Mohon tunggu...
Gaganawati Stegmann
Gaganawati Stegmann Mohon Tunggu... Telah Terbit: “Banyak Cara Menuju Jerman”

Ibu RT@Germany, a teacher@VHS, a dancer@www.youtube.com/user/Gaganawati1/videos, an author of "Banyak Cara Menuju Jerman", a Tripadvisor level 6, penerima 2 award dari dubes LBBP RI (Hongaria), Y.M. Wening Esthyprobo Fatandari,M.A tahun 2017, nominator Best in Citizen Journalism Kompasianival 2013, nominator Best in Citizen Journalism Kompasianival 2014, nominator Kompasianer of the year Kompasianival 2014.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Saya Baru Tahu, Jinsu Sayang Baby

21 September 2020   22:59 Diperbarui: 21 September 2020   23:41 78 7 2 Mohon Tunggu...

Namanya Jinsu. Bocah keturunan Korea ini sudah sejak saya praktikum di sebuah TK selama 5 minggu saya kenal. Begitu corona, tak ada kesempatan lagi bertemu dengan bocah 2,5 tahun yang pipinya chubby itu. Sumpah, kangen banget sama bocah yang mengingatkan saya pada Bo Bo Ho. Gemes.

Tuhan memang Maha Mendengar. Bulan Juli, TK mulai dibuka. Saya kembali praktikum 1 minggu, melengkapi 6 minggu yang disyaratkan Ausbildung, program sekolah sambil kerja yang saya jalani mulai September tahun ini. Artinya, ketemu Jinsu lagi. Horeee ....

Malu-malu atau malu-maluin?

Setiap anak memang diciptakan berbeda. Ada yang malu-malu, ada yang malu-maluin. Kalian pilih tipe yang mana?

Seperti Jinsu. Awalnya, ia malu-malu dengan saya. Kalau saya sapa, ia akan menundukkan kepala dan pura-pura tidak melihat saya tapi rupanya sambil matanya melirik untuk meyakinkan apakah saya masih ada di depannya atau sudah menghilang.

Kalau saya mau pergi, ia akan mengikuti sampai pintu ditutup dan mengintip dari jendela. Idih, malu. Meskipun begitu, saya tak pernah jera menyapanya, meski tidak ada sambutan seperti yang saya harapkan. Tipikal anak-anak Asia memang pemalu. Betul?

Oh, lama-lama, dia ini ternyata malu-maluin. Kalau saya datang. Dari jauh ia sudah berteriak "Ganaaaa ..."

"Pssst ... jangan keras-keras. Banyak orang di taman dan penduduk setempat bisa terganggu." Mata saya menyapu ke seluruh penjuru. Maklum, TK dikelilingi perumahan penduduk. Kalau sedang pada tidur siang atau di Jerman sering disebut Schoenheitschalf, kasihan kan.

"Gana", panggilan itu membuat saya merasa berarti. Ada, ya anak yang kangen sama saya. Aduh, nyes. Ini artinya ada kepercayaan dari si anak kepada saya pendatang baru, sudah diberikan. Untuk orang asing dan baru seperti saya, itu adalah sesuatu.

Begitu pula kalau di kebun. Jinsu sering malu-maluin. Karena tiap kelas kadang keluar ke kebunnya tidak bersamaan, jika kelas Jinsu keluar dulu baru kelas kami, begitu ia melihat saya nongol, langung ia berlari menjemput saya sambil berseru "Ganaaaa ...." Semua mata akan memandang kami. Ada apa dengan Jinsu dan Gana? Hahaha.

Tiap anak di bawah 3 tahun dianjurkan tidur siang

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN