Gapey Sandy
Gapey Sandy Kompasianer, Writer, Blogger, Vlogger, Reporter, Buzzer

Peraih BEST IN CITIZEN JOURNALISM 2015 AWARD dari KOMPASIANA ** Penggemar Nasi Pecel ** BLOG: gapeysandy.wordpress.com ** EMAIL: gapeysandy@gmail.com ** TWITTER: @Gaper_Fadli ** IG: r_fadli

Selanjutnya

Tutup

Regional Artikel Utama

Penuh Haru, Warnai Doa Bersama untuk Korban Tanjakan Emen

13 Februari 2018   20:48 Diperbarui: 14 Februari 2018   08:14 887 5 3
Penuh Haru, Warnai Doa Bersama untuk Korban Tanjakan Emen
Doa dan Tahlil Akbar untuk korban tanjakan Emen di Masjid Nurul Iman, Legoso, Pisangan, Tangsel, pada Selasa, 13 Februari 2018. (Foto: Gapey Sandy)

"Saya harus menyiapkan dana untuk memenuhi hak anggota koperasi yang meninggal dunia. Sekaligus ini sebagai wujud kewajiban koperasi. Meskipun sampai sekarang masih belum tahu, darimana dana tersebut bisa kami penuhi."

Purwani Yuli Astuti (62) menyampaikan hal tersebut dengan raut wajah penuh kesedihan. Kedua mata perempuan setengah baya ini terlihat sembab. Maklum, setiap ada yang menyalami, memeluk dan mengucapkan turut berduka cita, Ketua Koperasi Simpan Pinjam Permata (KSP Permata) ini tak kuasa menahan tangis.

"Bude Pur", begitu ia akrab disapa, memang masih dalam kondisi shock dan begitu mendalam kepedihan hatinya. Ya bagaimana enggak, sebanyak 22 anggota KSP Permata yang dipimpinnya, meninggal dunia akibat bus wisata yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, pada 10 Februari kemarin.

Di antara korban meninggal, ada Bendahara KSP Permata yakni Siti Mulyana, yang merupakan istri dari Supriyono selaku Ketua Pengawas KSP Permata. Supriyono sendiri masih menjalani perawatan di RSU Kota Tangsel.

Karangan bunga dukacita untuk korban tanjakan Emen di Kantor Kelurahan Pisangan, Tangsel. (Foto: Gapey Sandy)
Karangan bunga dukacita untuk korban tanjakan Emen di Kantor Kelurahan Pisangan, Tangsel. (Foto: Gapey Sandy)
Karangan bunga dukacita untuk korban tanjakan Emen di Kantor Kelurahan Pisangan, Tangsel. (Foto: Gapey Sandy)
Karangan bunga dukacita untuk korban tanjakan Emen di Kantor Kelurahan Pisangan, Tangsel. (Foto: Gapey Sandy)
Sulit untuk mewawancarai Bude Pur. Kondisi psikisnya terguncang. Untuk mendekati Bude Pur pun sulit. Banyak yang antre untuk menyatakan empati dan bela sungkawa. Tidak sedikit yang memeluk Bude Pur, menumpahkan sedih dan linangan air mata. Saya sendiri baru bisa mendekati Bude Pur, pada saat perempuan bertubuh kecil ini berpamitan hendak meninggalkan lokasi Doa dan Tahlil Akbar di Masjid Nurul Iman di Legoso, Pisangan, Ciputat Timur.

"Saya musti ke Rumah Sakit Fatmawati. Ada berkas-berkas yang harus saya tanda tangani. Soal bagaimana perkembangan koperasi ini selanjutnya, mohon maaf masih belum bisa diputuskan apa-apa. Karena kami masih dalam masa berkabung," ujar Bude Pur lirih.

Sambil mendampingi Bude Pur menuruni anak tangga masjid, saya berusaha membesarkan hati Bude Pur. Mencoba untuk mengucapkan kalimat penyemangat jiwa. Termasuk menyatakan harapan agar jangan sampai terjadi KSP Permata menjadi patah semangat apalagi bubar. "Aamiin, doakan saja," ujar Bude Pur sembari melangkah menuju halaman depan masjid.

Kepada Husnawati, Sekretaris KSP Permata yang berencana menemaninya, Bude Pur menyampaikan satu permintaan, "Enggak usah pakai mobil ambulance ke (Rumah Sakit) Fatmawati-nya".

Sambil menyaksikan Bude Pur menuju pintu pagar, saya berkata dalam hati, "Mungkin Bude Pur masih trauma melihat ambulance. Apalagi mendengar raungan sirenenya."

o o o O o o o

Kantor Kelurahan Pisangan, Tangsel. (Foto: Gapey Sandy)
Kantor Kelurahan Pisangan, Tangsel. (Foto: Gapey Sandy)
Crisis Center di Kantor Kelurahan Pisangan, Tangsel. (Foto: Gapey Sandy)
Crisis Center di Kantor Kelurahan Pisangan, Tangsel. (Foto: Gapey Sandy)
"Doa dan Tahlil Akbar" yang dihadiri ratusan warga ini merupakan kerja spontan seluruh elemen masyarakat perkoperasian dengan inisiasi Dekopinda Tangsel. Turut hadir sejumlah tokoh masyarakat, seperti Ketua Dekopinda Tangsel Dudung E Diredja, Lurah Pisangan, Ciputat Timur Idrus Arsenih, dan artis Dik Doank.

Acara diawali pembacaan Surah Yaasin, dzikir, doa bersama, tausiyah dan Sholat Dzuhur berjamaah. Ada juga pengumpulan donasi secara on the spot melalui bantuan 10 aktivis Koperasi Mahasiswa STIE Ahmad Dahlan, Ciputat. "Terkumpul, dana donasi spontan ini sebanyak Rp 13.973.000 plus US$ 2," ujar M Prabhu Hata Prawira, sang Koordinator Kopma.

Sementara itu, ada juga penyerahan donasi dari seluruh masyarakat perkoperasian kepada pengurus KSP Permata. Donasi dimaksudkan untuk meringankan beban penderitaan para korban dan keluarga korban kecelakaan. Tercatat, ada 26 orang korban meninggal dunia yang merupakan warga kecamatan ini. Adapun seorang korban meninggal lagi, diduga kuat merupakan pengendara sepeda motor yang ditabrak bus wisata.

Untuk korban luka ringan maupun berat, berdasarkan kertas informasi yang ditempel oleh pihak Crisis Center di depan pintu masuk Kantor Kelurangan Pisangan, ada sebanyak 18 orang.

Daftar Korban Meninggal Dunia di Kantor Kelurahan Pisangan, Tangsel. (Foto: Gapey Sandy)
Daftar Korban Meninggal Dunia di Kantor Kelurahan Pisangan, Tangsel. (Foto: Gapey Sandy)
Daftar korban luka ringan dan berat di Crisis Center. (Foto: Gapey Sandy)
Daftar korban luka ringan dan berat di Crisis Center. (Foto: Gapey Sandy)
Ruangan lobby utama kantor kelurahan ini -- yang biasanya jadi tempat warga mengurus berbagai dokumen - memang disulap menjadi Crisis Center. Sementara di sekitar gedung kantor, karangan bunga berjajar rapi perlambang turut duka cita. Saya melihat, karangan bunganya ada yang atas nama Polsek Ciputat beserta Staf dan Bhayangkari, Zaid ElHabib (anggota DPRD Provinsi Banten), Kementerian Koperasi dan UKM, Koperasi UMKM Mandiri Tangsel, Pengurus dan Warga RW 015 Bali View, Paguyuban Lurah se-Kota Tangsel, Moch Ramlie (Ketua DPRD Kota Tangsel), Tim Penggerak PKK Kota Tangsel, sejumlah pengurus partai politik, dan masih banyak lagi.

o o o O o o o

Demi mencari tahu mengenai KSP Permata, saya mewawancarai Eti Sulaeman (57) selaku Wakil Ketua Pengawas Permata periode 2014-2017. Di sela-sela doa dan tahlil yang masih terus menggema, Eti menjelaskan bahwa dirinya juga sebagai Ketua Panitia Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-V KSP Permata, yang pada perjalanan pulang dari Subang mengalami naas. Dimana satu dari tiga bus yang mereka sewa menabrak sepeda motor lalu terguling.

"Saya sendiri naik di bus kedua. Sementara Bude Pur ada di bus ketiga bersama dengan Lurah Pisangan Idrus Arsenih dan jajaran lainnya. Nah, bus nomor satulah yang mengalami musibah kecelakaan," tutur Eti.

KSP Permata sebenarnya sudah sejak lama berdiri. Hanya saja, selama ini belum berbadan hukum yang formal. Nah, baru pada sekitar tahun 2013, sejalan dengan program Pemkot Tangsel untuk membesarkan gerakan koperasi, KSP Permata mengurus kelengkapan administrasi dan akhirnya resmi berbadan hukum.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3