Mohon tunggu...
Gego Muhammad Ashry
Gego Muhammad Ashry Mohon Tunggu... Seorang Dosen di Dept. Hubungan Internasiona, Universitas Hasanuddin

saya hanya seorang pengagum penulis penulis hebat. Saya memberanikan diri bergaul dengan mereka. disini. "Either write something worth reading or do something worth writing" Benjamin Franklin

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Make Indonesia Whole Again!

12 Mei 2019   14:09 Diperbarui: 17 Mei 2019   22:51 0 8 3 Mohon Tunggu...
Make Indonesia Whole Again!
Gambar oleh Henning Westerkamp dari Pixabay

Sebuah video amatir viral. isinya seorang pemuda ingin memenggal kepala pak Joko Widodo. Beberapa orang dalam video tersebut, ikut mengaminkan. Apakah kita mesti risau dengan konten video yang sudah terlanjur viral via media sosial ini?

Video tersebut berkonteks sebuah aksi di depan kantor Bawaslu. Bisa diartikan komentar tersebut berlatar belakang pemilihan presiden 2019. Apakah sudah sedalam ini perpecahan akibat pilpres? kata memenggal kepala orang lain (Presiden pula) sudah begitu enteng dinyatakan secara publik? lalu rekannya rame-rame mengaminkan?

Beberapa potret sosial

Dalam "Catatan Sejumlah Survey" yang dirilis PolMark, bahwa ada peningkatan potensi rusaknya kerukunan sosial selama 2014-2017 (Lalu Rahadian, 2018). Menurut hasil olah data yang dilakukan oleh PolMark Research Center, terdapat 4,3 persen responden yang mengaku hubungan pertemanannya rusak karena Pilpres 2014. Sementara itu, sebesar 5,7 persen responden yang mengatakan hubungan sosialnya terdampak akibat Pilkada Jakarta 2017. (Devina Halim, 2018)

Perpecahan atas dasar agama juga terjadi dalam pilpres tahun 2019 ini, dan ketika pemilihan gubernur Jakarta tahun 2017 lalu. Erwin Renaldi dan Farid Ibrahim dari ABC menyatakan bahwa Pilpres 2019 yang akan berlangsung April dan selama musim kampanye berlangsung, perpecahan dan konflik antar warga semakin banyak terjadi. Perbedaan pilihan politik telah menciptakan konflik agama, bahkan perpecahan di dalam keluarga. (Erwin dan Farid, 2019).

Cerita-cerita tentang perpecahan akibat pesta politik nasional, juga terjadi di negara maju seperti Amerika Serikat. Tahun 2016 lalu, Jason Szep dari Reuters menuliskan article dengan judul "Go To Hell! A devided America struggles to heal after ugly election". Dalam artikel itu, Szep menceritakan bagaimana keluarga terpecah, pertemanan terputus, tidak ada komunikasi lagi antara anggota keluarga dan antar kolega. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai "salah satu moment krisis persimpangan jalan dalam sejarah". Free-speech berubah menjadi hate-speech.

Make Indonesia Whole Again!

Sampai saat ini Amerika Serikat masih struggle dengan perpecahan yang terjadi akibat pilpres sebelumnya. Banyak yang berharap agar AS keluar dari krisis sosial ini dengan menyerukan "Make America Whole Again". Bagaimana dengan Indonesia? Bagaimana "menyembuhkan" relasi sosial yang sakit akibat pilpres?

Pengumuman belum dilakukan, tapi perpecahan terasa. Saya yakin setiap kita merasakan hal yang sama. Kita cenderung hanya mengklik "like" atau "love" dan "share" pada postingan teman yang sama pilihannya dengan kita. Dan kita mengabaikan diskusi dengan teman yang berbeda pilihan. Diskusi group whatsapp dengan gampang menjadi panas. Beberapa teman bercerita lebih memilih left group. Saya sendiri pun memilih untuk tidak lagi terlalu aktif disalah satu group whatsapp yang saya tahu mayoritas teman-teman saya disitu berbeda pilihan dengan saya.

Pilpres kali ini sangat menguras perasaan. Seorang teman dosen yang saya tahu memiliki researcher-minded pernah menulis status "gerah dengan postingan tentang pilpres dan akan istirahat sementara dari media sosial". Beliau saja, yang kokoh mental nya, kuat rasionya, bisa lelah, apalagi saya.

Entah apa yang harus saya lakukan agar relasi saya sehat kembali. Saya hanya bisa membaca artikel sana sini, menonton video-video yang menginspirasi, terlibat diskusi-diskusi santai dengan kolega, sembari berharap "ada tonji itu moment, dimana kita dikumpul dan ketawa-ketawa seperti dulu lagi". Sambil menunggu moment itu datang, yang bisa saya lakukan adalah "tidak menyirami benih kemarahan/kebencian yang ada dihatiku". Begitumi kapang,,, tabe'

KONTEN MENARIK LAINNYA
x