Mohon tunggu...
GONG2019
GONG2019 Mohon Tunggu... Gong adalah Semangat

Kenek dan Supir Angkot.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Peran Pengganti Jokowi Asian Games 2018

19 Agustus 2018   17:45 Diperbarui: 19 Agustus 2018   18:26 0 49 23 Mohon Tunggu...
Peran Pengganti Jokowi Asian Games 2018
Dokumentasi Kompas 2018.

Ini belum jadwal menulis untuk pacar tercinta Kompasiana, harusnya masih akhir bulan, karena kuota ehem! Tapi karena estetika-spektakuler pembukaan Asian Games 2018, jadi gemes deh.

Nah, perlulah kiranya hamba sedikit memberi telaah. Bilamana ada kekurangan disana sini mohon kiranya dimaafkan ya. Baiklah hamba mengerucut sedikit, agar lebih terfokus sedikit pula, cukup serba sedikit, pada fokus-seni pertunjukan.

Sederhananya seni pertunjukan ada dua jenis, seni pertunjukan, pertama spektakuler, arti sederhananya pula kurang lebih, perhelatan seni untuk publik dalam arti luas. Satu lagi seni pertunjukan non-spektakuler, seni bagus dalam lingkup arena sederhana.

Secara esensial, seni pertunjukan, apapun itu adalah spektakuler. Ini intinya. Terbukti pembukaan Asian Games 2018, teramat indah-spektakuler, itu tercermin pada tanggapan positif seperti ini: Peran Pengganti.

Jadi kalau mau balik menyoal spektakuler atau tidak, kembali pada publik. Karena publik penentu nasib atau keberhasilan sebuah pertunjukan, setelah tim kerja seni bekerja maksimal.

Karena ada hal disebut, rancangan pemikiran atau ide. Dari hal sederhana itu terciptalah seni pertunjukan berbagai bentuk. Kembali menyoal spektakuler atau tidak, hal itu akibat dari esensi ide atau bisa disebut juga inti ide, dasar pemikiran dilahirkan oleh konsep estetika kreator.

Maka terjadilah sebuah perhelatan seni pertunjukan. Apakah itu 'live perform' (maaf saya memakai istilah asing) karena bahasa pelajaran komunikasi seni pertunjukan sesungguhnya memang harus memakai bahasa aslinya.

Mengapa? Karena bahasa itu sudah milik dunia, disana ada simbol-simbol komunikasi klasik hingga kini (kontemporer) antar bangsa-bangsa di dunia, misalnya, lighting system, art performance, stage designer, scene designer, art director, backstage, upstage, center stage, proscenium, arena, trust stage, black box stage, backdrop, seterusnya. Maaf nih, bukan sok asing tapi, realitasnya memang begitu.

Baiklah hamba akan mengerucut lebih singkat, menyoal peran pengganti Presiden RI, Joko Widodo, dalam pengadeganan kena macet dengan kostum lengkap menunjukkan kesadaran estetika untuk dipersembahkan kepada publik, keren, oke banget. Kagum pada tim kerja generasi milenial hebat itu.

Disana ada komunikasi visual bahwa sangat tidak mungkin menghadirkan sosok presiden dalam adegan, katakanlah berbahaya (tapi, misalnya, seumpama loh, itu dilakukan oleh Presiden RI, Jokowi, keren banget, keren abis) Itu sebabnya pula dalam tayangan film pendek tersebut terlihat kepiawaian tim editing. Sehingga melahirkan bentuk komunikasi dalam scenery stage (pemandangan panggung secara keseluruhan) mengagumkan.

Melihat seni pertunjukan tidak boleh sepotong-sepotong. Wajib melihat secara utuh. Kembali menyoal esensi estetis, akan bertemu dengan keutuhan sebuah ide, hasil dari tim kerja secara menyeluruh dalam bentuk scenery performance.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN