Mohon tunggu...
Gatot Tri
Gatot Tri Mohon Tunggu... Swasta

life through a lens.. = Selalu patuhi protokol kesehatan selama pandemi COVID-19. Salam sehat selalu! =

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Ospek Itu Harus Bermanfaat dan Bermartabat

16 September 2020   17:11 Diperbarui: 16 September 2020   17:18 45 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ospek Itu Harus Bermanfaat dan Bermartabat
Gaya mahasiswa senior Mount Royal University Kanada ketika menyambut para juniornya awal September 2020 lalu. (sumber: mtroyal.ca) 

Ketika menonton video singkat tentang kegiatan Ospek (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus) di sebuah universitas yang sedang viral itu, ingatan saya menerawang ketika menjalani masa Ospek di kala SMA dulu. Senior saya waktu itu membentak nggak jelas, mewajibkan junior berpakaian dengan tambahan hiasan ini itu, menyuruh junior membawa barang-barang langka atau tidak ada di pasaran, melakukan kegiatan yang konyol, dan lain-lain.

Ketika memasuki perguruan tinggi, kebetulan perguruan tinggi tempat saya pernah menimba ilmu dulu sudah menghilangkan kegiatan unfaedah semacam itu. Saya bersyukur pihak universitas mengambil keputusan yang lebih bijaksana. Para senior tetap tampil di depan junior tetapi dengan cara yang santai dan nyaman di hati. Mereka lebih banyak berbagi tentang kegiatan kampus.

Begitu juga dengan Ospek fakultas, jauh dari kegiatan tidak jelas. Saya ingat para senior membuat kegiatan yang mengasah intelektual misalnya diskusi mengenai isu yang sedang hangat. Kami membentuk kelompok, setiap kelompok didampingi seorang senior, yang seingat saya menilai keaktifan masing-masing junior dalam berdiskusi. Kegiatan Ospek yang lebih kecil, yaitu Ospek program studi atau jurusan, mahasiswa baru malah dilibatkan dalam kegiatan bakti sosial di daerah yang jauh.

Jadi saya merasa heran ketika menonton video singkat itu, mengapa kegiatan Ospek semacam itu masih eksis? Terlepas dari apakah pihak universitas memberi restu atau tidak (belakangan muncul surat resmi dari pihak universitas bahwa ada kesalahan koordinasi terkait dengan kegiatan tersebut - sumber: hai), menurut saya kegiatan Ospek semacam itu sangat tidak relevan dengan kondisi saat ini.

Saya pribadi menyayangkan mengapa para senior kampus tersebut, dan juga senior di kampus lain yang mungkin masih mengadakan Ospek serupa tetapi tidak viral, tidak memikirkan kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi mahasiswa baru? Ada banyak sekali kegiatan, apalagi yang berkaitan dengan mengasah intelektual, tetapi mengapa masih memilih metode bar-bar semacam itu?

Kalau para senior merasa bahwa penggemblengan mahasiswa baru semacam itu perlu dilakukan untuk melatih mental mahasiswa baru, sebetulnya masih ada bentuk kegiatan lain yang lebih positif. Untuk itu, para senior kampus perlu dan harus memiliki daya kreativitas dalam mengemas kegiatan Ospek yang bermanfaat dan bermartabat.

Beberapa usulan kegiatan Ospek yang bermanfaat dan bermartabat

Ospek bentak-bentak, marah-marah yang nggak jelas itu masa lalu. Para senior harus menyadari bahwa para mahasiswa adalah manusia dewasa yang bermartabat, siapapun mereka. Usia mereka rata-rata sudah lewat 17 tahun dan itu sudah tergolong usia dewasa.

Selain itu, para senior kampus juga perlu berempati bahwa diantara junior yang mereka bentak-bentak itu ada mahasiswa yang rentan terdampak secara psikologis. Salah besar bila para senior kampus menggeneralisasi kondisi psikologis setiap mahasiswa baru.

Setiap mahasiswa baru adalah individu yang unik. Mereka datang dari berbagai latar belakang keluarga yang berbeda. Siapa tahu ada mahasiswa yang lelah dengan situasi di rumahnya karena orang tuanya kerap berselisih? Siapa tahu ada mahasiswa baru yang kuliah sambil bekerja sehingga tidak sempat mencari barang-barang yang diminta oleh senior? Siapa tahu ada mahasiswa baru yang juga merawat orang tuanya yang terbaring di ranjang, dimana kondisi itu membuat batinnya tertekan?

Jadi, kegiatan ospek semacam itu sebaiknya dihentikan saja. Tidak ada manfaatnya sama sekali. Bahkan mungkin senior kampus jadi tidak ada wibawanya sama sekali di mata junior. Bisa jadi ada junior yang merasa dendam dengan satu atau beberapa senior. Kalau itu terjadi, maka Ospek telah melenceng jauh dari jalurnya.

Para senior kampus mesti sadar bahwa jaman telah berubah. Saat ini daya kreativitas jadi salah satu kunci keberhasilan seseorang. Untuk itu kegiatan kampus sebaiknya diarahkan ke sana, dikondisikan dengan situasi di masa kini.

Berikut beberapa usulan kegiatan yang bermanfaat dan bermartabat yang bisa dilakukan selama masa Ospek.

Pertama, kegiatan kewirausahaan. Saat ini kemampuan entrepreneurship atau kewirausahaan sangat penting. Tidak hanya bagi wirausahawan tetapi juga kalangan profesional. Mahasiswa baru sebaiknya diperkenalkan dengan kegiatan semacam ini.

Sebetulnya ada sejumlah sekolah SD, SMP dan SMA yang telah mengenalkan kewirausahaan pada siswanya tetapi sebatas pada aktivitas menjual barang. Pembelinya adalah siswa, guru atau orang tua yang datang di sekolah. Nah, di masa Ospek bisa dikembangkan lebih luas lagi.

Situasi sekarang adalah masa pandemi COVID-19, sehingga berjualan secara offline sebaiknya dihindari. Mahasiswa baru diarahkan untuk berjualan secara daring. Bisa berupa simulasi (dengan sistem yang dibuat oleh kampus) atau menggunakan marketplace yang telah ada. Masing-masing mahasiswa baru diminta membuat akun di suatu marketplace dan menjual sejumlah barang di sana.

Senior membuat ketentuan barang apa saja yang bisa dijual, misalnya barang preloved atau menjadi reseller barang dari koperasi kampus atau koperasi mahasiswa. Bisa juga dibuat kompetisi antar individu atau kelompok, misalnya peraih omzet penjualan tertinggi akan mendapatkan penghargaan khusus.

Kedua, menggunakan media sosial yang positif. Ini juga penting di masa kini apalagi banyak informasi hoaks berseliweran di media sosial. Tujuannya agar para mahasiswa baru lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan mampu menyaring informasi tertentu sebelum dibagikan.

Mahasiswa juga diperkenalkan dengan sejumlah konsekuensi hukum bila mengunggah atau mencuit konten tertentu yang mengandung hoaks atau mengandung sentimen SARA (Suku, Agama, Ras, Antar Golongan). Sesi praktek materi ini, senior kampus membuat suatu akun dengan konten tertentu. Setiap mahasiswa baru wajib follow akun tersebut dan wajib meresponnya. Admin akun media sosial senior kampus wajib memantau respon dari para mahasiswa.

Pada awalnya senior mengunggah atau mencuit informasi atau isu yang sedang hangat. Berikutnya, senior bisa menyelipkan informasi yang mengandung hoaks atau disinformasi untuk memancing respon para junior. Ini ditindaklanjuti dengan sesi pembahasan mengenai informasi hoaks tersebut dan potensi bahaya bila informasi tersebut dipercaya.

Ketiga, public speaking atau berbicara di depan umum. Setiap mahasiswa baru ada yang cenderung ekstrovert dan introvert. Tetapi mereka semua perlu diarahkan untuk mampu berbicara di depan umum. Kemampuan ini sangat berguna bagi masa depan mereka.

Para senior perlu menyusun daftar topik yang nantinya akan dipilih oleh mahasiswa baru. Mulai dari isu yang sedang hangat, fenomena yang ada di sekitar, hingga membahas sesuatu yang sedang viral.    

Keempat, menulis artikel. Mahasiswa adalah kaum intelektual yang mengedepankan kognitif. Kaum intelektual menuangkan ide, gagasan atau hasil pengamatan mereka dalam bentuk tertulis misalnya artikel ilmiah atau pun artikel ilmiah populer.

Nah, para mahasiswa baru diberi pengetahuan dasar tentang menulis. Kemudian mereka diminta untuk menulis suatu artikel tentang sejumlah fenomena yang terjadi di sekitar mereka, dengan sejumlah persyaratan misalnya artikel orisinal buatan sendiri, maksimal sekian ratus kata, dan seterusnya.

Artikel karya mahasiswa wajib diunggah di suatu media blogging misalnya Kompasiana, dan dinilai oleh para senior. Para senior memilih artikel terbaik dan memberi reward tertentu kepada peraihnya. Reward akan berlipat ganda bila tim Editor Kompasiana mengangkat artikel mereka sebagai Artikel Pilihan dan Artikel Utama.

***

Itu adalah beberapa contoh kegiatan positif bagi para junior di kampus yang lebih bermanfaat dan bermartabat. Ada banyak kegiatan lainnya itu bergantung pada kreativitas para senior kampus untuk mengemasnya. Kegiatan tersebut aman dan tentu saja tidak meresahkan jiwa para mahasiswa baru.

Lewat kegiatan-kegiatan berfaedah tersebut, para mahasiswa baru akan lebih mudah mengenal dunia kampus secara lebih baik. Yang juga penting, ketika mereka menjadi senior di tahun berikutnya, mereka bisa memutus mata rantai Ospek barbar yang tidak bermanfaat dan tidak bermartabat.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x