Mohon tunggu...
Giri Lumakto
Giri Lumakto Mohon Tunggu... Pegiat Literasi Digital

Digital Ethicist, Educator | Pemerhati Pendidikan Literasi Digital, Teknologi, dan Budaya | Awardee LPDP di University of Wollongong, Australia 2016 | Kompasianer of The Year 2018 | Best Specific Interest Nominee 2018 | LinkedIn: girilumakto | Medium & Twitter: @lumaktonian | Email: lumakto.giri@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Hiburan Pilihan

ANTV, Stasiun Televisi Paling Malas di Indonesia

4 November 2014   07:05 Diperbarui: 17 Juni 2015   18:44 251 0 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
ANTV, Stasiun Televisi Paling Malas di Indonesia
(ilustrasi: deviantart.com)

[caption id="" align="aligncenter" width="360" caption="(ilustrasi: deviantart.com)"][/caption] Akhirnya, saya bisa benar-benar yakin. Jika ANTV adalah stasiun paling malas di Indonesia. Televisi yang berbasis hiburan ini, saya berani bilang paling malas. Dari 21 rundown acara selama satu hari saja (hari ini Senin 3 November 2014), dari 21 acara 13 diantaranya adalah produk impor. 13 acara ini berupa film-film kartun, serial silat dan epik luar negri. Sisanya, 8 acara adalah acara kuis, lawak konyol-konyolan, berita dan reality show hantu-hantuan. Sehingga, saya membayangkan, setiap hari studio-studio di ANTV sepi. Para crew dalam divisi tim kreatif tidak berbuat apa-apa. Tidak ada inovasi selain banyak-banyak menayangkan serial asing, lagi dan lagi. Masha & The Bear adalah serial kartun yang di-rerun (ulang) dua kali dalam sehari. Tepat pada pukul 06:00 pagi dan 13:30 siang serial kartun Rusia ini nongol. Dan tidak tanggung-tanggung, durasi tayangnya mencapai 3 jam sampai pukul 9:00. Walau kadang diselipi kartun-kartun lawas sepertiWoody Woodpecker. Masha & The Bear kembali (lagi) tayang pukul 13:30. Tentu dengan seri yang sama dari hari ke hari. Sampai-sampai saya dan putri kecil saya hafal gerakan dan ucapan dalam serial kartun ini. Terbukti, putri saya pun sudah agak bosan melihat serial kartun ini. Berikutnya, ada rerun serial epic India Mahadewa. Walau durasinya hanya sekitar 30 menit, saya kira tidak ada menariknya melihat rerun serial yang juga tayang pada malam hari. Karena, serial Mahadewa yang di-rerun dimulai dari episode awal. Dulu, sempat saya saksikan juga rerun Ramayana dan Mahabarata yang ditayangkan. Dan seperti demam yang kian menjadi-jadi. Demam serial drama dari negri India merajalela di ANTV. Pagi pemirsa sudah disuguhi rerun serial yang sudah ada, dari episode awal. Kini, mulai pukul 19:30 sampai dengan 22:30, rentetan serial drama atau epic India menjamur (baca, menggila) di ANTV. Seolah-olah pemirsa dibawa ke negri India. Dan tentu, para crew yang 'kreatif' tinggal duduk manis. Dengan kini sibuk mengurusi kuis kecil-kecilan dari sponsor. [caption id="" align="aligncenter" width="362" caption="(ilustrasi:wikia.net)"]

(ilustrasi:wikia.net)
(ilustrasi:wikia.net)
[/caption] Dimulai dari serial Hatim, seorang jagoan yang benar-benar tidak pernah ganti baju. Lalu kini ada yang baru, serial drama romantis Navya. Sebuah serial yang serupa sinetron cinta-cintaan anak muda di Indonesia, sepertinya. Lalu, ada kisah rekaan sejarah epik, Jodha Akbar, yang penuh intrik harta, tahta, wanita (dan agama). Lalu, serial epik Mahabarata yang sepertinya akan segera usai (mudah-mudahan). Lalu kisah drama Ramayana, yang terlalu mengagungkan Rama si raja angkuh. Dan terakhir, serial mitos Mahadewa. Dimana pemirsa diajak menonton kisah rekaan dewa-dewa berseteru. Bayangkan saja, betapa para crew yang 'kreatif' itu bekerja sehari-hari di studio ANTV. Yang saya lihat, hanya acara-acara seperti Topik Pagi dan Lensa Olahraga yang benar-benar produk para crew ANTV. Sedang kuis Superdeal dan reality show Panah Asmara Arjuna yang tayang tiap hari, sepertinya afiliasi dengan Production House (PH) lain. Dan betapa studio-studio yang ada di ANTV sepi akan acara. Juga sepertinya sepi akan kreatifitas para crewnya. Wajar saya kira jika televisi swasta menyiarkan acara produk non-lokal. Namun, dengan ANTV, saya kira sudah agak kebablasan. Hampir satu hari acara berisi 13 acara asing dan hanya 8 acara produksi lokal. ANTV benar-benar stasiun televisi malas secara produksi dan kreatifitas. Saluran televisi yang tayang perdana tahun 1993 di Lampung ini menjelma menjadi televisi hiburan yang variatif, dulu. Kini, setelah dibeli Viva dari Bakrie & Brothers, ANTV menjadi TV India. Setidaknya untuk saat ini. Entah 3-5 tahun ke depan. Salam, Solo, 03 November 2014 11:51 pm

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x