Mohon tunggu...
gerry setiawan
gerry setiawan Mohon Tunggu...

aktivis jaringan epistoholik jakarta (JEJAK) Editor Buku "Internasionalisasi Isu Papua, Aktor, Modus, Motiv" Penerbit: Antara Publishing (2014)

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Sukses Jadi Walikota Terbaik Dunia, Ridwan Kamil Berbagi Visi Bangun Papua

18 Juni 2014   20:15 Diperbarui: 20 Juni 2015   03:14 842 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sukses Jadi Walikota Terbaik Dunia, Ridwan Kamil Berbagi Visi Bangun Papua
14030718311449913239











[caption id="attachment_311711" align="aligncenter" width="495" caption="Foto: www.dakwatuna.com "][/caption]








Kang Emil, itulah sapaan akrabnya Walikota Bandung Ridwan Kamil. Tokoh mudah ini baru saja terpilih menjadi salah satu wali kota terbaik di dunia. Ridwan terpilih bersama 11 wali kota lainnya dalam Forum Young Leader Simposium World Cities Summit di Singapura yang digelar sejak 31 Mei hingga 5 Juni 2014 lalu.

Sebelumnya, pria kelahiran 4 Oktober 1971 ini juga mendapat nominasi peraih penghargaan wali kota terbaik dunia versi World Mayor Prize 2014 mewakili Asia,bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin.





"Kalau kita menginginkan Indonesia semakin maju dan sejahtera dalam bingkai NKRI, kota-kota dan provinsi-provinsi di Indonesia harus saling membantu..."

Selasa, 17 Juni 2014 Kang Emil tampil sebagai narasumber di Metro TV. Uniknya Kang Emil tidak bicara tentang bagaimana memajukan Kota Bandung yang ia pimpin, tetapi bersama tokoh Perempuan Papua Annike Rawar mereka berbagi visi dan harapan tentang bagaimana memajukan Papua. Lho, kok..?

“Ini tidak ada unsur politik, tetapi hubungan antar-anak bangsa untuk men-share apa yang kami punya,” kilahnya.




[caption id="attachment_311712" align="aligncenter" width="594" caption="Ridwan Kamil bersama Annike Rawar dari Papua (Foto : hasil olahan pribadi)"]

14030718891250667486
14030718891250667486
[/caption]

Ia mengaku, beberapa saat setelah ia dilantik menjadi Walikota Bandung, sejumlah mahasiswa asal Papua bertemu dirinya untuk menyampaikan aspirasi terkait masalah pendidikan.

“Di Bandung saat ini terdapat hampir seribu pelajar asal Papua. silahkan anak-anak Papua untuk belajar di Bandung. Selain itu, saya juga didatangi oleh Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua yang meminta saya untuk membantu pembangunan di Papua,” terangnya.

Desk Papua

Setelah pertemuan itu, sekitar 6 (enam) bulan lalu Kang Emil ke Papua untuk melihat langsung kondisi di sana. Dan ia menyimpulkan, Papua memang layak dibantu. Masih banyak kebutuhan dasar yang belum terpenuhi, seperti kebutuhan air bersih, rumah tinggal yang layak, pendidikan dsb. Sepulangnya dari Papua, ia langsung membentuk Desk Papua yang isinya separuh orang Papua dan separuhnya lagi orang Bandung dengan misi kemanusiaan untuk membantu pembangunan di Papua.

“Kita bangun budaya Sunda-Papua lebih erat, supaya orang-orang Papua merasa ada saudaranya-saudaranya yang peduli pada kondisi mereka,” jelasnya.

Salah satu kajian Desk Papua yang ia pimpin, adalah resources alam di Papua sangat memadai. Lalu mereka merancang sebuah program untuk mengembangkan konsep energi mandiri bagi Papua. Ada energi angin dan air yang melimpah di Papua. Ini harus dirancang dan dimanfaatkan. Dengan kemandirian energi ini bisa menjawab hal-hal mendasar bagi masyarakat disana.

“Dan ini tidak hanya wacana saja, tetapi sudah dalam bentuk program-program ril yang sedang dikerjakan. Tahun ini programnya apa, tahun depan mengerjakan apa, hingga lima tahun ke depan,” ujarnya antusias.

Mengugah Solidaritas Daerah Lain

Kang Emil berharap, mudah-mudahan apa ia kerjakan bisa menggugah daerah lain untuk menyumbangkan resources apa yang mereka punya untuk mengembangkan pembangunan di Papua.

“Saya selalu ingat pesan ibu saya, manusia yang terbaik adalah manusia yang manfaatnya paling banyak untuk orang lain. Kalau kita sudah cukup mandiri untuk diri kita sendiri, di situ kita dituntut peran lebih untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Kang Emil membeberkan prinsip hidupnya.

Dengan prinsip itu, ia berkeyakinan, kalau kita menginginkan Indonesia semakin maju dan sejahtera dalam bingkai NKRI, kota-kota dan provinsi-provinsi di Indonesia harus saling membantu. Karena setiap daerah pasti punya banyak kelebihan dan juga punya kekurangan.

“Papua saat ini punya potensi yang banyak, hanya perlu sentuhan solidaritas dari daerah-daerah lain untuk mengembangkan potensi itu demi kesejahteraan masyarakat di Papua,” tegasnya. [***]

VIDEO PILIHAN