Mohon tunggu...
Gigih saputra
Gigih saputra Mohon Tunggu... Kandidat doktor, filsuf ketuhanan, dosen baru di Stiamak Barunawati..pembangunan masyarakat seimbang

Kandidat doktor, filsuf ketuhanan, dosen baru..pembangunan masyarakat seimbang

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Jer Basuki Mawa Bea dalam Kuliah S3

4 Maret 2021   20:11 Diperbarui: 4 Maret 2021   20:27 97 2 0 Mohon Tunggu...

Saat mbayar SPP untuk semester genap dalam hati berkecamuk, "Itu duit segitu bisa buat beli ipad air gen 4 dengan chipset tercanggihnya, ipad pro gen 3, iphone X, Xr, 8 plus, 11, XS juga kebeli...ah tapi jika dibandingkan pendidikan s3 tentu lebih penting karena ini untuk berkarir. Demi kontribusi dalam pembangunan masyarakat yang baik/seimbang". Begitulah sebagai manusia terjadi pergolakan heheehh.

Saya jadi teringat slogan provinsi Jatim bahwa untuk mencapai kesuksesan pasti butuh pengorbanan. Dalam kuliah s3 selain kemampuan untuk mencari Novelty, dana juga menjadi hal yang utama. Mungkin sering kali kita jadi berpikir berkali-kali mau maju terus atau mundur. Namun hal yang  sebaiknya ditanamkan adalah jika memang kuliah s3 menjadi kebutuhan utama untuk karir ke depan sebagai kontribusi, maka hal itu jangan sampai dikorbankan. 'Pengorbanan' akan menjadi kata-kata yang akan sering kita dengar dan kita hayati. 

Ya..masalah pendanaan jangan sampai mengorbankan niatan kita. Menambah jumlah doktor di negeri ini juga menjadi kontribusi tersendiri yang harapannya dapat mengembangkan berbagai bidang ilmu untuk pemecahan masalah-masalah masyarakat. Sungguh mulia memang. 

Ada banyak cara mulai dari beasiswa yang bertebaran maupun kuliah sambil kerja. Anggaplah pendidikan tinggi sebagai salah satu investasi yang begitu berharga juga. Karena itu sebagai investasi ilmu pengetahuan yang amalnya tidak akan terputus saat kita wafat kelak. Saat waktu untuk mengemban amanah sebagai wakil Allah untuk mengatur bumi telah habis.

Investasi bukan hanya tanah, emas, atau saham namun ada investasi yang begitu tinggi nilainya yaitu investasi ilmu. Kita juga bisa mengatur gaya hidup kita agar menggunakan uang kita dengan tepat guna. Sekalian belajar pengaturan keuangan agar terjadi keseimbangan. Ya tentu investasi ilmu ya..bukan sekedar cari gelar apalagi membeli gelar untuk kepentingan tertentu. Itu akan menjadi sumber masalah baru. Ilmu tidak berkembang dan ujung-ujungnya tersangkut kasus korupsi. Naudzubillah....

Investasi itu pada akhirnya akan berbuah manis...ya selama kita benar dalam prosesnya. Mulai dari memenuhi kedalaman mencari novelty, mengatur keuangan, management stress, management kesehatan, management semangat, dan management keluarga.  Yang terakhir saya saya tidak bisa berkata apa-apa karena saya belum ke jenjang itu heheheheh. Jadikan kuliah s3 sebagai sarana menolong agama Allah...Allah pasti menolong hambaNya yang menolong AgamaNua dan meneguhkan kedudukannya..salam semangat..Barakallah..

Terinspirasi dari Kampus  Saya

'Kuliah dan kerja' adalah slogan yang mainstream di tempat saya mengajar yaitu di Stiamak Barunawati. Sekolah yang concern membentuk skill dalam bisnis kepelabuhan guna memajukan dunia kemaritiman. Dunia yang begitu prospek dan layaknya menjadi positioning khas negara kita. 

Begitu banyak mahasiswa yang terbiasa dengan 'Double K' tadi. Saya berpikir usia mereka yang masih muda punya semangat luar biasa untuk mencari ilmu dan mencari nafkah. Hasil nafkahnya pun juga salah satunya untuk investasi ilmu. Kadang saya malu di hadapan mahasiswa saya. "Mereka saja bisa, saya juga harus bisa". 

Refleksi itulah salah satu yang selalu melecut saya agar selalu semangat dan tidak kehabisan bensin. Ingat konsistensi mentalitas juga menjadi kunci utama. Semacam simbiosis mutualisme, saya pun tak lelah memberikan motivasi untuk bersungguh-sungguh menyerap skill dan membentuk akhlak/berintegritas. Saya pun belajar mentalitas dari mereka karena bukan mental tempe tentunya untuk bisa 'Double K' dengan penuh keseimbangan. Ya layaknya slogan Stiamak "Ilmu dapat, kerja  cepat, Stiamak hebat"

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x