Mohon tunggu...
gilang yudha kusuma
gilang yudha kusuma Mohon Tunggu... mahasiswa Universitas Padjadjaran

mahasiswa Universitas Padjadjaran

Selanjutnya

Tutup

Digital

Ke Mana Arah Kebijakan Perguruan Tinggi di Era Republik Indonesia 4.0?

27 Mei 2019   22:53 Diperbarui: 27 Mei 2019   23:02 454 1 0 Mohon Tunggu...

Saat ini dunia sudah memasuki gelombang revolusi industri 4.0. Revolusi ini berbicara tentang implementasi teknologi automasi dan pertukaran data dalam industri yang dipengaruhi oleh pengembangan teknologi serta internet atau yang disebut digitalisasi. Seperti yang telah dikutip dalam buku The Fourth Industrial Revolution, bahwa revolusi 4.0 sebenarnya ditandai dengan kemunculan sebuah komputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik, dan perkembangan neuroteknologi yang lebih memungkinkan manusia untuk memaksimalkan fungsi otak.

Dalam menyambut era revolusi industri 4.0 ini, Presiden Joko Widodo telah merencanakan roadmap untuk making Indonesia 4.0. Dari era roadmap ini Indonesia diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri nasional di kancah internasional serta menjadikan Indonesia sebagai 10 negara ekomomi terbesar didunia di tahun 2030. Destruptif teknologi menjadi pola baru revolusi industri 4.0, hal ini pemerintah banyak melakukan perombakan kebijakan termasuk dalam dunia pendidikan tinggi.

Kebijakan kementrian riset dan teknologi dan pendidikan tinggi Republik Indonesia mengatakan bahwa era destruptif dengan impor guru besar level internasional. Menurut Kemenristekdikti, kebijakan ini untuk mengejar target dan mendorong perguruan tinggi Indonesia masuk kelas dunia atau World Class University dengan cara meningkatkan program doktor dan publikasi internasional dan kerjasama riset perguruan tinggi. Kurikulum perkuliahan pun di rombak demi revolusi industri 4.0 untuk mewujudkan Indonesia menjadi kekuatan baru di dunia, revolusi indutri 4.0 memfokuskan 4 hal kepada kebijakan perguruan tinggi yaitu menyelaraskan paradigma tridharma PT, reorientasi kurikulum, perguruan tinggi harus menerapkan sistem pembelajaran blenden learning online, adanya peran hibah dan bimbingan teknis.

Dunia pendidikan harus di sesuaikan dengan dunia kerja yaitu harus mengikuti kebutuhan pasar, sejalan dengan keinginan pemodal.  Dalam bidang penelitian intelektual harus berkompetisi dan meraih poin dan koin penelitian, namun limpahan intelektual yang lulus dari perguruan tinggi tidak cukup mampu mengurangi problem masyarakat yang masih menggunung. Sementara terealisasinya revolusi industri 4.0 diprediksi dapat menimbulkan pengangguran besar-besaran yang disebabkan mesin atau robot canggih yang menggantikan pekerjaan manusia, ditengah tuntutan revolusi industri 4.0 ini, dikutip dari CNN Indonesia Joko Widodo menyampaikan akan membuka cabang Universitas asing agar perguruan tinggi di Indonesia lebih kompetitif.

Sebenarnya problem pendidikan di Indonesia tidak bisa lepas dari posisi Indonesia sebagai bagian dari PBB sejak tahun 1950 akibatnya Indonesia harus menandatangani dan kesepakatan termasuk dalam masalah pendidikan tinggi. Ini adalah dampak dari sistem pendidikan Indonesia yang menjadi bagian pendidikan Indonesia tak terpisahkan dari desain capitalisme global yang sekuler, liberal dan materilistis atau berorientasi profit. Lalu bagaimanakah nasib intelektual di era Republik Indonesia 4.0?.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x