Mohon tunggu...
GONG2019
GONG2019 Mohon Tunggu... Gong adalah Semangat

Kenek dan Supir Angkot.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Sekadar Menanam Benih

27 Juni 2017   04:13 Diperbarui: 27 Juni 2017   04:23 0 4 2 Mohon Tunggu...
Sekadar Menanam Benih
Kompasiana image by Gong 2017

Adakah percaya bahwa menanam benih itu buruk atau baik. Entahlah. Mungkin jawaban paling sederhana dan umum tergantung jenis apa benihnya atau tergantung kesuburan tanah atau tergantung benihnya bagus atau jelek, jenis benih unggul atau tidak. Baiklah kalau begitu.

Semisal benihnya jelek tapi tanahnya bagus tumbuh nggak ya atau sebaliknya, benihnya bagus tanahnya jelek, tumbuh nggak ya. Kok jadi relatif ya. Kalau begitu keduanya harus bagus. Tanahnya bagus benihnya bagus. Wow! Repot.

Tidak. Sepanjang pengetahuan sebutan benih, selalu bibit dasar untuk bagus, lantas apa sebenarnya maksud dan tujuan menanam benih. Nah loh. Mungkin hal ihwal itu terpenting. Tujuan menanam benih, semisal pasti untuk baik. Tidak selalu kalau tanah jelek. Benih akan busuk dan mati. Jadi keduanya saling silang ikat mengikat.

Baik harus ketemu baik, tanah baik ketemu benih baik. Kalau tanah baik ketemu benih jelek. Nah loh tetap benih tak akan tumbuh. Muter-muter. Bukan muter-muter dua hal baik dan jelek, selalu beriringan, jelek tak terpisahkan dari bagus demikian juga sebaliknya. Sebenarnya di kau mau ngomong apa sih. Gini loh.

Hanya akan bilang bahwa cinta pasti ada di antara planet bumi dan kosmos jiwa di dalamnya ada berbagai rencana akan muncul, semisal tak sengaja saling pandang lalu oh cantik sekali ketika melihat bunga kesukaan hati telah berpadu kan. Jadi, cinta perpaduan antara realitas dan imaji, bener nggak sih. Kalau pun tidak ya tak apa, sebab selera tak harus selalu sama.

Ada banyak varian pada komposisi karakter, konon mempengaruhi perilaku, katanya begitu. Barangkali juga hal itu penyebab zodiac konon lagi mempengaruhi siklus perasaan pemiliknya pada waktu tertentu berbeda setiap hari setiap waktu. Mangapa? Mungkin berhubungan dengan perasaan nyaman atau tidak pada hari dan waktu kala itu.

Jadi, barangkali benih akan tumbuh ketika secara tak sengaja melempar biji jeruk lemon ke halaman atau taman anda, karena tak bermaksud menanam biji jeruk lemon itu, anda membuang begitu saja. Lantas beberapa waktu kemudian tumbuh tunas tanpa anda ketahui seiring waktu dia menjadi pohon. Kejutan menyenangkan. Loh! Ada pohon jeruk lemon. Siapa menanamnya.

Anda lupa, karena memang tak berniat menanam biji jeruk lemon itu kan. Lalu muncul perasaan suka dan tidak suka. Tidak suka, barangkali karena anda tak merasa menanamnya. Namun alam di tanah anda menerima biji jeruk lemon sebagai berkat, maka tumbuhlah pohon jeruk itu untuk anda dan keluarga, bersyukur telah tumbuh pohon jeruk di halaman anda.

Rasa syukur pada berkat realitas kesadaran pada hal mensyukuri rezeki dari alam untuk kemaslahatan kehidupan, meski ada di waktu berbeda entah di mana saja dan kapan saja pada waktu bersamaan tak mensyukuri berkat pemberian alam. Maka di cabutlah pohon jeruk lemon itu. kembali pada hal, karena tak merasa menanamnya.

Kebaikan hadir setiap hari ketika kebenaran meruang pada realitas kesadaran hidup saling memberi keseimbangan, di antara atmosfer dan oksigen di atara planet-plenet di semesta. Alangkah maha luasnya berkat di berikan kepada kehidupan bagi semua makhluk sejak awalnya penciptaan. Maaf lahir Batin. Salam Lebaran 1438 H-2017. Salaman.

Jakarta, Indonesia, June 27, 2017.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x