Mohon tunggu...
Gapey Sandy
Gapey Sandy Mohon Tunggu... Penulis - Kompasianer

Peraih BEST IN CITIZEN JOURNALISM 2015 AWARD dari KOMPASIANA ** Penggemar Nasi Pecel ** BLOG: gapeysandy.wordpress.com ** EMAIL: gapeysandy@gmail.com ** TWITTER: @Gaper_Fadli ** IG: r_fadli

Selanjutnya

Tutup

Analisis Artikel Utama

Mengapa Najwa Shihab Tak Pantas Jadi Moderator Debat Pilpres?

1 Februari 2019   14:28 Diperbarui: 2 Februari 2019   07:28 2692
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Keputusan menolak Najwa sebagai moderator debat Pilpres, seharusnya patut dipertanyakan lebih mendalam. Kalau Najwa (diduga) dianggap tidak netral, jelaskan secara gamblang bagaimana penilaian itu bisa muncul?

Paslon nomor urut 01, Jokowi-Maruf. (Foto: liputan6.com)
Paslon nomor urut 01, Jokowi-Maruf. (Foto: liputan6.com)
Karena, dari sisi ideal, Najwa memiliki sekurangnya enam hal yang melekat pada dirinya, sehingga patut ditugaskan menjadi moderator debat Pilpres:

Pertama, Najwa bukan anggota maupun partisan dari partai politik. Ia tidak berafiliasi pada aliran politik tertentu.

Kedua, Najwa juga sudah tidak tampil di kanal MetroTV yang pemiliknya merupakan elite partai politik. Ketika undur diri dari MetroTV, alasan independensi sempat menjadi praduga.

Ketiga, Najwa itu smart. Ketika menjadi host atau tuan rumah Mata Najwa, diantara sejumlah resep suksesnya adalah, pemilihan tokoh yang menjadi narasumber, riset yang kuat, dan bertindak mewakili pikiran serta perasaan penonton.

Keempat, Najwa itu tajam, malah lebih dari itu, ia pandai menyudutkan tamunya. Ketajaman Najwa jelas karena buah dari riset yang sebelumnya dilakukan. Sedangkan kepandaiannya menyudutkan narasumber, karena ia memang terlatih mengelola news instinct. Najwa sendiri punya istilah tersendiri tentang dirinya yang selalu dituding gemar memojokkan narasumber. Baginya, cornering itu sebagai bagian dari upayanya memberi kesempatan kepada narasumber untuk mengungkapkan lebih banyak lagi, fakta dan data.

Paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandi. (Foto: twitter/@sandiuno)
Paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandi. (Foto: twitter/@sandiuno)

"Najwa sendiri punya istilah tersendiri tentang dirinya yang selalu dituding gemar memojokkan narasumber. Baginya, cornering itu sebagai bagian dari upayanya memberi kesempatan kepada narasumber untuk mengungkapkan lebih banyak lagi, fakta dan data."

Kelima, Najwa cakap menggali dan mengendalikan jalannya talkshow. Ini sudah kita akui bersama. Tak aneh bila ia meraih banyak penghargaan seperti Talkshow of The Year (2014) dari Majalah Rolling Stone Indonesia, Program Talkshow Terbaik dari Komisi Penyiaran Indonesia (2014) dan masih banyak lagi.

Keenam, Najwa sudah punya jam terbang tinggi. Ia penuh pengalaman, karena mengawali kiprahnya di dunia pertelevisian dengan menjadi jurnalis terlebih dahulu. Selama di MetroTV saja, jumlah tayangan talkshow Mata Najwa mencapai 511 episode.

Bercermin dari semua itu, kalau ada pihak yang menolak Najwa sebagai moderator debat Pilpres, sebaiknya mendasari alasannya pada mekanisme teknis dan etika debat. Karena sejatinya, pelaksanaan debat Pilpres dan talkshow - seperti Mata Najwa misalnya -, cukup berbeda.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun