Gaganawati Stegmann
Gaganawati Stegmann ibu rumah tangga

Ibu RT@Germany, a teacher@VHS, a dancer@www.youtube.com/user/Gaganawati1/videos, an author of "Exploring Germany", "Exploring Hungary"&"Unbelievable Germany", a Tripadvisor level 6, penerima 2 award dari dubes LBBP RI (Hongaria), Y.M. Wening Esthyprobo Fatandari,M.A tahun 2017, nominator Best in Citizen Journalism Kompasianival 2013, nominator Best in Citizen Journalism Kompasianival 2014, nominator Kompasianer of the year Kompasianival 2014.

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

"Salam" Reggae dari Ras Muhamad dalam Summer Jam di Cologne, Jerman

11 Juli 2018   19:20 Diperbarui: 14 Juli 2018   01:26 2892 2 2
"Salam" Reggae dari Ras Muhamad dalam Summer Jam di Cologne, Jerman
RM (kiri) di Summer Jam 2018 (dok.Reggaeville.com)

"Greetings, the Rastaman a sing
Salam, salam, salam
Greetings, to each and everyone
Salam, salam, salam

 Anytime you meet a greet anyone
Whether it Namaste, Assalamu'alaikum
Know that Salam means "Peace unto you"
Salam, salam, salam

 Apa kabar kawan ku ucap rahayu
Marang konco kabeh cah bagus cah ayu
Semoga kedamaian terus menyertaimu
Bersyukur atas kehidupan yang benar
Dunia tak terbatas oleh hitam dan putih
Matahari bersinar ...."

Begitu potongan lirik lagu Ras Muhammad berjudul "Salam" yang berkumandang di panggung di danau Fuehlinger See, Cologne, Jerman. Koeln atau Cologne, kota yang terkenal dengan katedral menara kembar yang pernah dikunjungi Bruce Willis sekeluarga. 

Kota yang selalu jadi setting seri "Autobahn Polizei" hari Kamis, kisah polisi Semir dari Turki dan partnernya. Kota tempat saya pernah nari merak dalam sebuah pesta perkawinan akbar seorang teman lama.

Bersama TOKE dari Berlin (dok.Reggaeville.com)
Bersama TOKE dari Berlin (dok.Reggaeville.com)
Festival Reggae di Jerman dengan Guest Star dari Indonesia

Ups. Sebentar. Perhatikan lirik di atas. Meski ada bahasa campuran di sana termasuk bahasa Jawa seperti "Rahayu", penonton dari berbagai negara tetap saja goyang-goyang dan meneriakkan "Salam, salam, salam ..." sembari tangannya ke atas. Sama halnya dengan ibunda tercinta, duta besar RI untuk Budapest, Yang Mulia Dra. Wening Esthyprobo Fatandari, M.A. Duta besar yang saya kenal secara pribadi sebagai sosok yang humble, cantik, baik dan chic. Two thumbs up! Nggak ada duanya.

Melihat video yang dikirim bu dubes lewat Whatsapp saya, sangat tergambarkan  bagaimana duta reggae Indonesia dan keluarganya promosi Indonesia, njajah deso milang kori dalam summer jam ke-33. Prediksi penonton yang hadir adalah 80.000. Luarrr biasa, bukan. 

Menurut bu dubes waktu chatting, penampilan RM kali itu sebagai guest star dari penyanyi blasteran Indonesia-Jerman, Toke aka Marco Alexander. Pendaran buah kasih sayang pertemanan itu tampak juga pada show-show RM di Indonesia, di mana guest star nya Toke dari Berlin. Gantiaaaan, saling memberi-saling menerima. 

Ingat, kerukunan mereka berdua bisa disimak pula dalam lagu "Open the world." Bagi reggae lovers, pasti sudah tahu lagu itu dan siapa mereka. Yang belum, yuk, kenalan .... tak kenal maka tak sayang. Sayangilah artis negeri sendiri. Jangan hanya sayangi artis Korea.

Perhatikan lagu "Bambu keras" yang dinyanyikan mas RM di summer jam. Pssssst ...  sebenarnya itu dari kata Jamaica "Bumboclaat". Heyyy, penonton bahkan para penyanyi tentu saja kaget saat RM mendendangkan kata itu tapi memplesetkannya.

Barangkali karena kata dari bahasa Jamaica itu merupakan sumpah serapah kasar akibat reaksi atau ekpresi orang Jamaica yang kaget, marah, frustasi dan sejenisnya. Menggunakan kata itu, rupanya bisa bikin orang ditangkap polisi Jamaica. Waaaa, apa kata duniaaa?

Sebagai priyayi Jawa, mas RM cerdas berpikir dan menggantikannya dengan kata yang homofon, bunyi sama tapi  artinya beda. Aduhhh ... kayak beberapa anak-anak Jerman di kampung  kami, fasih banget ngomong sh**. Serem.

Mencontohlah mas RM. "No-no-no ... that is a dirty word. Please say bambu keras ... bambu keras. Everyone say bambu kerasssss!" Teriak mas RM di atas panggung. Dan para penyanyi dan penonton pun seperti sapi dicocok hidung. RM mengajari sesuatu yang baik. Sifat luhur turunan bangsa kita. Nggak mudah memang, tapi bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Betul? Tosss!

Jadi model dadakan di Hungaria (dok.KBRI Budapest)
Jadi model dadakan di Hungaria (dok.KBRI Budapest)
RM Royal Clothing

Yang selalu menarik dalam penampilan mas RM di atas panggung adalah rambut rasta yang lebih dari 1 meter dan pakaiannya! Ada detil batik yang ia pakai di panggung. Bukankah batik tersebar di seluruh Indonesia?  Batik juga warisan Indonesia yang didaftarkan ke UNESCO pada tahun 2009.

Batik pula yang dipakai duta reggae kita yang pernah lama di Amrik itu dalam summer jam. Lihatlah topinya, kaosnya, hemnya, sepatunya ... awwww ... gemes! Yang di Indonesia pakainya produk ekslusif, merk luar negeri, yang di luar negeri pakainya aseli produk dalem negeri. Semoga ini menginspirasi kita semua, jangan malu pakai batik atau kebaya, dong. Eh, jangan-jangan ada orang Indonesia yang nggak tahu apa itu kebaya? Xixixi ... yaolohhh, bisa dibalang sandal.

Kompasianer, saat ini mas RM lagi getol mempersiapkan bisnis garmen dengan merk RM Royal Clothing. Hebat, ya, sadar fashion seperti sang bunda. Sebelumnya, mas RM sudah digaet dread bag batik untuk limited edition "Ras Muhammad." Tentu, dengan gambar mas RM di label, bukan gambar wanita seperti camay lhooo.

Eh, bagi yang belum tahu, mas RM jadi satu-satunya model laki-laki dalam peragaan busana tradisional Indonesia di Hongaria. Tepatnya di acara Panorama World Club Fashion Show di Millenium Center, Budapest pada 19 Mei 2018, yang menampilkan nama-nama desainer Indonesia seperti Itang Yunasz dan Poppy Karim. Sambutannya meriah.

Mas RM membawakan baju-baju koleksi pribadi yang mewakili adat Jawa, Bali, Kalimantan dan tentu, sentuhan reggae. Janjinya, fashion bukan bidangnya dan hanya dilakukannya demi mengangkat budaya Indonesia, jika misinya beda pasti nggak mau.

Nahhh, nyanyi pinter, joget mahir, lenggak-lenggok di catwalk  bisa pulak. Kalau saya punya anak seperti itu, alangkah senang dan bangga tak terlukiskan oleh kata-kata.

Perjalanan 11 jam Cologne-Budapest! Sugeng tindak.(dok.Dubes Wening)
Perjalanan 11 jam Cologne-Budapest! Sugeng tindak.(dok.Dubes Wening)
Self Financing

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3