Mohon tunggu...
Gita Rosani
Gita Rosani Mohon Tunggu... Yogyakarta

I am just a little girl.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Marjorie

7 Maret 2021   09:50 Diperbarui: 7 Maret 2021   09:54 45 1 0 Mohon Tunggu...

Tetapi sebelum hujan, sudah ada tanda-tanda bahwa awan menjadi mendung. Hujan adalah siklus alam yang tidak peduli bagaimana perasaan manusia. Jika sudah saatnya ia harus melakukan siklus, maka ia akan melakukannya tanpa peduli apa akibat yang akan ditimbulkannnya. Hujan tak punya perasaan. 

Kenapa laki-laki tidak pernah meminta maaf untuk kesalahan kecil mereka? Oh, mungkin karena mereka tidak merasa melakukan kesalahan. Aku rasa, keunggulan dari perempuan adalah mampu merasakan sekecil apa pun kesalahan mereka lalu meminta maaf. Kukira, laki-laki dapat melatih kepekaan perasaan mereka atas tingkah laku mereka yang menyebabkan orang lain terluka, lalu secepatnya meminta maaf. 

Seperti jika seseorang telah membuat janji untuk bertemu besok, maka haruslah dipenuhi besok sesuai dengan waktu yang telah disepakati bersama. Jika akan dibatalkan, maka tidak boleh sepihak dan harus secepatnya mengonfirmasi supaya tidak terjadi tunggu-menunggu dari lain pihak,  bukankah waktu itu berharga? Tetapi kekurangan dari perempuan adalah langsung menyampaikan emosi mereka, entah itu emosi yang baik atau yang buruk. Penyampaian pesan haruslah membungkus emosi, jangan sampai emosi dihidangkan begitu saja. 

Hari ini seseorang berkata akan menelponku, aku sudah mandi pagi-pagi, sudah membereskan rumah, sudah makan, sudah minum teh, sehingga sudah siap secara mental untuk berhadapan dengan orang lain. Tetapi, aku menunggu sudah satu jam terlewat. Tak ada telepon masuk. Ya sudah, aku.memutuskan untuk melakukan aktivitas lain. Masih ada tugas membuat cerpen dari kampus dan juga review buku untuk semester ini.

Mereview empat buku untuk satu semester menurutku terlalu banyak, apalagi semuanya berbahasa asing, kemampuanku juga masih rendah--aku butuh translasi untuk itu--mengapa kampus selalu saja menekan aktivitas otak dari para mahasiswa? 

Satu lembar, dua lembar, tiga lembar. Aku berhasil menekan diriku untuk membaca. Sudah lama aku tidak membaca banyak halaman dalam satu waktu sehingga butuh penyesuaian ulang supaya tidak bosan. Aku akan minum air mineral untuk meminimalisir rasa bosan kemudian membaca lagi. Satu lembar, dua lembar, tiga lembar. Empat lembar, lima lembar, enam lembar. Ada perasaan yang mengganjal. Apakah aku sedang ditunggu oleh seseorang? Apakah orang itu jadi meneleponku? Aku sudah mematikan telepon pintarku untuk beberapa lama ketika aku membaca tadi, sepertinya aku harus menghidupkannya lagi.

Kulihat notifikasi di aplikasi pesan cepat, ada pesan masuk. Dari teman divisiku, katanya aku harus segera menyelesaikan proposal. Ada lagi dari teman yang lain, katanya aku harus segera menyelesaikan voice note untuk tugas yang lain lagi. Baiklah. 

Tak ada telepon masuk, kukira ia akan tetap meneleponku hanya saja berbeda waktu. Ini sudah jam 10 pagi. Ia bilang akan meneleponku pagi. Aku akan lanjut membaca saja, daripada menghabiskan waktu untuk menunggu, lebih baik melakukan hal yang lain, bukan? Ah, ada telepon masuk.

Dari sepupuku, ia bilang akan mengajakku memasang tenda yang dipesan oleh kolega untuk suatu acara. Baiklah, aku sudah membaca lumayan banyak, supaya tidak terlalu monoton maka aku harus pergi keluar rumah untuk melihat-lihat, aku juga sedang malas untuk menaiki motor sendiri (jjga tak ada motor), maka aku mengiakan ajakannya. 

Si pemilik rumah begitu baik, anaknya juga ramah dan lembut hatinya sehingga aku nyaman berada di sana. Mereka juga memberikan uang muka, sehingga lumayanlah untuk pernapasan keuangan. Kami di sana tidak lama, tak kukira ternyata pemasangan kain plavon berlangsung cepat karena tenda sudah berdiri. Tinggal meravia, menalinya di setiap tiga lubang supaya kain tidak menggembung, dan membungkus kaki tenda yang besi itu dengan kain supaya lebih manis. Tenda sudah selesai, kini sudah rapi dilihat sehingga kami bisa pulang. 

Aku sengaja tidak membawa telepon pintarku karena aku harus mengisi daya, aku harus menjaga daya baterai supaya tetap penuh karena tugasku yang menggunakan telepon pintar banyak namun bateraiku cepat habis. Sehingga begitulah yang kulakukan, sebetulnya lelah sekali, namun aku harus sabar. Masihku cek telepon pintarku lewat layar notifikasi, tak ada panggilan juga. Berarti orang itu membatalkan apa yang telah ia katakan. Ia membatalkan seenaknya! 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x