Mohon tunggu...
Ghea Cantika
Ghea Cantika Mohon Tunggu... Mahasiswi Kesejahteraan Sosial Universitas Padjadjaran

-

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Peran Pemerintah dan Masyarakat dalam Menghadapi Covid-19

11 Mei 2020   16:08 Diperbarui: 11 Mei 2020   16:11 2958 0 0 Mohon Tunggu...

Virus Corona atau SARS-CoV-2 merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan sehingga dapat menyebabkan gejala seperti demam,batuk dan sesak napas. Virus ini juga dapat menyebabkan gangguan berat seperti Pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal dan bahkan kematian. Penyakit karena infeksi virus ini disebut Covid-19.

Virus ini berawal di Wuhan, Cina pada akhir Desember 2019. Lalu, pada awal tahun 2020 pandemi virus ini telah menyebar ke sebagian besar negara di dunia termasuk ke Indonesia. Hingga kini, 11 Mei 2020 terdapat data sebaran Virus Corona (Covid-19), tercatat sekitar 14.265 orang positif Covid-19 dengan rincian 2.881 orang sembuh dan 991 orang meninggal.

Upaya dan langkah pemerintah dalam menghadapi dan menangani Pandemi virus ini yaitu dengan menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan Social Distancing atau Physical Distancing dan juga melakukan program Stay At Home yang secara berkelanjutan menjadi Tindakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan di setiap daerah terutama daerah yang dikategorikan Zona Merah. 

Dengan adanya pembatasan tersebut menyebabkan masyarakat tidak bisa dengan bebas melakukan segala kegiatan diluar rumah salah satunya yaitu kegiatan bekerja, beberapa jenis pekerjaan yang dapat menerapkan sistem Work From Home (WFH) misalnya pekerja kantoran (swasta) maupun Instansi Pemerintahan,

Akan tetapi tidak semua pekerjaan dapat menerapkan sistem WFH,  khususnya untuk pekerja harian dan pekerja sektor Informal (contoh : pedagang, pekerja/buruh harian) sehingga hal ini akan berdampak kepada menurunnya pendapatan pekerja harian maupun sektor Informal bahkan sampai dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sehingga tingkat pengangguran meningkat dan mengakibatkan golongan masyarakat tertentu tidak dapat memenuhi kebutuhan pokoknya.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah memiliki beberapa upaya seperti melakukan beberapa program bantuan dan kebijakan bantuan kepada para masyarakat di lapisan bawah yang bertujuan untuk menjaga pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. Salah satu kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah adalan Bantuan Sosial secara langsung atau Bantuan Langung Tunai (BLT) yaitu mengalokasikan anggaran dengan besaran Rp.600.000 per bulan selama 3 bulan untuk 2,6 juta jiwa atau 1,2 juta KK.

Namun, bantuan yang diberikan tersebut dapat membuat masyarakat menjadi ketergantungan terhadap pemerintah selama Pandemi ini. Hal tersebut mengakibatkan munculnya masalah sosial yang baru. Berdasarkan sudut pandang pekerja sosial, masyarakat yang menerima bantuan oleh pemerintah menjadi tidak berfungsi secara sosial atau tidak dapat menjalankan keberfungsian sosialnya. Keberfungsian Sosial dalam hal ini yaitu kondisi ketika masyarakat mampu melaksanakan peran sosialnya dengan baik sehingga dapat menyelesaikan masalahnya dan memenuhi kebutuhannya. 

Pandemi Corona yang sedang terjadi saat ini juga masih sulit untuk diprediksi dengan pasti akan selesai dalam 3 bulan kedepan. Sehingga, kebijakan bantuan yang dibuat pemerintah tidak dapat dipastikan mampu memenuhi kebutuhan pokok seluruh masyarakat di lapisan bawah untuk beberapa waktu kedepan.

Untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya kerjasama antara pemerintah dan peran masyarakat secara aktif, salah satu program yang dilakukan oleh pemerintah saat ini yaitu dengan meningkatkan skill dan knowledge masyarakat usia produktif melalui program Kartu Pra Kerja dengan harapan masyarakat dapat melakukan aktivitas yang produktif.

Sebagai tambahan, beberapa pendapat untuk mengatasi permasalahan sosial yang disebutkan diatas;

  •  Negara Indonesia adalah negara yang kaya dengan Sumber Daya Alam (Agraris). Hal ini merupakan potensi yang dapat dikembangkan oleh masyarakat yang menganggur karena kehilangan pekerjaannya akibat pandemi ini, misalnya dengan Program "Kembali ke Desa"  untuk meningkatkan potensi dan pendapatan daerah asal masing-masing. Hal ini membutuhkan support dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.
  • Program "Bela Negara" yang telah dikemukakan oleh Gubernur Jawa Barat yaitu Bpk. Ridwan Kamil, maksud dari Bela Negara yaitu peran serta masyarakat secara aktif dengan membantu pemerintah untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 ini, misalnya bantuan masyarakat golongan mampu ke masyarakat tidak mampu, bantuan masyarakat menjadi tenaga sukarela/relawan, dan bantuan masyarakat untuk patuh dengan anjuran pemerintah yaitu Stay At Home secara konsisten.

VIDEO PILIHAN