Mohon tunggu...
Gentur Adiutama
Gentur Adiutama Mohon Tunggu... ASN di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Pecinta bulutangkis dan pengagum kebudayaan Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Musik Artikel Utama

Menyambut Musik Etnik Indonesia di Tanah Kelahiran Mozart

7 Juni 2019   11:37 Diperbarui: 7 Juni 2019   13:05 0 6 3 Mohon Tunggu...
Menyambut Musik Etnik Indonesia di Tanah Kelahiran Mozart
Erwin Gutawa akan tampil memimpin orkestra etnik Indonesia di Wina. Foto: KOMPAS.

Setiap mendengar nama negara Austria, orang-orang pasti akan langsung teringat dengan Wolfgang Amadeus Mozart. Hal itu karena komponis musik klasik yang disebut-sebut sebagai yang terbaik pada masanya itu memang lahir, berkarya hingga meninggal di negara tersebut. 

Wina sebagai ibu kota Austria juga sudah sejak lama menyandang status sebagai Kota Musik. Selain Mozart, sejumlah komponis hebat seperti Ludwig van Beethoven, Johann Strauss dan Franz Joseph Haydn berasal dari kota yang disebut dengan nama Vienna dalam Bahasa Inggris tersebut.

Musik telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Wina. Foto: musicofvienna.com.
Musik telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Wina. Foto: musicofvienna.com.
Predikat Kota Musik bukan sesuatu yang hanya sekadar julukan. Bermusik adalah bagian dari kehidupan masyarakat Wina. Banyak dijumpai sekolah musik dan lembaga kebudayaan di bidang musik. Sebuah museum musik bernama The Haus der Musik juga berdiri di kota yang tercatat sebagai salah satu Warisan Dunia UNESCO itu.

Musik berbagai genre juga rutin dipentaskan di gedung-gedung pertunjukan yang tersebar di sudut-sudut kota. Berdasarkan data dari pemerintah kota Wina, terdapat setidaknya 300 pertunjukan musik klasik, pop, rock, jazz dan lainnya yang dipentaskan setiap tahunnya di sana.

Semangat menghadirkan berbagai genre musik di Wina dimanfaatkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Wina. Bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, KBRI akan menyelenggarakan konser musik bertajuk Ethnorchestra: A Melody of Friendship pada tanggal 12 Juni 2019 di salah satu gedung konser terbaik di kota Wina, yaitu Mozart Saal di Wiener Konzerthaus, yang berkapasitas sekitar 700 orang.

Mozart Saal yang akan jadi lokasi konser. Foto: Konzerthaus.at
Mozart Saal yang akan jadi lokasi konser. Foto: Konzerthaus.at
Konser Ethnochestra, sesuai nama dan judul konser, akan merupakan perpaduan antara orkestra simfoni Austria dengan beberapa instrumen musik tradisional Indonesia. Orkestra simfoni akan memainkan lagu-lagu Indonesia, baik lagu-lagu yang bernuansa daerah maupun lagu kontemporer karya komponis ternama Indonesia, seperti Erwin Gutawa dan Sandhy Sondoro. 

Dalam konser tersebut, komponis dan musisi terkemuka Indonesia Erwin Gutawa, berkolaborasi dengan musisi dan conductor ternama Austria, Johannes Vogel, yang juga merupakan pemimpin Synchron Stage Orchestra Vienna (SSOV). 

SSOV merupakan mitra studio rekaman terkemuka di Austria maupun dunia, yaitu Synchron Stage Studio yang sering digunakan untuk memainkan musik sound-track film-film kelas dunia, seperti Pacific Rim Uprising, Sky Hunter, Inferno, dan Blue Planet. Para musisi yang tergabung ke dalam orkestra SSOV ini merupakan musisi yang juga bagian dari grup simfoni klasik terkenal Austria Vienna Philharmonic Orchestra. 

Penyelenggaraan konser ini merupakan salah satu bagian dari program diplomasi budaya Indonesia di Austria, dan dimaksudkan untuk memperdalam hubungan bilateral antara Indonesia dan Austria.

Poster Konser Ethnochestra, 12 Juni 2019. Foto: KBRI Wina.
Poster Konser Ethnochestra, 12 Juni 2019. Foto: KBRI Wina.
Duta Besar RI untuk Austria, Dr. Darmansjah Djumala menyebutkan bahwa partisipasi komponis dan musisi terkemuka Indonesia, Erwin Gutawa dan kawan-kawan dalam konser kolaborasi ini diharapkan dapat membantu mempromosikan seni-budaya Indonesia di panggung internasional, dalam hal ini karya musik Indonesia, dan semakin meningkatkan interaksi antar masyarakat kedua negara yang pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan hubungan Indonesia dan Austria di berbagai bidang.

Wina sebagai pusat musik dunia memberikan peluang besar bagi kehadiran musik kontemporer karya komponis Indonesia di tengah-tengah percaturan musik di Austria. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x