Edukasi

Pendidikan di Kecamatan Tenjolaya

4 Maret 2019   18:37 Diperbarui: 4 Maret 2019   19:00 49 0 0
Pendidikan di Kecamatan Tenjolaya
Gedung SMA N 1 Tenjolaya dokpri

Kecamatan Tenjolaya merupakan satu kecamatan pecahan dari kecamatan Ciampea.  Pendidikan di kecamatan ini pun terbilang masih kurang baik. Sarana dan prasarana masih kurang bahkan kantor UPT Pendidikan di kecamatan Tenjoalaya masih menumpang di gedung milik salah satu SD di Desa Tapos 1. 

Ada sekitar 12 SMA di kecamatan Tenjolaya namun yang di nilai cukup memadai hanya SMA 1 Tenjolaya. SMA ini pun terbilang baru karena SMA ini baru diresmikan pada 2015 lalu. SMA 1 Tenjoalaya berdiri karena inisiasi warga dan pemerintah sekitar kecamatan. Ada sekitar 216 siswa dan terdiri atas 10 kelas di setiap tingkatnya. Sekolah ini menerapkan sistem 7,5 jam belajar dan tahun depan SMA ini sudah siap untuk menerapkan kurikulum 2013. Menurut bu Popon, salah satu guru di SMA Tenjolaya, beberapa siswa yang mengeluhkan mengenai jam belajar tersebut bahkan ada siswanya yang berhenti sekolah dengan alasan capek. Hal itu sangat disayangkan oleh ibu Popon, para orang tua pun di nilai kurang memberi dukungan belajar kepada siswa. 

Hal yang cukup menarik SMA 1 Tenjolaya yaitu kebiasaan berbahasa Indonesia di hari Senin, bahasa Inggris di hari Selasa dan hari Rabu untuk berbahasa Sunda. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas berkomunikasai dalam bahasa asing walaupun hanya bahasa Inggris namun guru guru di SMA 1 Tenjolaya akan terus menambah bahasa bahasa lain. Kebiasaan ini pun telah di terapkan di SMA lain di kecamatan Tenjolaya. Guru honorer di kecamatan ini pun terbilang masih sangat banyak bahkan melebihi guru PNS. 

Guru honerer rata-rata hanya mendapat upah sebesar Rp. 500.000 per bulan. Menurut Suprianto selaku salah satu pengawas di kecamatan Tenjolaya, pada dasarnya pendidikan di kacamatan ini sama saja dengan di kecamatan lainnya di Bogor, karena memiliki satu program yang sama di tingkat kabupaten.