Mohon tunggu...
Gatot Tri
Gatot Tri Mohon Tunggu... Administrasi - Swasta

life through a lens.. Saya menulis tentang tenis, arsitektur, worklife, sosial, dll termasuk musik dan film.

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Tetap Sehat dan Panjang Umur Hingga Usia 100-an Tahun ala Warga "Blue Zones"

23 Agustus 2019   14:28 Diperbarui: 24 Agustus 2019   02:01 757
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi sepasang manula (sumber: Huffpost.com)


Warga Okinawa punya budaya "moai" dan makan-makanan bergizi, ada yang masih oke soal ranjang lho.. ;)

Prevalensi centenarian di Okinawa adalah 35 orang setiap 100 ribu orang di Okinawa. Lebih banyak dari centenarian di Sardinia. Para centenarian di Okinawa sebagian besar adalah wanita.

Warga Okinawa punya resep agar hidup lebih lama. Mereka membentuk perkumpulan yang disebut "moai". Satu "moai" umumnya beranggotakan lima orang.

Perkumpulan tersebut sudah ada sejak lama. Bahkan ada perkumpulan yang dibentuk 97 tahun yang lalu dan masih eksis. Para anggotanya rata-rata berusia 102 tahun. Sejak usia lima tahun, warga Okinawa sudah terikat dalam jaringan sosial ini.

"Moai" mirip dengan paguyuban atau sinoman, tetapi punya aspek yang lebih luas lagi. Pada dasarnya mereka saling mendukung anggota kelompok dalam hal finansial. Adanya ikatan personal antar angoota yang kuat membuat mereka juga terikat secara emosional. Hal ini membuat para anggota merasa tenteram karena ada orang lain yang siap membantu mereka.

Di perkumpulan tersebut, biasanya warga minum sake bersama, bahkan menggosip. Bila salah satu anggota tidak datang di suatu pertemuan, anggota lainnya akan bergegas menuju ke rumah anggota yang absen tersebut dengan mengenakan kimono.

Benar kata Aristoteles, filosof Yunani yang hidup pada tahun 384-322 SM. Ia mengatakan bahwa manusia adalah  zoon politicon. Manusia adalah makhluk sosial yang ingin berkumpul / bermasyarakat dengan manusia lainnya. Para anggota "moai" ini saling bergantung dan saling mendukung satu sama lain. Mirip dengan gotong royong di Indonesia.

"Moai" ini positif baik dalam aspek sosial budaya dan psikologis, terlebih dari sisi psikologis. Karena para anggota saling menguatkan, maka mereka tidak gampang stres. Karena tidak banyak pikiran, tubuh mereka pun sehat.

Warga Okinawa juga mempraktekkan "Hara Hachi Bu", salah satu mantra Confusius lama yang mengharuskan mereka berhenti makan sebelum kenyang, kira-kira 80 persen sebelum perut penuh. Memang betul, makan berlebihan itu tidak baik bagi kesehatan.

Tentang makanan yang mereka konsumsi, ahli gerontologi Dr. Craig Willcox mengatakan kepada The Guardian bahwa warga Okinawa punya prinsip 'makan (makanan yang) serendah mungkin dalam rantai makanan'. Artinya mereka lebih banyak makan makanan nabati.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun