Mohon tunggu...
Gatot Tri
Gatot Tri Mohon Tunggu... Administrasi - Swasta

life through a lens.. Saya menulis tentang tenis, arsitektur, worklife, sosial, dll termasuk musik dan film.

Selanjutnya

Tutup

Music Artikel Utama

"Cornucopia", Konser Musik Penuh Imajinasi dari Bjork

8 Agustus 2019   20:31 Diperbarui: 10 Agustus 2019   15:57 141
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi: Bjork (sumber: NPR.org)

Penyanyi art pop dan avant-garde dari Islandia, Bjork, saat ini sedang menggelar konser musik spesial yang diberi nama "Cornucopia" atau juga disebut "Bjork's Cornucopia". Konser dimulai pada 6 Mei 2019 lalu di The Shed, bangunan baru di Hudson Yards, Manhattan, New York City (NYC) yang dibuka April 2019 lalu.

"Cornucopia" adalah konser musik spesial kedua Bjork yang tidak berkaitan dengan salah satu rilisan album. Tahun 2003 lalu, penyanyi 53 tahun itu pernah mengadakan konser serupa yang diberi judul "Greatest Hits". Konser itu merupakan rangkuman pencapaiannya di empat album pertamanya.

Konser "Cornucopia" tidak akan fokus pada salah satu albumnya. Konser tersebut mempersembahkan sejumlah karya musik dari album-album musik yang pernah ia rilis mulai dari album "Debut" di tahun 1993 hingga album terakhir "Utopia" di tahun 2017 lalu. Tetapi lagu-lagu dalam album "Utopia" lebih mendominasi, mungkin karena album itu masih terbilang baru.

"Bjork's Cornucopia" hanya digelar di tujuh kota dan tujuh negara. Semua tiket dikabarkan sold out sejak penjualan tiket dimulai. The Shed di NYC, Amerika Serikat menjadi venue pertama, bersamaan dengan mulai beroperasinya gedung museum dan pusat kebudayaan megah tersebut.

Bangunan The Shed (sumber: WSP.com)
Bangunan The Shed (sumber: WSP.com)
Konser lalu dilanjutkan ke kota Mexico City di Meksiko di bulan Agustus 2019 ini.  Di bulan November nanti, konser merambah benua Eropa yaitu kota Brussel di Belgia, kota Luxembourg City di Luxembourg.

Dua kota di Inggris Raya, London dan Glasgow menjadi tempat persinggahan berikutnya, lalu berakhir di 3Arena di kota Dublin di Irlandia.

Konsep yang diusung konser tersebut adalah mengawinkan presentasi musik akustik dan visualisasi digital. Dalam cuitannya di Twitter pada 12 November 2018 lalu, Bjork mengatakan bahwa ia akan menyiapkan konser panggungnya yang paling rumit dimana akustik dan digital akan saling berjabat tangan, yang didukung oleh tim kolaborator pilihan.

Cuitan Bjork di Twitter pada 12 November 2018 lalu (sumber: @bjork)
Cuitan Bjork di Twitter pada 12 November 2018 lalu (sumber: @bjork)

Kepada Spin, Bjork mengatakan bahwa konser musiknya ini merupakan perpaduan kostum, tata suara yang imersif, proyeksi video dan paduan suara. Ia juga menyebutnya sebagai konser pop sci-fi dan teater digital.   

Bjork adalah seniman multitalenta pekerja keras yang bisa dibilang idealis dalam setiap karya musiknya, termasuk ketika menghelat konser. Selain menjadi creator dan bintang utama "Cornucopia", ia juga menjadi creative director yang mengerjakan konsep konser tersebut.

Ia pernah mengatakan bahwa konser musik spesialnya ini akan didukung oleh kolaborator pilihan. Bjork mengusung semangat inklusif dalam konsernya ini. Ia menggandeng sejumlah nama beken dari berbagai negara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Music Selengkapnya
Lihat Music Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun