Mohon tunggu...
Rachmad Gempol
Rachmad Gempol Mohon Tunggu...

RACHMAD YULIADI NASIR, Jurnalis Independent. Mesjid Deah Bitay Aceh Turkiye Jl.Teungku Di Bitay No.1\r\nBitay Jaya Baru Banda Aceh 23235. SMS: 088260020123\r\n

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Bahasa Inggris dalam Menghadapi Persaingan MEA

29 Maret 2016   15:29 Diperbarui: 29 Maret 2016   15:37 0 0 0 Mohon Tunggu...

JAKARTA-GEMPOL, Memasuki tahun 2016 ini maka bangsa Indonesia dan kawasan negara ASEAN lainnya sudah bersiap-siap untuk menerima era pasar bebas ASEAN atau MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN).

Tentu saja perlu persiapan yang matang menghadapi era pasar bebas ASEAN atau MEA.

Untuk itulah diperlukan sarana bahasa sebagai bahasa komunikasi. Sebagai bahasa internasional maka bahasa Inggris dipandang sangat penting untuk menghadapi pasar bebas ASEAN atau MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN).

Kampus Unsyiah dalam hal ini FKIP bahasa Inggris sampai membuat acara penting yaitu Seminar Nasional Bahasa Inggris yang berthemakan, "Meningkatkan Sumber Daya Manusia dalam Penguasaan Bahasa Asing menuju MEA", pada hari Kamis, 24 Maret 2016.

Dalam susunan acara yang diberikan oleh panitia terlihat sebagai berikut: Tarian Ranup lampuan, kalam ilahi, Kata sambutan Ketua Panitia, Kata sambutan Ketua ESA 2015-2016, Kata sambutan ketua IKAMABSI Sumatera, Kata Sambutan Dekan FKIP Unsyiah, Kata Sambutan Ketua Prodi Bahasa Inggris Unsyiah, Pemutaran video tanggapan tentang Muswil Ikamabsi 2016, Pembacaan Doa, Penutupan.

Selanjutnya acara Seminar, Materi 1 Bpk. Qismullah Yusuf (University Malaysia), Acoustic dari Kampus Cut Nyak Dhien, Materi 2 Bpk. Nazamuddin (wakil rektor IV Unsyiah), Tanya jawab Audiens, Penutupan dan Kesimpulan, Penyerahan Plakat kepada pemateri.

Masyarakat Indonesia khususnya Aceh belum siap dalam menghadapi MEA. Kendala bahasa Inggris masih banyak ditemui. Padahal negara-negara ASEAN lainnya seperti Vietnam, Thailand, Filipina telah mempersiapkan para guru dan pekerjaanya dengan penguasaan bahasa Indonesia karena negara Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial.

Negara Malaysia sendiri sampai mempersiapkan jumlah guru yang berlipat ganda agar bisa menguasai pasar guru di wilayah Indonesia.

Untuk bisa bersaing di negara ASEAN lainnya seperti: Singapura, Filipina, Thailand, Vietnam maka bangsa Indonesia harus mempersiapkan SDM dengan penguasaan bahasa Inggris yang baik.

Setelah istiharat acara dilanjutkan dengan Muswil (Musyawarah Wilayah) Sumatera IKAMABSI 2016. Pemilihan ketua yang baru, study tur di wilayah kampus Unsyiah, kunjungan ke mesjid Oman, mesjid Baiturrahim Ulee Lheu. Wisata Islami ke museum Aceh, museum Tsunami serta kunjungan ke PLTD Apung.

 

 

KONTEN MENARIK LAINNYA
x