Mohon tunggu...
HABIBI
HABIBI Mohon Tunggu...

semangat

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Jenderal Sudirman di Mata Orang Jepang dan Sisi Gelap Para Buruh Migran Kita

7 November 2015   13:16 Diperbarui: 7 November 2015   13:27 4426 26 12 Mohon Tunggu...

[caption caption="patung jenderal sudirman di depan kantor depertement pertahanan jepang"][/caption]

Ini kisah tentang seorang panglima perang yang kesohor,panglima perang yang disegani oleh lawan maupun kawan,panglima perang yang yang selalu membuat musuh musuhnya takut dan terkencing kencing berkat strategi perang gerilya yang di ciptakannya. Dialah Panglima besar Jenderal Sudirman,,seorang jenderal yang konon katanya mempunyai kesaktian mandraguna karna saat perang fisiknya seolah olah tidak bisa dilihat oleh musuh,,seorang jenderal yang namanya di catat sebagai tinta emas dalam sejarak republik yang kita cintai ini,seorang jendelal yang namanya tetap harum dan sampai saat ini namanya di pakai sebagai nama nama jalan di berbagai kota besar di indonesia dan sekarang ini namanya pun di gunakan sebagai event sepakbola di tanah air yaitu piala jenderal sudirman.

Dalam satu kesempatan,pada saat sang jenderal melakukan perang gerilya,ada kisah kisah ajaib yang mengiringinya betapa sang pencipta masih melindungi dirinya. Saat pertempuran itu,seolah olah dia tidak bisa di lihat oleh musuh padahal jaraknya sangat dekat sekitar 20 meter,tetapi atas kuasa sang Pencipta,tubuhnya tidak bisa di lihat.Seorang jenderal yang dalam wajahnya ada aura kharisma lagi berwibawa sehingga pasukannya hormat dan tunduk padanya.

Itu adalah sebagian kecil kisah penuh perjuangan yang di lakukan oleh jenderal kita yang kisahnya sering di cetak di buku buku sejarah sekolah di negeri ini,,kisahnya pun dituturkan kembali oleh guru guru sejarah di republik ini. Kisah kisah yang heroik dan penuh dengan nafas perlawanan kepada panjajah.

Membaca tulisan Pak Robby dalam link ini http://www.kompasiana.com/robbigandamana/apakah-kita-sebodoh-yang-tertulis-di-status-orang-jepang-ini_563c51cec723bd78073d6e60 dan tulisan yang saya publish beberapa waktu lalu yaitu di link ini http://www.kompasiana.com/ganbatte/ketika-orang-jepang-mengusik-rasa-nasionalisme-saya_5639e4b5d39273c809f3822c  membuat saya berfikir keras,merangkai ingatan saya zaman dahulu saat pertama kali menjejakkan kaki di jepang di tahun 2013 berbaur dengan para pekerja pekerja jepang di pabrik.

Adalah Mr.Yamamoto umurnya saat itu sekitar 65 tahun,,tapi kerjanya masih kuat dan cepat, tak kalah dengan kita kita yang masih muda.Sosok sepuh nan bijak yang mampu menggelorakan jiwa nasionalisme saya,sosok yang mampu membuat saya menggagumi dan menghargai sosok pahlawan zaman dahulu yang berani berjuang dengan gagah berani mengorbankan jiwa dan raganya dalam mempertahankan setiap jengkal bumi pertiwi dari gangguan asing. Dalam suatu istirahat makan siang, tiba tiba saja saya tersentak saat Mr.Yamamoto menyebutkan satu kata yang sering saya dengar tapi kok ucapannya berbeda,,"SUDIRUMAN" awalnya saya tidak kenal siapa yang di maksud,,akan tetapi saya ingat bahwa yang di maksud itu adalah Jenderal Sudirman karna di jepang konsonan "R" di baca dengan "RU" saya pun langsung menjawab tahu dan dari sanalah cerita kecil ini di mulai.

