Mohon tunggu...
GONG2019
GONG2019 Mohon Tunggu... Gong adalah Semangat

Kenek dan Supir Angkot.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Anabolisme

10 Juli 2017   04:15 Diperbarui: 10 Juli 2017   04:18 0 7 4 Mohon Tunggu...
Puisi | Anabolisme
Kompasiana image by Gong 2017

Ya. Puisi sudah lalu mau apa. Ya. Novel sudah lalu mau apa. Ya. Esai sudah lalu mau apa dan tidak apa-apa. Kenapa masih ada hal belum dikerjakan hari ini. Oh barangkali terlupa kawan. Besok atau lusa atau pada hari telah lewat, baru ataupun lama telah tertulis.

Lantas  apa. Mau meneruskan artikel humanis atau porak poranda. Pilihan menunggu waktu penentuan, dongeng bagai sajak-sajak lampau atau akan datang, berayun lamunan menerbitkan pikiran-pikiran, imajinasi beterbangan pewarnaan makna menjadi angan-angan atau mimpi menulis di pelangi, tidak mungkin.

Apa ada ihwal tak mungkin. Ambil pena buang segala tekno pembuat malas, kembali ke analog melatih ritme otak dimulai dari hal mendasar mengurai sel-sel darah segera mengalir membangun kisah tentang kupu-kupu menetaskan, jadi kepompong.

Awal hitungan logaritma ada pada bunyi simpoa, di sana ketentuan imaji matematis akan membentuk tema-tema filosofis humaniora, biofera dalam siklus stimulasi menuju angkasa, biarkan bebas meski metafor sekalipun.

Maka kegembiraan bukan hal biasa sebab kemarahan tak mampu mengalahkan tawa para bintang merekam zodiac, mengatakan kabar dari berbagai penjuru ramalan-ramalan menyelamatkan hidup di berbagai cuaca. 

Komitmen!
Merah adalah merah. Putih adalah putih. Keduanya melengkapi hidup akan terus memburumu!

Jakarta, Indonesia, July 10, 2017.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x