Mohon tunggu...
GONG2019
GONG2019 Mohon Tunggu... Gong adalah Semangat

Kenek dan Supir Angkot.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Tak Serupa Amplitudo

12 Juli 2017   16:45 Diperbarui: 12 Juli 2017   16:49 0 9 5 Mohon Tunggu...
Puisi | Tak Serupa Amplitudo
Kompasiana image by Gong 2017

Ada banyak jalan menuju taman hati ke surga. Meski neraka masih menjadi pilihan syak wasangka. Cinta? Barangkali masih menjadi alibi sekadar menawan kisah dalam cerita panjang tentang keragu-raguan atau suka cita di dalamnya. Benarkah begitu. Mungkin saja. 

Apakah kebaikan seperti kupu-kupu memetik sari bunga untuk warna bagi sayapnya. Bagai kisah tentang dongeng antara impian dalam jiwa langit dan kasmaran hujan membasahi bumi. Kala kemarau datang berharap hujan atau musim penghujan berharap matahari penuh. 

Keingin mungkin bisa tak seperti harapan. Apakah harapan mampu seperti keinginan ataukah keduanya diinginkan untuk bertautan sekadar menjadi kisah panorama. Sekadar memiliki kisah hidup, ragam pesona bagai ular naga panjangnya.

Dolanan riang gembira berbaris menuju langit berpegangan tangan tanpa syak wasangka. Kala semua warna tidak menjadi pilihan membaur menjadi awan bergugus-gugus berarakan. Menari kian kemari di hening ataupun di keriangan, di segala cuaca waktu persinggahan.

Mata bulat bola pimpong beterbangan saling memandang memberi kegembiraan kebahagiaan gelombang tawa riang, nyaring bercengkerama berbagi dalam jalinan indah tak sesaat bagai pelangi. Mengurai cinta kisah kasih sayang, kangen, tak sekadar melukis di atas air.

Jakarta, Indonesia, July 12, 2017.  

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x