GONG2018
GONG2018 Kenek dan Supir Angkot Cinta NKRI. Save KPK Save Indonesia.

Kenek dan Supir Angkot Cinta NKRI. Save KPK Save Indonesia. Peace.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | "Ning!" Sutra Nurani

14 Juni 2018   13:41 Diperbarui: 14 Juni 2018   13:51 472 20 12
Puisi | "Ning!" Sutra Nurani
Kompasiana image by Gong 2018

Kabar tak tentu arah. Angin menjadi badai tak mau berdamai. Sila memilih peranan. Mau jadi bebek atau ayam penceloteh siang membalik malam. Sila pilih mau mu sesuka hati. Meski kau bilang telah belajar pada sabar. Namun tak tampak jua kata itu pada senyum mu, sekalipun.

Lantas kau masih menunggu maaf, ataupun tidak, baginya tak penting benar, telah tak ada jejak dimanapun arah kembara di semua waktu. Ya, mungkin pula ia telah memaafkan segala aroma bumbu telah kau tumpahkan. Pergi jauh ia, dari harum ketupat, kenduri, telah selesai. Api tak mampu menyala di tengah musim penghujan.

Kau cubit cuaca sedalam kau mau. Ya, ia membawanya pula dengan kesabaran bersama takbir akhir dari suci menuju semua bulan baru telah menunggu segera merengkuhnya, bersama, Kalam Keagungan Cahaya-cahaya. Mungkin, tak ingat lagi nama mu sekalipun, sebab, ia, telah merebah kangen, dipangkuan Kebijaksanaan.

Pedihnya ketika kau melempar kata itu, tapi, ia pembawa cinta bagi semua kesabaran lebih luas dari kisah kasih, telah dikabarkan langit sekalipun. Meski ia bukan malaikat, pembawa amanah bagi semua benih, namun kau tak mampu memahami, sesungguhnya ia telah menerima banyak pelajaran perjalanan menuju akhir.

Senandika? Ya, barangkali. Sebab hukum kepastian hanya milik semesta.

Tak satupun, mampu, menerka mendung setelah kemarau. Namun sebenih keyakinan pada, ikhlas, itu, tak pernah kau pahami. Menjaga hati tak semudah menjaga tenun sutera dari langit.

Jakarta, Indonesia, June 14, 2018.

*) Terima kasih anda telah membaca artikel ini. Salam bahagia. Maaf lahir dan batin. Salam lebaran.

Catatan Gong 2018:
"Memberi cinta. Jangan melupakan maaf meski bahagia membawa bunga."