Mohon tunggu...
Ganies esa
Ganies esa Mohon Tunggu... Mahasiswa ilmu komunikasi Stahn mpu kuturan singaraja

-Collage student -Youtuber -banyuwangi, jawa timur, indonesia

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Fenomena Selebgram Jual Dada Enggan Jual Nada

22 Januari 2020   20:57 Diperbarui: 22 Januari 2020   21:10 120 0 0 Mohon Tunggu...
Fenomena Selebgram Jual Dada Enggan Jual Nada
Fenomena SELEBGRAM (kapanlagi.com)

Era digital membuat semua lapisan masyarakat, Lebih -- lebih lagi para generasi micin tidak terlepas dari yang namanya Handphone. Karena kondisi digital yang mebuat masyarakat semakin ketergantungan akan sesuatu yang bersifat online maka handphone menjadi pilihan karena sifatnya yang mudah dibawa.

Berawal dari situlah perkembangan sosial media sebagai media komunikasi dan hiburan semakin pesat. Salah satu sosial media yang paling kece di era milenial saat ini adalah instagram. Instagram merupakan sebuah aplikasi berbagi foto yang memungkinkan pengguna mengambil foto, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial, termasuk milik Instagram sendiri.

Pesatnya penggunaan Sosial media instagram ini memicu timbulnya fenomena microcelebrity yang biasa disebut dengan istilah Selebgram.

Selebgram adalah serangkaian kegiatan yang dimana khalayak dikemas sebagai sebuah basis penggemar, popularitas menjadi hal yang perlu didesain melalui manajemen tertentu dan Citra diri dari sosok selebgram inilah yang dijadikan sebagai barang konsumsi umum.

Seseorang yang dikategorikan sebagai Selebgram adalah seseorang yang memiliki banyak pengikut atau followers pada akun instagram miliknya dan mendapat like banyak pada setiap foto yang diunggah pemilik akun.

Fenomena Selebgram ini juga membawa perubahan penggunaan akun instagram. Kini, media sosial instagram tidak lagi hanya digunakan sebagai ruang berekspresi para penggunanya, namun menjadi ruang bisnis periklanan.

Fenomena Bisnis periklanan di Instagram yang dinilai mampu meberikan penghasiilan yang cukup besar dan kerjanya santuy.Ketika kita melihat akun Instagram selebgram kita akan dikejutkan dengan jumlah instagram story dalam satu hari. tiba-tiba berubah menjadi titik-titik. saking banyangaknya produk yang ia promosikan. 

Bicara tentang pendapatan para selebgram, pendapatanya diperoleh dari  endorsement dan paid promote. Pasti Banyak orang yang masih penasaran dengan tarifnya kan?. Kumparan.com menyebutkan sekali endorse, pemilik produk harus rela mengeluarkan Rp500 ribu -- Rp. 2 juta.

Sedangkan jika hanya paid promote, hanya mematok Rp300 hingga Rp 1 juta saja. Bisa dibayangkan dong kalau dengan patokan harga segitu penghasilan sebulanya bisa mencapai puluhan sampai ratusan juta. PNS pun bertekuk lutut sama para Selebgram kalau masalah pendapatan.

Melihat kondisi yang ada Menjadi seorang selebgram seakan -- akan menjadi daftar baru profesi anak -- anak generasi micin. Berawal dari meluapnya fenomena seperti ini membuat setiap  orang Berlomba -- lomba mengupayakan dirinya untuk bisa menjadi selebgram. Salah satu hal yang harus dilakukan yaitu dengan meningkatkan jumlah Folowers.

Untuk dapat meningkatkan jumlah folowers tentunya seorang selebgram harus memiliki citra diri yang menarik. Hal itu dapat dilihat dari penampilan, bakat, Prestasi dan sensasi. Karena menjadi selebgram syarat utamanya hanyalah folowers yang banyak. Akhirnya para selebgram menggunakan cara -- cara yang cepat dalam membangun citra diri tanpa mengedapan prestasi yang inspiratif tetapi justru sensasi yang destruktif.  

Fenomena menarik era saat ini yaitu adanya selebgram yang menyatakan dirinya sebagai penjual nada ( Penyanyi ) Tetapi tidak mengedepankan suaranya tetapi body tubuhnya yang desain sedimikian rupa agar menarik perhatian para konsumen Instagram.

Bahkan kalau kita lihat banyak sekali selebgram yang sengaja mendesain tubuhnya terutama melakukan operasi payudara sampai mengeluarkan uang ratusan juta, dan itu dijadikan modal mereka untuk menjadi selebgram, kemudain mereka membuat citra diri atau profesi sebagai penyanyi untuk memiliki identitasnya saja, Tetapi yang dijual bukanlah nadanya tetapi dadanya.

Jika dikaitkan dengan teori komunikasi massa hal itu termsuk penggunaan tori Agenda Setting dimana seorang selebgram mendesain sedmikian rupa setiap postngan foto dan unggahan video mengenai citra dirinya yang menarik sehingga para folowersnya dbuat terus -- terusan kepo.

Fenomena seperti ini menimbulkan berbagai dampak kepada para generasi micin pengguna Instagram. Banyak sekali yang meniru hal seperti ini sehinga akibatnya para selebgram mereka bermalas -- malasan dalam proses belajar dan mengembangkan potensinya. Cenderung sibuk dengan penampilan bahkan mengekspos tubuhnya dengan berlebihan, karena diketahui dengan hal itu saja sudah bisa menghasilkan pendapatan.

Dampak berikutnya sumber daya  manusia menjadi semakin lemah sehingga para generasi muda hanya sibuk mengkspos dirinya di dunia maya. Pola pikir mengenai nasionalisme, inovasi dan lain -- lain akan lenyap.

Dampak berikutnya maraknya sex bebas, dengan banyak selebgram yang cenderung mengespor kondisi tubuhnya ini akan menjadi pancingan/ pemicu munculnya berbagai kasus kenakalan remaja, faktanya dapat dilihat dengan semakin maraknya Sex bebas. Karena begitu mudahnya akun sosial media, ketika orang melihat akun seorang wanita yang sexi para pria berhidung belang akan berusaha mendapatkanya.

Bahkan tidak jarang akun Instagram digunakan sebagai lapak bagi para pelaku asusila. Dampak yang nyata yaitu dari sisi reigituas, dmana negara Indonesia adalah negara yang beragama, fenomena mngekspos tubuh yang terlalu berlebihan menunjukan religiutas semakin merosot dan menimbulkan nafsu dalam diri bermuculan ketika melihat akun -- akun yang mengekspos tububnya berlebihan.

Solusi yang harus dilakukan yang pertama ya kita harus mulai menanamkan mindsite bahwa kita akan lebih menghargai orang berpretasi dengan mengikuti akun -- akunya. Dan tidak memfollow akun yang hanya mengekspos tubuhnya.

Yang berikutnya adalah semakin kreatif menfaatkan akun media sosial intagram dengan menfaakan akun untuk kepentingan bisnis, pembelajaran dan hiburan yang tidak memberi pengaruh buruk pada pikiran.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x