Mohon tunggu...
Gaganawati Stegmann
Gaganawati Stegmann Mohon Tunggu... Telah Terbit: “Banyak Cara Menuju Jerman”

Ibu RT@Germany, a teacher@VHS, a dancer@www.youtube.com/user/Gaganawati1/videos, an author of "Banyak Cara Menuju Jerman", a Tripadvisor level 6, penerima 2 award dari dubes LBBP RI (Hongaria), Y.M. Wening Esthyprobo Fatandari,M.A tahun 2017, nominator Best in Citizen Journalism Kompasianival 2013, nominator Best in Citizen Journalism Kompasianival 2014, nominator Kompasianer of the year Kompasianival 2014.

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Mengapa Harga Kura-kura Kecil Lebih Mahal dari Kura-kura Raksasa?

2 Juni 2020   22:44 Diperbarui: 3 Juni 2020   15:23 291 15 7 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengapa Harga Kura-kura Kecil Lebih Mahal dari Kura-kura Raksasa?
Nggak nggigit, kok cuma ngunyah (dok. Gana)

"Cling"

Suara tanda masuknya sebuah kalender untuk janjian di telepon genggam. Isinya undangan dari teman suami saya yang punya peternakan kura-kura di desa sebelah pada hari Minggu, 31 Mei 2020. Lokasinya kira-kira hanya 10 menit dari rumah. Namanya Wurmlingen, yang merupakan daerah negara bagian Baden-Wuerttemberg, salah satu dar 16 negara bagian di Jerman.

Segera saya accept. Jadwal itu masuk dalam kalender saya, supaya nggak lupa.

***

Peternakan kura-kura (dok.Gana)
Peternakan kura-kura (dok.Gana)
Benarlah pada hari H, kami berangkat. Yah, anak-anak, kalau diajak pergi riwa-riwinya lama sampai semua masuk mobil dan pergi meninggalkan rumah.

Setiba di sana, kami disambut si empunya rumah. Seorang pria yang memiliki perusahaan alat kompresor di Weilheim, desa asalnya itu tampil santai dengan kaos oblong hitam dan celana pendek hitam. Sandalnya juga ikut hitam.

Lima menit kami berada di depan pintu, tidak langsung masuk karena membahas mobil balap dodge warna hijau neon yang diparkir di depan rumah.

Kata orang Jerman, mayoritas laki-laki dihubungkan dengan kepemilikan akan mobil bagus. Kesukaan mereka pada mobil tak ubahnya dua barang yang bikin addicted; seks dan kokain.

Huhuuu, untung kami segera boleh masuk rumah karena panas matahari mulai menyengat. Kulit terasa dicubit.

Begitu sampai ruang tamu yang jadi satu dengan dapur, kami bertemu dengan istri dan keempat anaknya. Heboh, sulungnya perempuan dan tiga anak laki-laki. Rumah ramai sekali. Full house, penuh.

Setelah blah-blah-blah dan diberi minum jus jeruk, kami menuju peternakan kura-kura di kebun belakang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x