Kandidat

Ingin Ulama Memimpin Negeri, Relawan Eks-212 Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

12 Oktober 2018   16:48 Diperbarui: 12 Oktober 2018   17:24 408 0 0

Sejumlah aktivis Aksi Bela Islam 212 mendeklarasikan dukungan kepada pasangan capres-cawapres, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Mereka membentuk kelompok relawan "Eks 212 kawal KH Ma'ruf Amin".

Hal itu setelah mereka mendeklarasikan dukungannya kepada Jokowi di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/10). Menurut Koordinator Eks 212 Kawan KH. Ma'ruf Amin, Razman Arief Nasution, salah satu agenda yang mereka bawa adalah memperjuangkan kepulangan pimpinan FPI Rizieq Syihab dari Arab Saudi dengan aman, nyaman, damai, dan sesuai dengan koridor hukum.

Dasar adanya dukungan eks-212 kepada Jokowi-Ma'ruf Amin ini karena adanya penggiringan opini seolah-olah semua alumni 212 itu mendukung Prabowo-Sandiaga. Padahal, itu hanya dilakukan oleh sebagian saja yang bergabung di Persaudaraan Alumni (PA) 212.

Mereka lupa bahwa lahirnya gerakan 212 karena keluarnya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dipimpin Ma'ruf Amin. Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) saat itu berkomitmen untuk mengawal fatwa yang dikeluarkan Ma'ruf Amin.

Maka itu, Razman dan rekan-rekannya mempertanyakan mengapa GNPF malah berpaling. Sedangkan, dia dan beberapa pendukung 'Eks 212 Kawal Ma'ruf Amin' tetao setia mendukung mantan Ketua MUI tersebut.

Dalam deklarasinya tersebut, eks 212 akan terus mengawal ulama untuk memimpin NKRI. Kehadiran KH Ma'ruf Amin menjadi calon wakil presiden adalah bukti nyata terkabulnya doa dan perjuangan umat selama ini.

Eks 212 akan memperjuangkan aspirasi umat islam mewujudkan pembangunan yang adil sejahtera dan makmur. Karena itu, relawan Eks 212 mendukung Presiden Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin untuk memperjuangkan ekonomi syariah, memeprkuat pendidikan Islam dan pesantren guna penegakan hukum yang adil dan merata di seluruh Indonesia.

Selain itu, eks 212 juga akan memperjuangkan untuk mengembalikan atau memulangkan kembali habib Rizieq Shihab ke Indonesia tanpa halangan yang berarti.

Sekarang beberapa alumni 212 sudah mulai menyadari posisi politiknya. Kita harus pahami kelompok pendukung demo berjilid itu multi-kelompok dan sangat beragam ekspresi politiknya.

Tak semuanya secara bulat mendukung Prabowo-Sandi. Oleh karena itu jangan percaya mereka yang mengklaim akan menggerakkan massa 212 untuk mendukung Prabowo demi memenangkan Pilpres 2019. Itu hanya klaim sepihak, tanpa bukti saja.