Mohon tunggu...
Niko Nababan
Niko Nababan Mohon Tunggu... Guru - Manusia biasa yang berproses menjadi seorang guru

Temukan saya di: http://nikonababan.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Wanita yang Tak Pernah Menyatakan Cinta

20 Mei 2019   19:53 Diperbarui: 20 Mei 2019   23:06 413
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
John Barney Art - Original Abstract Painting/zatista.com

Doni yang merasa takut, terus berlari melewati pohon-pohon sawit di belakang rumah mereka. Ia takut jika ayahnya benar-benar ingin mencelakainya dengan parang panjang itu. 

Ketika ayahnya marah, ia tidak lagi mengunakan akal pikirannya. Namun baru kali ini ia di hendak dicelakai menggunakan senjata tajam. Biasanya ayahnya menggunakan otot untuk memukulnya.

Doni benar-benar terpojok. Ia tidak memegang benda apapun ditangannya untuk membela diri. Belum lagi sebuah duri sawit menusuk kakinya. Doni berusaha menahan rasa sakit itu dan terus berlari. 

Doni pun berhenti berlari. Sebuah pagar berkawat duri berada dihadapannya. Ia tak mungkin dapat mewati pagar itu. Itu adalah perbatasan kebun mereka dengan kebun tetangga yang memang sengaja dipasang pagar berkawat duri. Sekarang ia pada posisi terpojok.

"Kenapa kau takut ?" Kata ayahnya.

"Aku ngak takut, aku hanya tak ingin mati dengan cara seperti ini," balas Doni.

Doni tampak berusaha tetap tenang, lalu berkata kepada ayahnya.

"Mau sampai kapan kau memperlakukan kami seperti ini, bagian mana dari tubuhku yang belum kau pukul ?"

"Sekarang apa?"

"Kau mau membunuhku ?"

"Apakah kau benar ayahku ?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun