Mohon tunggu...
Giri Lumakto
Giri Lumakto Mohon Tunggu... Pegiat Literasi Digital

Digital Ethicist, Educator | Pemerhati Pendidikan Literasi Digital, Teknologi, dan Budaya | Awardee LPDP di University of Wollongong, Australia 2016 | Kompasianer of The Year 2018 | Best Specific Interest Nominee 2018 | LinkedIn: girilumakto | Medium & Twitter: @lumaktonian | Email: lumakto.giri@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Catatan Artikel Utama

Yuk Kenali Tipe Berbelok Pengendara Motor di Jalan Raya

2 Maret 2014   03:49 Diperbarui: 24 Juni 2015   01:19 0 24 29 Mohon Tunggu...
Yuk Kenali Tipe Berbelok Pengendara Motor di Jalan Raya
1393685684348198166

[caption id="attachment_325425" align="aligncenter" width="620" caption="Ilustrasi/Admin (Kompas.com)"][/caption] Sehari-hari, bagi yang berkendara mobil atau motor pribadi ke tempat kerja tentunya menjadi hal yang butuh tenaga ekstra. Kesiapan fisik dan kewaspadaan dalam berkendara tentunya dipersiapkan. Baik yang jauh ataupun dekat, yang namanya jalan raya padat dan macet akan tetap membutuhkan tenaga dan konsentrasi. Walau jalan atau arah yang kita tuju dari rumah ke kantor atau sebaliknya sudah kita hapal, kewaspadaan berkendara tetaplah harus dijaga. Hal-hal sepele di jalan raya yang kadang tidak pernah kita pikirkan, mungkin bisa saja mencelakai kita. Seperti menyalakan lampu sein (rating) bagi beberapa pengendara adalah hal sepele atau remeh. Atau kadang lupa. Atau malah lebih parah lagi, lampu tanda berbelok di kendaraannya rusak atau tidak berfungsi. Entah kerusakan kelistrikan kendaraan atau memang butuh diganti bohlam lampu seinnya, berbelok tanpa sein adalah hal berbahaya. Selain bisa mencelakai pengendara yang tidak memasang sein, juga pengedara lain akan turut dirugikan pastinya. Dan hasil observasi saya selama dijalan saya simpulkan beberapa tipe cara berbelok pengedara motor. Saya sempat mengamati beberapa cara orang membelok dengan lampu sein atau bahkan tanpa lampu sein. Dan satu hal yang saya tekankan disini, Anda haruslah tetap fokus dan waspada dengan pengendara lain, terutama motor. Tipe 1; Pengendara Menengok Spion Beberapa Kali Tipe pengendara yang hendak membelok seperti ini sekadar memastikan ia bisa membelok dengan aman. Jadi, jika Anda sempat menyaksikan atau memperhatikan pengendara motor di depan Anda menengok spionnya beberapa kali, ada kemungkinan ia hendak membelok. Walau kadang tanpa menyalakan lampu sein, jika gestur yang terlihat adalah menengok spion beberapa kali, Anda sebaiknya melambatkan laju kendaraan Anda. Dan tentu jangan mendadak mengerem. Tetap tengok spion Anda, agar kendaraan belakang tidak terlalu dekat. Motor yang sering saya lihat menggunakan metode ini adalah motor dengan bronjong. Atau motor dengan muatan di kanan-kiri jok. Karena kadang, barang dagangan yang mereka bawa menutupi lampu sein mereka. Namun tidak semua motor berbronjong. Hanya motor dengan bronjong pendek seperti yang mengangkut galon air, buah-buahan atau kadang hewan ternak (kambing, ayam, dan bebek) Tipe 2: Pengendara Melambaikan Tangan Ke Arah Ia Berbelok Ada pula tipe pengendara motor yang melambaikan tangan ke arah ia hendak berbelok. Walau kadang sein sudah menyala, pengendara motor ini seperti kurang yakin jika belum melambaikan tangan. Kadang yang melakukan lambaian tangan adalah si pengendara sendiri, kadang juga boncengers. Tergantung kesigapan membaca situasi jalan raya oleh mereka yang mengendarai motor. Pastikan kendaraan Anda tidak mendahului motor yang hendak berbelok ini dengan mengikuti arah ia berbelok. Ditakutkan malah kendaraan Anda menyenggol tangan yang sedang melambai. Motor yang melakukan metode berbelok seperti ini biasanya motor tua atau jadul. Yang tentunya dinaika atau dikendarai oleh orang-orang tua. Kadang pula motor tua ini, lampu seinnya sudah aus atau bahkan hilang. Kadang spion ada, namun kacanya sudah hilang atau pecah. Sehingga memang membutuhkan lambaian tangan melambai untuk yang berbelok. Pastikan Anda sabar jika berada di belakang motor jenis tua ini. Apalagi jika dikendarai orang yang setua motornya. Tipe 3: Pengendara Yang Menepi Atau Menuju Tengah Jalan Ada juga tipe pengendara motor yang secara perlahan atau bahkan mendadak menepi lalu membelok atau menuju tengah jalan untuk berbelok. Patut sekali diwaspadai tipe seperti ini. Karena kadang pengendara motor seperti ini tidak menyalakan lampu sein. Entah karena merasa yakin tidak ada kendaraan di belakang atau nyawanya ada 9, kita haruslah fokus dan waspada. Gerak-gerik menepi atau menuju tengah jalan raya, biasanya dilakukan perlahan atau mendadak. Untuk yang tipe mendadak, pastikan setidaknya kita punya jarak aman untuk menghindar. Saat menghindar, usahakan tidak dengan mengerem mendadak. Motor yang sering menepi atau menuju tengah jalan raya untuk berbelok biasanya motor yang dikendarai ibu-ibu. Karena entah buru-buru atau tidak terbiasa mengendarai motor ditengah keramaian, sebaiknya tetap berfokus jika Anda berada dibelakangnya. Apalagi jika ibu ini membawa anak atau balita dengan digendong sendiri. Maka sulit baginya memencat tombol sein untuk berbelok tentunya. Ada baiknya, Anda menekan klakson Anda perlahan. Bukan untuk mengagetkan seperti menekan klakson dengan nafsu. Namun perlahan dan cepat. Ini untuk mengingatkan saja bahwa ada ramai iringan kendaraan dibelakang. Walau tidak bisa digeneralisasi hasil observasi saya dijalan ini, namun ada baiknya kita mengingatnya. Intinya, tetap curahkan tenaga dan fokus diri dalam berkendara. Baik dengan motor atau mobil, dijalan raya semua ingin mencapai tujuan dengan selamat. Maka dengan tertib berkendara dan taat rambu lalin, mudah-mudahan resiko celaka bisa dikurangi atau dihindarkan. [caption id="attachment_325424" align="aligncenter" width="830" caption="(foto: republika.co.id)"]

1393685589829231981
1393685589829231981
[/caption]

Driving. It's not about how fast and good you drive. But it's all about how safe you are for others.

Salam, Solo 01 Maret 2014 08:35 pm

KONTEN MENARIK LAINNYA
x