Walaupun saat itu bahasa jepang saya masih kurang lancar dan sering bawa kamus kecil untuk komunikasi dengan orang jepang,,saya masih bisa menangkap poin poin dari cerita sosok bijak yang sejak saat itu saya anggap sebagai ayah itu.Saya terharu ketika sosok sepuh ini begitu berapi api bercerita tentang kehebatan Jenderal Sudirman saat memimpin Tentara Pembela Tanah AiR ( PETA ) yang di bentuk oleh jepang dan di pimpin oleh sang jenderal,,betapa sang jenderal dengan gagah berani mengusir penjajah dari Belanda dan Inggris yang ingin menguasai bumi pertiwi,,sosok tua yang begitu semangat menceritakan setiap detail perjuangan dari sang jenderal,,entah dari mana dia mendapat informasi itu semua,,sosok bijak yang tiba tiba saja membuat saya malu karna sebagai warga negara indonesia yang negaranya sama dengan sang jenderal tetapi justru pengetahuan saya kalah jauh dengan sosok bijak ini. Kini sosok yang saya anggap sebagai ayah itu telah pergi,,selang 4 bulan sejak cerita itu dia tenyata sudah mengajukan pensiun dan pulang ke kampung halamannya di Osaka. Teringat jelas ada rona rona kesedihan yang terpampang jelas di wajah saya,ada gurat gurat kepedihan yang amat dalam saat acara "Nomikai" sejenis acara minum minum sekaligus acara perpisahnnya dia sempat berpesan kepada saya "selesaikan kontrakmu selama 3 tahun,jangan membuat hal hal yang membuat nama negara mu rusak dan terakhir hargai pahlawanmu" tak kuasa saya membendung air mata saya mendengar nasehatnya,,saya menangis,,,dan pesannya itu masih terekam jelas di otak saya sampai detik ini.

Maka hari hari ini ketika ada orang asing bilang kita bodoh,,sudah cuekin saja,kita tidak selalu membalasnya dengan kata kata cukup dengan perbuatan kita sebagai buktinya. Maka tindakan Ricky Elson yang telah menciptakan hak paten atas teori tentang motor listrik,yang membuat namanya begitu di kagumi di jepang dan nama indonesia pun menjadi harum di buatnya,atau kisah Fatimah yang pada tanggal 30 september kemarin berhasil memenangi lomba nyanyi bahasa jepang di negeri sakura ini dengan mengalahkan kontestan kontestan asing lainnya. Maka tindakan tindakan nyata mereka baik Ricky Ekson dan Fatimah cukup membuat orang jepang akan terkagum kagum melihat prestasi orang indonesia di negerinya. Jauh lebih bodoh ketika kita sebagai peserta magang banyak yang kabur dan melanggar komitmennya dengan perusahaan penerimanya, dikatakan bodoh kalau saat ada orang kita yang di jepang atau negara lainnya bekerja tanpa izin alias illegal dan dideportasi,tentu sangat bodoh saat sebagian oknum TKW kita menjual tubuhnya di negeri orang dan dengan tindakannya bisa membuat nama negara dan bangsa kita hancur.

Kadang kadang kita tidak adil dalam memaknai kehidupan ini,kita sering melihat tindakan orang kita di negeri lain dalam perspektif yang berbeda. Kita begitu marah dan kesal ketika kita di bilang bodoh oleh bangsa lain,,tapi kita tidak marah dan seakan akan memaklumi ketika ada orang kita yang berbuat kerusuhan di negeri orang seperti kasus salah satu provinsi di negara kita sampai saat ini tidak bisa mengirim pesertanya ke jepang lewat jalur DEPNAKER karna sering kabur dan bikin onar,,pernah di kasih kesempatan tapi justru pesertanya kebablasan dinegeri orang,,sudah orangnya kabur trus bekerja tanpa izin,,,ehh,,malam malam dianya nyetir mobil tanpa surat surat dalam keadaan mabuk berat dan terjadi kecelakaan. Sejak saat itu orang jepang tidak lagi percaya sama provinsi itu dan mengakibatkan juniornya tidak bisa magang ke jepang lewat jalur DEPNAKER.

Saat orang luar menghina kita,, sudah biarkan saja...jangan biarkan emosi menguasai kita,,justru dengan emosi itu kita introspeksi diri,,mencari dan mengeksplorasi potensi yang ada pada kita,,saat kita di cemooh,,seharusnya saat itulah kita bisa berfikiran jernih dan melakukan muhasabah untuk melangkah kedepan,menata rapi segala tindak tanduk kita agar tidak merugikan orang lain. Dengan begitu maka sesungguhnya hinaan dan cemoohan bangsa lain akan berubah menjadi kekaguman dan rasa hormat,karna tidak selamanya hinaan itu di balas dengan hinaaan cukuplah dengan perbuatan yang bisa mengharumkan nama bangsa dan negara sebagai balasan kita atas hinaan itu.

Dan patung Jenderal Sudirman di depan kantor kementrian jepang  yang berdiri kokoh agaknya menjadi bukti shahih betapa orang jepang menyimpan kekaguman dan rasa hormat terhadap bangsa kita.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x