Mohon tunggu...
Gina Magfirah
Gina Magfirah Mohon Tunggu... Arsitek - Book Reviewer

Seorang polymath yang cinta novel kelas menengah (bukan kelas berat).

Selanjutnya

Tutup

Book Pilihan

Review "Shatter Me Series" [Ngeracun]

29 November 2022   21:00 Diperbarui: 30 November 2022   12:26 347
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Source: The Works 

"Pada hari-hari paling gelap kau terpaksa mencari setitik cahaya terang, pada hari-hari paling dingin kau terpaksa mencari setitik kehangatan; pada hari-hari paling kelam kau terpaksa mempertahankan pandanganmu agar tetap tertuju ke depan dan ke atas dan pada hari-hari paling sedih kau terpaksa membiarkan matamu terbuka agar bisa menangis. Membiarkannya kering. Memberi peluang untuk membasuh kepedihan agar bisa melihat dengan segar dan jernih lagi."

Judul: Shatter Me (series)

Penulis: Tahereh Mafi

Tahun Terbit: 2011 - 2021

Sinopsis

Negara melihat betapa menguntungkan betapa berbahayanya aku, dan mereka pun memutuskan untuk menyekapku di sebuah penjara menjauhkanku dari manusia normal. Mereka ingin menjadikanku senjata pemusnah menciptakan kedamaian yang sempurna di dunia ini.

Datanglah Adam. Tampan, memikat, memesona, baik hati. Di matanya, aku cantik aku tidak berbahaya. Lalu, kami pun bersekongkol berdiskusi. Adam akan membantuku keluar dari kurungan pengasingan ini, dan kami akan hidup bahagia nun jauh di sana. Itu janjinya.

Tapi, apakah dia bisa menepatinya? Tidakkah dia sadar bahwa suatu saat nanti aku bisa saja mengubah dan menghancurkannya menjadi serpihan abu?

Ngeracun

[hanya untuk orang-orang yang oke dengan spoiler]

Setelah menyelesaikan delapan buku dari total sebelas buku (karena aku malas membaca dari sudut pandang Adam dan Kenji, walaupun aku cinta Kenji), aku puas dengan bagaimana cara buku ini disampaikan: sudut pandang tokoh bercerita; konflik yang dipelintir terus menerus tapi enggak membuat aneh, dan; tentu saja memberikan porsi yang pas di bagian romantisme cerita untuk aku yang hopeless romantic.

Aku mulai tergerak untuk membaca Shatter Me karena muncul beberapa kali rekomendasi dari FYP tiktok tentang buku YA yang bikin mabuk kepayang terhadap tokoh pria-nya.

Aku sendiri enggak menyangka ternyata bisa menyelesaikan delapan buku dalam kurun waktu 15 hari. Padahal hampir semua bukunya memiliki jumlah halaman sekitar 400-500 halaman.

Aku merasa lengkap.

Juliette merupakan karakter yang powerful, namun tetap diberikan sisi kemanusiannya yang merasa rendah diri (hampir terjadi sepanjang series) dan mencintai Warner dengan begitu dalam. 

Berbeda dengan novel distopia legendaris seperti Red Queen, Divergent ataupun Hunger Games, Shatter Me series memberikan adegan romansa setengah bagian dari novel. 

Jadi, untuk pembaca yang menginginkan lebih banyak tentang universe-nya, isu politik dan keluarga, mungkin kalian akan kecewa karena terlalu banyak adegan Warner - Juliette atau bahkan Adam - Juliette berduaan dan mengatakan cinta terhadap satu sama lain.

"Aaron," she says. I'm losing a battle. - Restore Me

Sejujurnya aku lebih menikmati dengan versi bahasa inggris.

Jadi, di trilogi pertama: Shatter Me, Unravel Me dan Ignite Me, aku membaca versi terjemahan, namun rasanya kata-kata yang harusnya puitis jadi kurang terasa puitis bagiku. Pada trilogi kedua: Restore Me, Defy Me dan Imagine Me (tambahan: Destroy Me, Believe Me), aku membaca versi bahasa inggris dan jauh lebih puas karena dapat merasakan feel dari setiap ucapan dan penggambaran ceritanya.

Mungkin bagi pembaca yang ingin memulai Shatter Me series bisa baca versi bahasa inggrisnya untuk lebih mendapatkan sensasi dari kata-kata ajaib yang dirangkai Tahereh Mafi.

And I realize then, in a moment that terrifies me, that I want this, forever. I want to spend the rest of my life with her. I want to build a future with her. I want to grow old with her. I want to marry her. - Defy Me

Bisa dibilang, epilog series ini ingin menyenangkan semua pembaca karena semuanya punya bagian bahagia-nya masing-masing. Semua tokoh antagonis dimusnahkan. Mungkin aku sedikit berharap ada tokoh inti yang dijadikan heroik karena mati saat pertempuran. Oh ya, bahkan adegan pertempurannya minim. Lebih banyak tentang percintaan, persahabatan, keluarga dan bumbu-bumbu politik negara.

Sudah banyak yang membahas tentang kisah cinta Warner dan Juliette, jadi aku hanya menyimpulkan bahwa obsesi mereka terhadap satu sama lain seperti enggak menggambarkan remaja 17 dan 19 tahun. Tapi mengingat ini setting distopia, aku bisa memahami kalau itu bisa saja terjadi, kan? Jangankan Juliette yang mabuk sama cintanya Warner, akupun juga...

Salah satu pesan yang bisa kuambil dari membaca series ini adalah sesuatu yang kita kira adalah kekurangan, malah bisa jadi senjata untuk kita berdiri tegak dan menjadi lebih dari yang kita kira sebelumnya, asalkan dengan latihan dan penerimaan. Dan tentu saja, dengan dukungan dari orang tercinta. Mau deh satu modelan Warner.

Di trilogi pertama, favoritku adalah Ignite Me. Sementara itu di trilogi kedua, favoritku adalah Defy Me.

Dari 1 - 5 aku akan memberi 4.8

Mohon tunggu...

Lihat Konten Book Selengkapnya
Lihat Book Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun