Mohon tunggu...
GONG2019
GONG2019 Mohon Tunggu... Gong adalah Semangat

Kenek dan Supir Angkot.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Rumah Bernyanyi

25 Agustus 2018   11:44 Diperbarui: 26 Agustus 2018   16:33 0 58 17 Mohon Tunggu...
Cerpen | Rumah Bernyanyi
Kompasiana image by Gong 2018

"Lantas."

"Tak ada lantas. Tetap seperti bahasan beberapa waktu lalu!"

"Kalau tak perlu dilanjutkan ya sudah. Tak perlu pula mengiba-iba seakan-akan besok dunia musnah. Itu tak masuk akal mu kan! Katanya kau paham soal perbedaan itu."

"Aku tak pernah bilang aku paham! Aku cuma bertanya. Apa betul begitu. Kalau tidak ya sudah. Tak apa. Tak perlu pula didebatkan!" Hening.

"Mudah sekali kau bilang seperti itu."

"Kenyataannya begitu. Benda mati tak bisa hidup."

"Lalu apa! Kau anggap hidup."

"Makhluk."

"Gila! Kau pikir sel bukan benda hidup."

***

Peperangan, selalu ada di setiap kurun waktu. Katanya begitu. Bahkan untuk cinta pun perlu pengorbanan. Cinta datang seperti malaikat, pergi seperti setan. Kalau cinta datang dengan bunga, apa juga akan pergi menjadi setan. Ya barangkali, kalau tidak memahami, mencoba menolak kata cinta dilubuk hati.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN