Wisata

Festival Tahunan Masyarakat Bali

4 Oktober 2017   11:22 Diperbarui: 10 Oktober 2017   20:28 290 1 0

Seni tradisi kita merupakan bagian dari kebudayaan leluhur, yang dimana sejak dulu telah digunakan sebagai media pendidikan yang diyakini untuk membentuk karakter masyarakatnya. Di Bali sendiri, terdapat hampir semua pertunjukan seni digunakan sebagai persembahan untuk acara keagamaan, selain pertunjukan seni sebagai persembahan, dalam hal ini berkontribusi penting membentuk dan mencerahkan karakter masyarakatnya. Seiring berjalannya waktu, zaman sudah semakin modern sehingga sebagian remaja khususnya remaja di Bali semakin terbuai oleh pengaruh globalisasi.

Masyarakat modern masa kini telah kehilangan tujuan hidup dan jati dirinya. Pergeseran budaya yang sangat cepat sehingga  besar efeknya dalam pembentukan  nilai-nilai pola pikir dan prilaku masyarakat kita. Seni dan tradisi yang sangat kental diturunkan leluhur kita tergilas laju era kekinian. Di masa yang serba canggih, sering kali remaja melupakan kebudayaan asli mereka, yaitu kebudayaan Bali. Namun meski begitu, di beberapa sekolah tetap berusaha agar anak didik mereka tetap melestarikan kebudayaan Bali.

Era baru semestinya tidak dapat menghilangkan karakter bangsa. Sangat beruntung karena semangat untuk mempertahankan karakter diri dan kebudayaan itu masih terasa sangat kental di Pulau Bali. Disamping dengan menjalankan kegiatan ritual keagamaan masih dimeriahkan oleh persembahan seni ngayah yang dilakukan secara suka rela oleh seniman - seniman Bali. Para seniman Bali masih tetap bekerja keras dan berusaha melestarikan warisan seni leluhurnya.

Pada masyarakat Bali umumnya, hasrat untuk melakukan hal yang bersifat seni dan menyimak kesenian sudah tampak tumbuh dan berkembang sejak masih kecil. Ini membuktikan pendidikan karakter generasi muda bangsa itu sudah bersemi sejak dini. Maka dari itu, melakukan hal yang bersifat seni dalam konteks ritual keagamaan dan dalam pertunjukan atau lomba patut terus ditingkatkan dan diselenggarakan, dengan itu memiliki andil membentuk karakter masyarakat Bali.

Pemerintah Bali pun tidak tinggal diam dalam hal ini dengan gencar melestarikan kebudayaan dan tradisi yang sudah diwariskan, dengan menggelar festival kesenian rutin, yang disambut sangat antusias oleh masyarakat. Bali Art Festival atau yang sering disebut dengan Pesta Kesenian Bali, acara ini diselenggarakan setiap tahunnya yang dimana acara merupakan acara kebanggan masyarakat Bali. Dalam acara ini akan mempertunjukan kemampuan seniman - seniman di seluruh Bali, ada berbagai acara yang mengandung nilai - nilai kesenian yang  kreatif dan inovatif dapat kita jumpai di festival yang berlangsung satu bulan penuh bertempat di Taman Budaya Art Center, Bali.

Untuk berpartisipasi dan tampil dalam Pesta Kesenian Bali, masyarakat Bali harus menjalani seleksi yang dimulai dari tingat desa, hingga bersaing pada tingkat kabupaten yang dimana dari tiap kabupaten tersebut berlomba untuk menjadi pemenang sehingga dapat mewakili dalam Pesta Kesenian Bali. Secara khusus Pesta Kesenian Bali menjadi kebanggan dan prestasi masyarakat terlebih lagi banyak seniman yang ikut turun langsung menunjukan kemampuan dan keahlian mereka dalam masing - masing cabang seni seperti tarian kontemporer, musik, pertunjukan wayang, maupun kerajinan tangan. Dalam satu bulan dalam acara ini menampilkan lebih dari 150 pertunjukan kesenian dari seluruh daerah yang ada di Bali.

Pesta Kesenian Bali pertama dicetuskan oleh Alm. Prof Dr. Ida Bagus Mantra terus menjadi tradisi turun temuruyn masyarakat Bali yang menampilkan beragam budaya serta mempertunjukan keindahan Pulau Dewata demi membangun karakter masyarakat Bali yang menjunjung nilai - nilai seni dan budaya leluhur agar tidak tergerus oleh era kekinian yang sangat cepat. Kini Pesta Kesenian Bali sudah menjadi ikon seni dan budaya karena sudah berhasil menggali dan melestarikan kebudayaan Bali yang sudah mendunia, festival ini juga salah satu cara untuk mengangkat nama Indonesia khususnya Bali di kancah Dunia.