Mohon tunggu...
Giri Lumakto
Giri Lumakto Mohon Tunggu... Pegiat Literasi Digital

Digital Ethicist, Educator | Pemerhati Pendidikan Literasi Digital, Teknologi, dan Budaya | Awardee LPDP di University of Wollongong, Australia 2016 | Kompasianer of The Year 2018 | Best Specific Interest Nominee 2018 | LinkedIn: girilumakto | Medium & Twitter: @lumaktonian | Email: lumakto.giri@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Digital Artikel Utama

Cara Membedakan Bots dan Trolls

24 September 2019   08:00 Diperbarui: 24 September 2019   10:51 0 16 6 Mohon Tunggu...
Cara Membedakan Bots dan Trolls
Bots - Sumber Ilutrasi: cpapracticeadvisor.com

Sudah menjadi rahasia umum sosmed adalah media alter ego, eskapisme, dan euforia.  Norma, etika, dan akses yang tidak berbatas tempat dan waktu. Membuat permusuhan, persaingan, dan  pembunuhan karakter semakin kompleks.

Ketika konflik dan perdebatan terjadi via sosial media. Terjadi rekayasa dan orkestrasi penggiringan opini, perisakan citra, sampai penyebaran identitas pribadi individu atau kelompok. Proses ini difasilitasi bots dan trolls.

Riset Bessi dan Ferrara (2016) menemukan 1/5 dari jutaan diskusi tentang sosmed Pemilu di U.S dipengaruhi bots. Social bots ini pada akhirnya berdampak negatif pada interaksi dan demokrasi dalam Pemilu. Peneliti yang sama menemukan bot berkampanye masif dan terstruktur e-cigarette di tahun 2017. Bot ini lebih canggih dan dinamis mendorong users untuk menggunakan e-cigarette.

Pada saat kerusuhan Papua belum lama ini, bots juga terlibat. Jurnalis dari Bellingcat, Benjamin Strick menemukan bots pro-pemerintah menggiring opini saat pecahnya kerusuhan terjadi. Dalam analisa sentimen sosmed yang dilakukan. Banyak akun serupa memposting tweet serupa dan terkoordinasi.

Hampir serupa dengan bots, fenomena trolls pun pernah dan sering terjadi. Contohnya, kasus penculikan dan pembunuhan Madeline di sebuah resort di Portugal. Penyelidikan polisi yang diliput sosmed dan media mengarah kepada Gerry McCann sebagai pelaku. Namun, Gerry McCann akhirnya bebas tanpa tuduhan penculikan dan pembunuhan.

Berdasar kasus ini Synnott, Collias, dan Ioannou (2017) menemukan troll memperkeruh opini. Ratusan trolls yang kontra telah merisak citra dan membuka identitas istri McCann. Pada forum diskusi di 4chan dan Twitter, banyak sekali troll kontra McCann sangat liar dan kasar disampaikan dengan tagar dan umpatan. 

Dari banyak kejadian, bots dan troll hampir serupa tetap tidak sama. Bots dan troll berbeda dari segi perilaku dan otomatisasi. Berikut sedikit perbedaanya, namun tidak terbatas pada hal-hal berikut:

Bots adalah aplikasi/program yang dibuat mengotomatisasi kegiatan/tugas. Bots sering dan sudah digunakan banyak aplikasi dan program. Spam, iklan, dan notifikasi jadwal yang kita terima sehari-hari via email/calendar dilakukan bots. Aplikasi cuaca yang ter-update setiap hari juga menggunakan bot.

Tidak semua bots merugikan atau berdampak negatif. Namun, bagi beberapa oknum/organisasi bots ini direkayasa demikian rupa demi kepentingan tertentu. Jasa bots juga mudah ditemukan baik di internet atau sosial media. Dari mulai organisasi komersil sampai individu bisa ditemukan.

Sedang trolls adalah kelompok atau golongan yang lebih organik/natural daripada bots. Tujuan utama mereka adalah menggiring opini, merisak citra, sampai mendisrupsi diskusi di dunia digital. Hingga terkadang interaksi yang demokratis dan jujur sulit dilakukan dan dipahami.

Dampaknya, troll berpotensi melakukan ujaran kebencian. Mereka pun tak jarang menyebarkan hoaks. Atau mengamplifikasi kepentingan yang disebarkan. Modus astroturfing dan sockpuppeting memalsukan akun/opini/narasi dan membanjiri komentar dengan kampanye berbeda dapat dilakukan.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN