Mohon tunggu...
Gaits taufiqurrahman
Gaits taufiqurrahman Mohon Tunggu... selalu ingin belajar,mengena lebih luas apa arti wawasan

menjadi diri sendiri tidak selalu baik,jadi lah seperti orang yang yang bernilai,tidak masalah tidak jadi diri sendiri,asal bermanfaat bagi orang lain. hidup itu mudah,jalani dengan sikap yang berpotensi dan berdedikasi. salam pelajar. salam advokasi

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Orang tua mengeluh anak pun merunguh ingin menjauh

18 Oktober 2020   12:32 Diperbarui: 19 Oktober 2020   01:20 97 0 0 Mohon Tunggu...

 

Sebelumnya saya izin memperkenalkan diri dulu,karna ini menjadi awal langkah saya dalam menulis artikel di kompasiana,sebelum sebelumnya menulis iseng-iseng aja di diary harian saya, lalu lanjut mengetik cerpen di wattpad,lalu berlanjut di word.

Perkenalkan nama saya Gaits taufiqurrahman ghani(gaits) bersekolah di DARUL ARQAM MUHAMMADIYAH GARUT.

 kehidupan saya masih belum terlalu antimainstream untuk menjadi seorang remaja,nakal saja tidak cukup untuk dibilang antimainstream,ngerokok aja saya ga berani,apalagi melakukan hal hal di luar nalar.

Kemarin-kemarin saya mengobrol dengan kerabat kerabat sohib saya,dan banyak keluhan yang mereka alami,termasuk saya hahaha, “bosen di rumah” “banyak masalah sama ortu” “serasa mau jadi anak rantau aja” parahnya ada yang bilang “broken home di rumah” .

Mungkin masih banyak lagi keluhan keluhan kalian di rumah ya, tapi bukannya semakin lama di rumah maka semakin dekat dengan keluarga? Pertanyaan yang di bulatkan besar.

Seharusnya anak menjadi dekat dengan orang tua dan keluarga,tapi ini menjadi berbalik arah,kenapa ya? Malah malah ada yang sampai depresi karna ayah bundanya sering cek cok.

Nah menurut psikolog (Patresia Kirnandita) dikarenakan toxic family(sikap anggota keluarga yang terasa seperti di cekik)  kenapa sih mereka itu selalu saja cekcok,masalah sedikit saja dipermasalahkan,apalagi yang besar. Dysfuncional atau kesalahan communication,komunikasi antara keluarga sangat menjadi kebutuhan setiap detiknya.

Dilansir dari science of people,

orang-orang “beracun” terlihat suka mengatur hidup orang,senang menciptakan drama untuk merusak suasana,entah karna cemburu terhadap sosial,berbagai jenis lingkungan lainnya.

Jadi biasanya wajar kalo seorang anak depresi karna melihat lingkungan toxic family,karna setiap keluarga memiliki permasalahan masing masing.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x