringai manis, sedikit, terlihat blur, di cuaca menuju musim semi.

Memilih beberapa buku di perlukan, memilih meja agak menyudut mendekat ke-jendela di celah antara, rak buku memanjang ke-Utara, pintu menuju ruang berikut. Hari ini membutuhkan sepi agak lama, mungkin beberapa jam.

***


Bau parfum itu lagi, dia agak menepi, terasa mata itu melirik memperhatikan detail, semakin manis, meskipun terlihat jelas lebih kejam, dari sisi ia berdiri, di tengah antara dua rak buku, memanjang ke-Timur, ia, menyelipkan tubuh, tapi sudut busana cantik itu tertangkap, seperti memanggil namaku.

Hmm, meskipun arah menyilang dari kedudukan ia berdiri berlawanan dari deret, rak, arah ke-Utara, tak menghalangi rasa, dari suara kami masing-masing, saling membisikan kekejaman oligarki manipulatif, dehumanisasi-akan merajam tubuhmu, kau akan merajah tubuhku pula, sedekat waktu ini, manisku, bibirmu mendadak jadi coklat, itu pertanda kau anak darah dari Rasputin.

Rupanya ia telah tiba mendahului, bergegas tadi rupanya "Baiklah, apapun maumu", benak kepala mencoba mengendalikan benak hati melolong purnama, apakah harus semanis madu? Sekarang ia mengambil tempat berlawanan dari sisi mejaku, posisinya juga sedekat jendela.

"Ya, ya, sama-sama bisa saling mencuri gagasan sudut pandang, siapa akan menjaring sensor kebiadabanmu, dari sini, aku, bisa dengan lengkap melukiskan dirimu, terbantu terang menyilang dari bias cahaya jendelamu, aku pun demikian, terlihat dari tempatmu kan, artinya, kita mampu saling memukaukan aktual diri, setajam bilah belati terhunus sebentar akan membelah nadimu, siapa cepat dia dapat, anarkisme, di hatimu bergolak, sebagaimana kau baca aku, dari lirikan matamu."

"Oke, siapa kita, masing-masing, kau durjana atau aku pengkhianat, atau kita keduanya, bukan salah satunya", menghela pikiran setara jalan napas. Menggelegak darah di puncak ubun-ubun, biarkan, kalau kau pemberani, ini saatnya, meledakkan kepala masing-masing.

***


Ruangan Perpustakaan Sore

Tumpukan buku di mejaku mungkin terlihat sama dengan tumpukan buku di mejamu. Lama kelamaan kami ada di antara tumpukan buku-buku, kami, saling terpukau oleh bacaan masing-masing, orang-orang di perputakaan berkurang satu-persatu, waktu ngeloyor menuju pukul penutupan perpustakaan.

Kami buat, perpustakaan ramai pengunjung, waktu terus berputar dari awal buka, hingga tengah hari, terus menuju sore sebelum perpustakaan tutup, membuat nyamam pengunjung, tak terasakan siklus putaran waktu cepat-presisi seperti semula, kala pengunjung datang ke perpustakaan, waktu ini membuat mereka lupa pulang.

Kami hanya saling memandang dengan sudut mata melirik, tak pernah saling bersentuhan, dengan jarak duduk di interior perpustakaan ini.

Aroma parfum, desiran asmara tipis-tipis, terasa terus membuai ke-ruang pori-pori mimpi, saling memagut, kehangatan tergambar di serebrum, serupa film khayal mabuk kepayang tak bertuan, kaum siluman akan saling memangsa, di perpustakaan ini.

Adegan berjalan dalam estetika, membuai waktu putaran ekliptika membaurkan rasi bintang dalam serebral, membuat kami, dalam bola mata malaikat masing-masing, rasa ingin saling mereguk keindahan, menyala manis, melintas, Edgar Allan Poe, meninggalkan kesan pada kami, momen perasaan cantik itu, seketika, tak pernah terjadi apapun, meski, telah terbayang di ufuk mata.

Jakarta Indonesia, Oktober 22, 2020

Salam Sehat. Masker Jangan Kendor.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x