Mohon tunggu...
GONG2019
GONG2019 Mohon Tunggu... Gong adalah Semangat

Kenek dan Supir Angkot.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Zirah

5 Juli 2017   04:40 Diperbarui: 5 Juli 2017   04:53 0 10 5 Mohon Tunggu...
Puisi | Zirah
Kompasiana image by Gong 2017

Dendam kesumat tidak menumbuhkan benih padi di tanam. Untuk apa. Amarah membabi buta menuai ketakutan sembunyi, itu sebabnya jaga hati, pikiran dan rasa nurani agar tak terus berlari. Saat berkata kodok padahal ular, saat berkata bagai kuda jantan gagah padahal keledai sembunyi dari musim badai panas dalam pusaran puting beliung dibuat sendiri.

Lalu, mengapa tidak menghadapi dengan gagah keadaan perubahan cuaca, jika benar tak pernah memeluk angin. Jika benar tak pernah menista alam raya. Bernyanyi sumbang di dalam tong kosong nyaring berbunyi saat laknat diri, pengecut!

Abrakadabra! Bukan sulap bukan sihir.

Siapa melepas wajah menyimpan muka di air keruh dendam birahi melukai diri terus berlari, lempar batu sembunyi tangan. Siapa memakai topeng seribu wajah terus berkelit dalam kata bukan prosa bukan puisi, melipat nyali dalam plastik kantong kresek.

Siapa tertatih-tatih melolong memohon ampunan ketika nyala api membakar nurani. Siapa mencuri kantong doa-doa dari malaikat putih. Siapa menjual taman hati kepada hierarki pentatonik menabuh genderang perang, padahal tak punya nyali sekalipun sebesar biji saga.

Abrakadabra!

Jakarta, Indonesia, July 5, 2017.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x