Mohon tunggu...
Gigih Prayitno
Gigih Prayitno Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Masih belajar agar dapat menulis dengan baik

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Artikel Utama

Insiden Ethiopian Airlines, Boeing 737 Max 8, dan Penerbangan di Indonesia

11 Maret 2019   21:56 Diperbarui: 12 Maret 2019   02:41 1184
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sc : ethiopiaobserver.com

Dengan kata lain, Pesawat Boeing 737 Max 8 milik Lion Air JT-610 pada saat jatuh mengalami masalah terkait ketinggian dan kecepatan termasuk dengan penurunan moncong pesawat. Sang Pilot berulang kali berusaha menaikkan moncong pesawat dan mampu mengendalikan pesawat selama 10 menit, namun setelah itu kotak hitam berhenti merekam data.

Mengenal Boeing 737 Max 8

Boeing 737 Max 8 adalah pesawat jenis baru yang dikeluarkan oleh Boeing Commercial Airplanes pada tahun 2016. Di Indonesia Lion Air lah yang pertama kali mengoperasikan pesawat jenis ini pada pertengahan tahun 2017 lalu.

Sedangkan Ethiopian Airlines mulai mengoperasikan Boeing 737 Max 8 pada Oktober lalu, baru empat bulan setelah diterima dari Boeing dan mengalami kecelakaan.

Boeing 737 Max 8 didesain sebagai pesawat yang efisien bahan bakar berkapasitas 200 kursi penumpang dengan daya jelajah terbang sekitar 6.500 kilometer, lebih jauh dibandingkan dengan varian Next Generation (NG))

Boeing 737 Max 8 sendiri berisi mesin model baru yang lebih besar, lebih kuat dan lebih berat dari model jet Boeing sebelumnya. Mesin Jet Boeing 737 diletakkan di sayap pesawat sehingga menyebabkan beberapa masalah.

Infografik Boeing 737 Max 8 (Kompas)
Infografik Boeing 737 Max 8 (Kompas)
Tidak hanya itu, mesin jet Boeing 737 Max 8 diketahui lebih besar namun dengan ground clearance 737 yang pendek yakni sekitar 17 inci menyebabkan masalah tersendiri dalam pesawat jenis ini.

Pesawat Boeing 737 Max 8 juga mengalami perubahan karakteristik dalam penanganan kecepatan terbang rendah. Hal ini dikarenakan ukuran mesin MAX khususnya pada diameter bilah kipas besar dibagian depan hampir 70 inci dengan berat lebih dari 849 pound.

Pada akhir 2015, pihak Boeing mengklaim telah menerima sekitar 300 pesanan 737 Max dari berbagai konsumen di seluruh dunia, di Indonesia yang memesan pesawat jenis ini adalah Lion Air, Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia.

Pada sekarang ini, Boeing 737 Max 8 dioperasikan dibeberapa maskapai terkemuka di dunia seperti Southwest Air, Lion Air, Norwegian Air International, Flydubai, WestJet, Shanghai, Air China, American Airlines, SilkAir, China Eastern Airlines, Air Canada.

Sementara di Indonesia Boeing 737 Max 8 dioperasikan oleh maskapai Lion Air dan Garuda Indonesia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Otomotif Selengkapnya
Lihat Otomotif Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun