Mohon tunggu...
GONG2019
GONG2019 Mohon Tunggu... Gong adalah; Semangat!

Kenek dan Supir Angkot.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Mirip Wayangan

12 Juni 2017   02:11 Diperbarui: 12 Juni 2017   09:20 0 1 1 Mohon Tunggu...
Cerpen | Mirip Wayangan
Kompasiana image by Gong 2017

Kala Semar tak lagi peduli maka Pandawa akan runtuh bagai rumah rayap. Itu sebabnya Begawan Ismaya memilih jadi Semar. Hanya dia mampu menyelamatkan Pandawa dari rong-rongan begundal durjana para pencuri pangan rakyat.

Para dewa takluk pada kehendak Semar. Cinta bagi Semar Badranaya bukan cuma oral di langit lalu menulis slogan seakan setia pada pemerintahan Pandawa, sekadar muslihat kenduri siluman manipulator koruptor menyiasati, mencuri sedikit demi sedikit anggaran bantuan sosial milik kemaslahatan hajat hidup rakyat Pandawa.

Gareng protes. "Romo apa bedanya badai dan api. Kalau para durjana masih menyelinap xoxoxo... Lantas everything seakan its oke."

Petruk protes. "Romo apa kalau mendadak ketangkep tangan baru rame di sosmed... Lah pripun, its not good Romo. Harusnya kan bisa terdeteksi sejak dini, mana pencuri mana bukan..."

Bagong setengah protes. "Lah itu loh Roma. Sebab saya risau dan ogah cari pacar. Pripun kalau pacar saya juga di korupsi. Jam temu cinta dibatasi, semisal, kan repot toh Roma? Ya toh..."

Semar tidak menjawab. Hanya menghela nafas panjang sekali. "Kalian itu anak-anak Romo. Jangan cuma protes A sampai dengan Z. Beri contoh, keteladanan secara tegas. Ini baik ini tidak. Ora mung ngoceh. Jadilah teladan tularkan pada sesama."

Mendadak Gatotkaca menukik dari angkasa mendarat dengan cepat, bergegas menghaturkan sembah pada Semar. "Ampuni hamba Uwak Semar. Si jelek Sengkuni tengah menyiapkan serangan balik atas kekalahan mereka dalam pertempuran di gunung sindur."

"Wah cari masalah para begundal itu." Gareng suaranya nyeletuk.

"Wah! Belum tau ya mereka. Ini Petruk punya kesaktian ampuh"

"Hehehe kalian berdua tunggu rumah saja. Biar Bagong menghadapi para begundal itu... Cah cilik kemaki (anak kecil sok tau). Aku punya tiruan bunyi kentut Romo kawe satu. Para predator itu pasti kabur aku kentuti." Suara Bagong sambil menunduk tidak berani melihat Semar.

"Sudah. Sudah. Jangan berisik. Mas Gatot biar menyelesaikan laporannya dulu. Kalian ini kok malah seperti kodok ngorek (kodok menyanyi)" Semar menegur ke tiga anaknya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
KONTEN MENARIK LAINNYA
x