Mohon tunggu...
Giri Lumakto
Giri Lumakto Mohon Tunggu... Pegiat Literasi Digital

Digital Ethicist, Educator | Pemerhati Pendidikan Literasi Digital, Teknologi, dan Budaya | Awardee LPDP di University of Wollongong, Australia 2016 | Kompasianer of The Year 2018 | Best Specific Interest Nominee 2018 | LinkedIn: girilumakto | Medium & Twitter: @lumaktonian | Email: lumakto.giri@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Piala Oscar 2016: Supremasi Kulit Putih, Penantian DiCaprio dan Kita

2 Maret 2016   00:12 Diperbarui: 2 Maret 2016   03:40 0 11 7 Mohon Tunggu...

[caption caption="#OscarSoWhite - ilustrasi: theoscarbuzz.blogspot.com"][/caption]Jauh sebelum Oscar 2016 dihelat, pada saat nominasi diumumkan isu rasisme berhembus. Banyak artis Hollywood melihat ketimpangan jumlah nominee yag berasal dari mereka yang colored-skin. Dominasi ras Kaukasus menjadi kentara. Banyak artis yang mencoba memboikot Oscar. Artis Hollywood bereaksi. Digawangi Jada Pinkett Smith (istri Will Smith) dan seorang aktifis kemanusiaan Al-Sharpton, pemboikotan Oscar dibuat. Beberapa nominee Oscar pun sadar hal ini. Brie Larson (The Room) dan Mark Ruffalo (Spotlight) pun turut serta dalam pemboikotan. Walau kedua orang ini nyata hadir saat perhelatan Oscar. 

Kontroversi rasisme Oscar pun berlanjut saat acara tersebut berlangsung. Setelah jagad netizen memberikan tagar #OscarSoWhite, pada hari-H Chris Rock pun secara frontal (tapi nyleneh) menyinggung hal ini. Sebagai host Oscar pada malam itu, Chris Rock langsung menohok. Ia membuka dengan berucap "I'm here at the Academy Awards. Otherwise known as White People Choice Awards." Bukan cuma pembukaan yang cetar. Chris Rock pun menambahkan "You're damn right Hollywood's racist, but not the racist that you've grown accustomed to. Hollywood is sorority racist. It's like, 'We like you, Rhonda, but you're not a Kappa.' Banyak artis bertepuk tangan. Bagi mereka yang menjadi 'korban' dalam ucapan Chris Rock mungkin mendukung. Tapi entah bagi mereka yang mungkin 'rasis'.

Gurita Rasisme Hollywood yang Telah Menjadi Kraken

Apa yang terjadi? Mengapa jurang rasial sangat besar di piala Oscar? 

Dari sebuah studi yang dilakukan Los Angeles Times di tahun 2012 badan Oscar sendiri, The Academy of Motion Pictures, terdiri dari 94% orang kulit putih dan 77% pria. Walau secara psikologis pilihan atas kulit putih oleh badan ini masih tentatif, namun nominee dari Oscar tiap tahun terulang. Dari 20 nominasi Oscar 2016, 20 diantaranya ditujukan untuk aktor dan aktri kulit putih. Walau nominasi Golden Globe untuk Afro-American sebenarnya tidak kalah menarik. Contohnya Idris Elba (Beasts of No Nation) dan Will Smith (Concussion), namun mereka tidak sama sekali dinominasikan.

Permasalahan pelik rasial di Oscar sebenarnya lebih holistik. Menurut Whoopi Goldberg, rasisme di Hollywood terjadi dalam sistem perfilmannya sendiri. Pada wawancara Entertainment Tonight, Goldberg mengajukan pertanyaan "How many black films are being produced each year? How are they being distributed?" Menyadur pertanyaan Goldberg, Viola Davis mengutarakan hal yang serupa. Menurutnya, Oscar bukan menjadi masalah peliknya. Oscar hanyalah gejala dari penyakit yang lebih besar. Dan sekarang adalah kesempatan untuk membuat pernyataan. Sebuah perubahan sosial tambahnya.

[caption caption="Leonard DiCaprio Oscar Meme - ilustrasi: randomoverload.org"]

[/caption]

Namun nampaknya isu ini tertutupi euforia kemenangan Leonardo DiCaprio.

Setelah menunggu 2 dasawarsa lebih, DiCaprio (The Revenant) akhirnya membopong Oscar pertamanya. Dinominasikan sebagai Best Actors, ternyata impiannya menjadi kenyataan. Dunia pun bergempita. Meme yang dulu mengolok-olok DiCaprio akhirnya mencapai ejakulasinya. DiCaprio akhirnya mendapat 1 piala Oscar. Filmnya yang dibintanginnya pun menyabet gelar bergengsi untuk The Best Director. Nampaknya DiCaprio benar-benar bisa berbangga hati.

Dunia netizen pun gempar. Tagar #LeonardoDiCaprio plus #Oscar pun menjadi trending. Meme DiCaprio memegang Oscar pun diimbuhi beragam caption. Mulai dari ucapan selamat sampai (kembali) nyinyir atas terpilihnya DiCaprio sebagai aktor, ditulis dalam meme. Media dalam dan luar negri pun memberitakan kemenangan DiCaprio dengan 'lebay'. Tak lupa acara gosip di negri kita pun turut rembug kelebayannya memberitakan hal ini. Dan jarang yang benar-benar mengkritisi isu rasisme dibalik Oscar itu sendiri.

Rasisme Oscar dan Kita Orang Indonesia

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN