Mohon tunggu...
Gilang Dejan
Gilang Dejan Mohon Tunggu... Jurnalis - Sports Writers

Tanpa sepak bola, peradaban terlampau apatis | Surat menyurat: nagusdejan@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Tindakan Aguero kepada Massey-Ellis dalam Kacamata Seksisme

19 Oktober 2020   22:46 Diperbarui: 20 Oktober 2020   05:47 2674
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
(Gambar disadur dari Sky Sports)

"Bisakah Anda percaya itu? Seorang hakim garis wanita. Wanita tidak tahu aturan offside," tanya Gray kepada Keys.

"Saya pikir, seseorang mesti menghampirinya [Massey] dan menjelaskan aturan offside," Keys menimpali.

Komentar mereka mengundang pelatih Liverpool kala itu, Kenny Dalglish, untuk angkat bicara terkait permasalahan tersebut. Menurutnya, gender tidak semestinya dijadikan tolak ukur buat menilai kapabilitas dalam melakukan pekerjaan apapun di bidang apapun, tak terkecuali di sepak bola.

"Saya tidak tahu sikap Sky terhadap perempuan, tapi yang pasti bagi saya jika Anda pandai dalam suatu pekerjaan seharusnya masalah gender bukan menjadi penghalang. Jika mereka ada di sana, maka baiklah. Seperti yang saya katakan, saya bahkan tidak menyadari sampai babak kedua, bahwa hakim garis pertandingan adalah seorang perempuan," pekiknya. Seperti dinukil The Guardian.

Tak hanya Dalglish, Anna Kessel dari The Guardian pun menyinggung hal yang sama. Seharusnya tak ada keraguan pada wasit yang telah lolos kualifikasi sebagai wasit profesional dari asosiasi sepak bola Inggris (FA).

"Bagaimana mungkin seseorang di zaman sekarang ini benar-benar meragukan kapasitas seorang perempuan yang memenuhi syarat untuk bertugas dalam pertandingan tidak memahami peraturan offside? Mendengar audio meyakinkan saya bahwa percapakan itu bukan hanya olok-olok, karena jika hanya sedikit tertawa, lalu dimana tawa itu?" tulis Kessel dalam artikelnya di The Guardian.

Gelombang pengecaman tak hanya datang dari stakeholder sepak bola Inggris. Melainkan juga dari publik. Mereka menuntut Gray dan Keys meminta maaf secara terbuka. Lalu, sebagai responnya, pihak Sky langsung membuat pernyataan resmi.

"Komentar itu tidak dapat diterima. Itu tidak dibuat on air, tetapi kami telah berbicara dengan Richard dan Andy lalu memberi tahu mereka telah meminta maaf dan menyatakan penyesalan mereka," papar Sky. Seperti dinukil dari BBC.

Tindakan Sky tak cukup sampai disitu, mereka sampai memutus kontrak keduanya per 25 Januari 2011. Meskipun tak butuh waktu lama bagi mereka untuk menganggur sebab Grey dan Keys langsung menerima tawaran baru dari TalkSPORT sebulan berselang, Februari 2011. Dan kini, keduanya bekerja di beIN Sports.

"Sky Sports telah memutus kontrak Andy Gray. Keputusan ini kami ambil secara cepat sehubungan adanya bukti baru yang menunjukkan sikap yang tidak sopan dan tidak dapat diterima," demikian bunyi keterangan resmi pihak Sky terkait pemecatan Gray.

Bukti baru yang dimaksud Sky adalah transkip percakapan Gray dengan eks penyiar Sky, Charlotte Jackson.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun