Mohon tunggu...
Gaganawati Stegmann
Gaganawati Stegmann Mohon Tunggu... Telah Terbit: “Banyak Cara Menuju Jerman”

Ibu RT@Germany, a teacher@VHS, a dancer@www.youtube.com/user/Gaganawati1/videos, an author of "Banyak Cara Menuju Jerman", a Tripadvisor level 6, penerima 2 award dari dubes LBBP RI (Hongaria), Y.M. Wening Esthyprobo Fatandari,M.A tahun 2017, nominator Best in Citizen Journalism Kompasianival 2013, nominator Best in Citizen Journalism Kompasianival 2014, nominator Kompasianer of the year Kompasianival 2014.

Selanjutnya

Tutup

Travel Artikel Utama

Mengapa Orang Asing Suka Mandi Matahari?

22 Maret 2020   16:36 Diperbarui: 25 Maret 2020   11:22 3354 13 7 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengapa Orang Asing Suka Mandi Matahari?
Mau naik boot keliling danau? | Dokumentasi Gana

Waktu itu masih Februari, notabene musim dingin. Mana? Mana si matahari? Suhu rendah membuat orang malas bangun, keluar apalagi beraktivitas. 

Angin begitu leluasa menusuk tulang, taburan salju bak tepung putih di mana-mana dan orang menutup tubuhnya rapat-rapat. Mana berani orang membuka aurat? Bisa-bisa masuk angin.

Namun siapa sangka bahwa perjalanan kami dari Jerman menuju Ascona, Swiss memberikan jawaban dari pertanyaan yang selama ini terpendam, Mengapa orang asing suka berjemur matahari? Anda sudah tahu jawabannya?

Nemu surga dunia | Dokumentasi Gana
Nemu surga dunia | Dokumentasi Gana
***

Perjalanan kami melewati batas negara Jerman dan Swiss di Thayngen terlampaui. Petugas bea cukai enggan memberhentikan kami. Sungut mereka memang tajam, mampu mengendus mobil mana yang harus digeledah dan menemukan sesuatu yang terlarang. 

Maaf, kami memang tidak membawa barang terlarang. Kami pun berlalu, lenggang kangkung.

Tak lama kemudian, kami sudah sampai Gothard, terowongan yang mempercepat waktu sampai ke Ascona, kanton Tessin, Swiss. Beberapa jam setelahnya, kami tiba di tempat tujuan; kediaman seorang teman baik.

Promenade di sekeliling Lago Maggiore | Dokumentasi Gana
Promenade di sekeliling Lago Maggiore | Dokumentasi Gana
Keindahan Ascona Tiada Tara
Menelisik sejarah kota yang memiliki keindahan Danau Lago Maggiore itu menarik sekali. Rupanya dulu pernah jadi bagian dari Milan, Italia. 

Sampai kemudian sejak tahun 1803 menjadi kanton Tessin, negara Swiss. Dengan jumlah penduduk yang hanya 700-an, keindahan alamnya menjadi magnet bagi pendatang dan penduduk baru. 

Banyak orang Jerman yang berkunjung ke sana, bahkan sampai memutuskan untuk menetap nggak balik ke asalnya. Nggak heran kalau sekarang ini jumlah warganya menjadi lebih dari 5000 orang. 

Untuk ukuran Eropa, sudah banyak itu. Di Semarang, itu hanya sama dengan kepadatan penduduknya per km persegi saja.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN