Mohon tunggu...
GONG2019
GONG2019 Mohon Tunggu... Gong adalah Semangat

Kenek dan Supir Angkot.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Eksodus

21 Juli 2017   17:28 Diperbarui: 21 Juli 2017   18:42 0 7 3 Mohon Tunggu...
Cerpen | Eksodus
Kompasiana image by Gong 2017

Tersurat kenangan: Talking To Myself (Official Video) - Linkin Park

"Makhluk. Bekerja membanting tulang."
"Tulang kamu masih ada. Lengkap dan baik-baik saja."
"Gila kamu. Dia sudah pergi."
"Pergi kemana. Dia tidak kemana-mana."
"Kamu tidak paham."
"Aku lebih paham."
"Dia pergi dan tidak kembali lagi." Melesat secepat meteor menjauh.
"Fa! Dengar dulu." Menyusul dengan kecepatan tinggi.

Fa, menuju bukit di antara dua taman indah. Mendarat dengan seksama pada cuaca, di sunyi, muskil. Panoramik tak terbantahkan, estetik tak berujung di batas pandang mata makhluk penganut cinta. Tak ada batas oksigen dan ozon di sini, semua lepas bebas, menyerukan sekalian alam.

Cuaca berwarna warni sebening trasparan bagai gelas kristal para makhluk. Membangkitkan kelembutan esensi nurani tak serupa kangen di benua jauh sana, fatamorgana. Tak berapa lama Do segera duduk di samping di sisi kiri dari pandangan mata Fa tertuju pada kangen di panorama itu, setia menunggu, yakin suara itu akan datang bersama cahaya gemerlapan.

"Dia mencari cahaya. Kamu tidak paham."
"Kamu salah paham. Cahaya itu ada selalu untuk dia Fa."
"Tidak. Dia masih mencari." Fa, tidak sedikitpun menoleh pada ku. Do memandangi realitas kasih, menyamping sedikit agak di belakang Fa sedikit. Do bisa melihat daun telinga Fa.

"Telinga kamu mencari suaranya. Aku paham. Semua kehilangan bukan cuma kita."
"Kau percaya sekarang dia telah pergi."
"Tapi dia tidak pergi. Ada."
"Do! Kau tak mendengar ucapan ku!"
"Kau masih bisa mendengar suaranya."
"Kapan lagi! Dia sudah pergi Do!"
"Aku melihat daun telingamu bergerak-gerak."

Hening amat indah. Gugusan nebula gemerlapan memberi makna keberadaan semua makhluk. Ya. Kenapa dia pergi begitu cepat. Barangkali benar kata Fa. Dia mencari cahaya.

Tapi dia selalu memberi cahaya pada semua dunia, pada semua benua. "Dengan segala cara saya sudah mengejar semua dinding yang anda bangun, dengan semua cara. Tapi saya terus kehilangan anda." Manuskrip itu ada di setiap langit di atas benua-benua di semua dunia.

Tapi aku benar-benar tak paham. Kenapa dia pergi. "Fa, Aku melihat daun telingamu bergerak-gerak.."
"Kalau masih gila sebaiknya cuci mata mu, agar bisa melihat! Dia sudah pergi Do!" Suara Fa meninggi. Tetap tidak menoleh pada ku.
"Baik lah aku mencuci mata dulu ya. Tapi dengan apa Fa?"
"Terserah." Suara Fa lembut. Pelukan pada bahu semoga mampu merebahkan jiwanya untuk tenang. Aku menaruh dagu di bahunya, Fa mengusap kepala ku dengan lembut.

"Di taman ini dia selalu hadir, syair-syair mengalir ke semua angkasa. Kau ingat Do, siapa pencuri awal bibirku."
"Aku."
"Ketika di taman ini kan?"
"Ya."
"Ketika dia melantunkan jiwanya sebelum langit runtuh dan para malaikat menyertai dia pergi." Fa menghela nafas dalam, tertahan seluruh keadaan nurani, terasa jantungnya berdegup cepat.

Aku menggeser tubuh duduk berhadapan. Suara Fa lirih "Peluk aku." Tangis tak meledak. Tersekat-sekat di labirin nafas lepas satu persatu dari dadanya, meski belum sepenuhnya ikhlas.

Apa sebetulnya keinginan mencari cahaya itu. Dia seakan  melempar pertanyaan pada semua makhluk, bukan hanya untuk dirinya. Benar, dia berhasil melompati semua tembok tertinggi di cakrawala, semua langit telah dilalui dengan caranya.

"Apakah kita masih mau menunggu di taman ini."
"Ya. Kamu bersedia menemani aku kan?" Fa, merenggangkan pelukan. Melompat berdiri. Aku duduk, tengadah melihat Fa teramat girang. Tubuhnya bercahaya, terlihat aura ikhlas antara biru muda menuju putih kehijauan. Di samping aku berdiri, di sisi kiri Fa, mengikuti arah pandang mata Fa. Ya itu suara jiwa bersama cahaya nun jauh di sana.

Keduanya, terbang perlahan semakin tinggi, menuju syair dalam cahaya.

"...Tell me what I gotta do
There's no getting through to you
The lights are on but nobody's home (nobody's home)..."

(Linkin Park Lyrics. "Talking To Myself")

Jakarta, Indonesia, July 21, 2017

Talking To Myself (Official Video) - Linkin Park

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x