Mohon tunggu...
GONG2019
GONG2019 Mohon Tunggu... Gong adalah Semangat

Kenek dan Supir Angkot.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Iseng Menunggu Senja

25 Juli 2018   14:59 Diperbarui: 25 Juli 2018   14:57 0 20 11 Mohon Tunggu...
Puisi | Iseng Menunggu Senja
Kompasiana image by Gong 2018

Lunas hidup, terus bergerak.

Kata menyulap hujan jadi embun, benih tumbuh setinggi pohon. Nebula selalu benar, kelap-kelip memberi isyarat ledakan cahaya gemintang. Jujur, sulit diduga, alibi mendesak jawaban. Dugaan terdesak angan-angan, mimpi, di balik bantal, melipat cinta ke dalam selimut.

Tonil-tonil, dimainkan, peranan-peranan, di antara dua kutub berbeda, keseimbangan diperlukan. Benda hidup atau mati. Binatang atau manusia. Tanaman ataupun makhluk. Premis-premis, dilarang mencurigai cinta, pemberi kebijaksanaan.

Bohong, mencipta, kelabu siksa waktu tidur, diantara kesadaran angan-angan, nyanyian bantal guling berkecamuk di kasur. Tuntaskan saja. Simpan segala warna lain, sesuka seperti kau mau. Asal jangan memutus waktu tempuh, di tengah badai sekalipun.

Kita, kata-kata, telah diterima tertulis terang benderang di bawah cuaca. Lupakan jalanan arah tepi pantai menembus horizon sore-sore. Ya, benar. Kecupan tersimpan sepanjang trotoar stasiun menuju museum masa lalu takkan terlupakan. Segala hal tentang kisah, apapun, diterbangkan, kunang-kunang ke angkasa.

"Ha ha hua hi hu!" Tak perlu berkelit tumpang tindih. Lepaskan segala hal seperti angan mu.

Disini permulaan jalan menuju kisah-kisah akan tertulis. Boneka kayu menjadi arang. Tak apa, biarkan menjadi pilihan. Bergejolak susastra bantal guling di seprai tempat tidur mu, kusut semrawut, suatu saat nanti akan putih, tulus.

Tak ada keberatan di hati seumpama kangen telah tiada. Sampai jumpa dilain waktu akan kau baca cerita lebih seru.

Jakarta, Indonesia, July 25, 2018.

***

Catatan Gong 2018. Kompasiana:
"Saling belajar, tak ada batasan langit. Memberi baik sebelum memberi cinta. Memberi cinta sebelum memberi baik. Itu sebabnya ada "Fiksiana di Kompasiana." Sarana susastra online, bersama menulis ragam pesona, sebebas Elang di angkasa, gembira, bahagia."

*) Terima kasih anda telah membaca artikel ini. Salam bahagia.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x