Mohon tunggu...
Ghani Rizmfd
Ghani Rizmfd Mohon Tunggu... Golf Romeo Mike

Pemburu Dollar

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Input-Output Antar Sektor Pertanian Dalam Mendukung Perekonomian

10 November 2019   08:25 Diperbarui: 10 November 2019   09:13 0 1 1 Mohon Tunggu...
Input-Output Antar Sektor Pertanian Dalam Mendukung Perekonomian
Input-Output Antar Sektor Pertanian Dalam Mendukung Perekonomian

SEKTOR PERTANIAN DAN PERTERNAKAN

Indonesia merupakan negara agraris, sehingga sebagian besar rakyat indonesia bermata pencarian sebagai petani dan peternak. Adapun kontribusi sektor pertanian dan peternakan terhadap pertumbuhan dan perkembangan perekonomian di Indonesia Sektor ini mencakup subsekor tanaman, bahan makanan, tanaman perkebunan, peternakan, kehutanan dan periakanan. 

Sampai dengan tahun 2003 ini sekor pertanian masih merupakan andalan dalam membentuk perekonomian Jombang, sekalipun peranannya cenderung mengecil. Pada tahun 2000 sektor pertanian memberi kontribusi sebesar 42,05% dan pada tahun 2003 mengecil lagi menjadi 38,16%. 

Subsektor terbesar dalam membentuk PDRB sector pertanian adalah sub sekor bahan makanan dengan memberikan peran sebesar 27,83% (tahun 2003) terhadap PDRB. Sedangkan subsektor lainnya seperti tanaman perkebunan, peternakan kehutanan dan perikanan masing-masing memberikan peran sebesar 3,89%, 5,541%, 0,62%, dan 0,40%.

  • Kontribusi Produk

Pertanian dan peternakan sangat berperan dalam kehidupan manusia terutama warga Indonesia yang kebutuhan pangannya didominasi dengan bidang pertanian dan peternakan seperti beras, sayuran, buah, daging, susu, kulit dan lain sebagainya. Pertanian juga berperan sebagai penyuplai bahan baku yang nantinya akan diolah oleh industri manufaktur.

  • Kontribusi Pasar

Dengan adanya pertanian dan peternakan dapat dibentuk sebuah sistem pasar bebas yang di dalamnya terjadi berbagai pertukaran kebutuhan pokok dengan uang. Dalam kondisi ini Pemerintah juga ikut serta dalam penetapan harga -- harga yang terjadi di pasar bebas.

  • Kontribusi devisa

Pertanian dan peternakan mampu memberikan devisa kepada negara apabila pertanian dan peternakan mampu meningkatkan kapasitas produksi dan meningkatkan daya saing produk pertanian ataupun peternakan. Hal ini harus dilakukan agar para petani dan peternak Indonesia mampu meningkatkan ekpor dan mengurangi impor. Dalam proses perubahan ini, pemerintah harus ikut seta membantu para petani dengan cara menyediakan lahan yang di gunakan para petani, memberi pelatihan dasar, memberikan subsidi mesin -- mesin dan bibit unggul, serta menghimbau masyarakat untuk menggunakan produk pertanian dan peternakan dalam negeri. Hal tersebut bermanfaat untuk mengurangi impor dan menambah ekspor.

Pandangan negatif pada sektor pertanian dan peternakan.

Rendahnya output bidang pertanian di wilayah Indonesia disebabkan adanya :

  • Perubahan Iklim

Dengan perubahan iklim kemarau para petani sangat membutuhkan pasokan air untuk mengirigrasi daerahnya, maka oleh karena itu harus ditemukan sebuah inovasi untuk menangani masalah tersebut.

  • Lahan Pertanian

Dewasa ini lahan pertanian di Indonesia sudah semakin berkurang, hal itu disebabkan karena adanya pembangunan gedung -- gedung dan sebagainnya. Dalam menanggapi hal ini sebaiknya pemerintah menetapkan undang -- undang pengkhususan lahan pertanian.

  • Kualiatas SDM rendah

Petani di Indonesia pada umumnya masih tradisional, belum menggunakan mesin -- mesin pembantu yang dialakukan seperti negara --negara maju lainnya, hal inilah yang menyebabkan output pertanian belum bisa menyaingi hasil output dari luar negeri.

  • Rendahnya penggunaan Teknologi
  • Langkah -- langkah yang dapat di lakukan oleh pemerintah dalam menangani permasalahan bidang pertanian dan peternakan antara lain :

Melakukan penyediaan berbagai sarana pendukung sektor pertanian dan peternakan untuk membuka lahan baru sebagai tempat yang dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Indonesia. Keberpihakan bagi sektor pertanian, seperti ketersediaan pupuk dan sumber daya yang memberikan konsultasi bagi petani dalam meningkatkan produktivitasnya, perlu dioptimalkan kinerjanya. Keberpihakan ini adalah insentif bagi petani untuk tetap mempertahankan usahanya dalam pertanian. Karena tanpa keberpihakan ini akan semakin banyak tenaga kerja dan lahan yang akan beralih ke sektor-sektor lain yang insentifnya lebih menarik.

SEKTOR KUNCI PERTANIAN YANG MENDUKUNG PEREKONOMIAN

Kementerian Pertanian (Kementan) menilai kantong-kantong kemiskinan masih banyak terdapat di pedesaan. Sehingga peningkatan infrastruktur pertanian melalui program padat karya merupakan salah satu solusi menjawab tantangan mewujudkan ketahanan pangan nasional sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat (terutama petani) di pedesaan. 

Program padat karya dilaksanakan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan penyediaan air irigasi pertanian melalui rehabilitasi dan peningkatan fungsi jaringan irigasi tersier serta pengembangan irigasi perpompaan. peningkatan infrastruktur irigasi pertanian dilaksanakan dengan cara memberdayakan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan Kelompok Tani. Mulai dari perencanaan awal sampai pelaksanaan fisik dilapangan (pelaksanaan secara padat karya).

Program padat karya infrastruktur pertanian ini diharapkan dapat menyentuh langsung kebutuhan publik sehingga dapat memberikan kontribusi selain peningkatan produksi pertanian, juga pengentasan kemiskinan dan penyediaan lapangan kerja. Sektor strategis ini berperan penting menumbuhkan perekonomian masyarakat, terutama bagi kemajuan petani Indonesia. Sektor pertanian memiliki banyak komponen pendukung.