Mohon tunggu...
Giri Lumakto
Giri Lumakto Mohon Tunggu... Guru - Pegiat Literasi Digital

Digital Ethicist | Pemerhati Pendidikan Literasi Digital, Teknologi, dan Budaya | Curriculum Developer for Tular Nalar from Google.org | K'ers of The Year 2018 | LPDP 2016 | STA Australia Awards 2019 | LinkedIn: girilumakto | Twitter: @lumaktonian | email: lumakto.giri@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Money Artikel Utama

Ada Bahaya Mengintai di (Facebook) Internet.org

27 April 2015   22:13 Diperbarui: 27 Mei 2019   14:26 806
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Internet.org - Ilustrasi: archy-news.com

Ditambah lagi saat mengakses internet.org, sebenarnya mereka mengakses Facebook. Dengan jumlah iklan dan jasa yang serupa, banyak orang bingung membedakan Facebook dengan internet.org. 

Di India sendiri, ada sekitar 750.000 orang menuntut agar layanan ini dihentikan karena membawa banyak kerugian. Apalagi jika target konsumennya adalah penduduk miskin India. 

Teori Varian dan Mindset Bisnis Facebook Yang 'Mengerikan' 

Google sendiri saat ini memang memimpin bisnis iklan dunia digital. Sedang Facebook yang dahulu hanya sebuah platform aplikasi media sosial telah berubah menjadi pesaing Google. 

Google banyak menyandingkan gaya bisnisnya pada teori Hal Varian atau Varian. Hal Varian, seorang kepala divisi ekonomi Google, membuat prediksi ekonomi masa depan. Apa yang saat ini orang-orang kaya miliki, akan dimiliki orang-orang kelas menengah 5 sampai 10 tahun dari sekarang. 

Jika akses internet sudah banyak digunakan kalangan atas dan menengah, maka bukan tidak mungkin hal ini yang terjadi 5 tahun ke depan. Namun yang terjadi dengan pesaing Google, Facebook, adalah mindset bisnis yang agak 'mengerikan'. 

Akses internet.org yang gratis pada permukaannya, adalah cara mengeksploitasi orang-orang kalangan bawah dengan maksimal. Dengan jumlah kalangan menengah bawah yang lebih banyak dari kalangan atas dan menengah, pasar ini adalah pasar yang potensial. 

Saat mereka tanpa sadar senang dengan akses internet gratis, mereka pun disuguhi tawaran iklan dan akses. Sedang pengiklan yang membayar penyediaan akses tersebut. Bukan tidak mungkin, target pengiklan teriming-imingi dan akhirnya membeli produk/jasa mereka.

Ditambah, fitur dan layanannya pun sangat dibatasi. Hanya developer dan situs yang membayar ke internet.org yang dapat memasang layanan jasa dan iklannya di internet.org. 

Walau praktik-praktik 'monopoli' ini sering terlihat pada raksasa teknologi seperti Google dan Microsoft, kini Facebook dengan 'instan' membuat pola yang sama. 

Saat akses gratis adalah praktik persaingan tidak sehat usaha, kecaman pun dituai. Di India sendiri, beberapa politisi India mengkritik keras internet.org ala Facebook ini. Ketua Odisha di distrik Delhi mengecam hal ini dengan menyatakan 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun