Mohon tunggu...
Gaferianto Hulu
Gaferianto Hulu Mohon Tunggu... Mahasiswa

Percaya dan taat, sepanjang umur kita Tuhan telah atur yang terbaik.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Bantu Kakak Saya, Korban Longsor di Nias Selatan, untuk Memiliki Tempat Tinggal Layak

22 Desember 2019   13:52 Diperbarui: 22 Desember 2019   13:57 28 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bantu Kakak Saya, Korban Longsor di Nias Selatan, untuk Memiliki Tempat Tinggal Layak
lokasi longsor | Dok. pribadi

Kehidupan di bumi semua sudah diaturkan dengan baik oleh Tuhan, segala penghidupan manusia Tuhan telah menatanya dengan baik. Kita tidak tahu apakah besok kita masih bisa hidup atau tidak, entah besok hujan atau tidak, entah besok senang atau sedih kita tidak tahu. Semua ada di dalam pengaturan Tuhan. Demikian juga apa yang terjadi di dalam keluarga saya.

Ya, di dalam keluarga saya yang tidak pernah terbayangkan, bahwa itu akan terjadi. Tepatnya tanggal 10 November 2018 sekitar Pukul 09.00 WIB, Saya ditelepon dari kampung bahwa rumah saya terkena longsor, rumah beserta tujuh orang anggota keluarga saya terdiri atas, 2 orang kakak ipar saya, dan 5 orang anak tertimbun longsor.

Perasaan pada saat itu bercampur aduk, merasakan bahwa itu tidak benar terjadi. Saya benar-benar tidak percaya itu telah terjadi. Berita itu tidak benar, semua itu bohong, tetapi apa daya, semua telah terjadi. Rumah yang dulu megah, kini hanya tinggal tumbukan batu, disertai lumpur dan bekas kayu yang tertinggal.

Gambar rumah yang terkena longsor | Dokpri
Gambar rumah yang terkena longsor | Dokpri

Sekarang saya kuliah di surabaya, tepatnya di Universitas Negeri Surabaya, sekarang saya sedang menempuh perkuliahan semester 5. Selama saya kuliah kedua keluarga kakak saya ini yang membantu saya. Kami anak papa dan mama terdiri atas 4 orang perempuan dan 3 orang laki-laki, kami tiga orang laki-laki ini, 2 orang sudah menikah, dan tinggal saya yang belum yang sedang kuliah. Merekalah yang berjuang membantu saya selama perkuliahan. Mereka tinggal di kampung, untuk membantu saya kirim uang, ketika saya butuhkan. Namun semua itu kini telah berakhir, mereka telah tertimbun, mereka sudah pergi duluan tanpa pamitan kepada saya. Saya sedih, kini tiada lagi yang membantu saya dalam perkuliahan. Saat kejadian tersebut yang ditemukan hanya 4 orang, satu orang kakak ipar saya dan tiga orang anak, 3 orang lagi yang belum ditemukan.

Proses evakuasi kakak ipar saya yang ditemukan | Dokpri
Proses evakuasi kakak ipar saya yang ditemukan | Dokpri

Pada saat kejadian longsor, kedua kakak laki-laki saya pergi kerja, makanya bisa selamat dan tidak tertimbun longsor. Namun semua telah hilang, kini tiada lagi yang ada hanya baju di badan yang tersisa. Pada saat kejadian banyak orang yang membantu memberi bantuan kepada kakak saya, seperti dari sekolah, organisasi, keluarga terdekat, termasuk pemerintah daerah.

Pada saat kejadian pemerintah daerah menjanjikan akan membangun rumah untuk bisa ditinggali oleh kakak saya. dari Pemda sendiri datang ke lokasi langsung dan mendata, untuk keperluan pembangunan rumah. Namun rumah yang dijanjikan tersebut sampai sekarang belum ada, tanpa kami tahu dari keluarga apa penyebabnya. 

Dokpri
Dokpri

Kejadian tanggal 10 November 2018, sekarang sudah tanggal 22 Desember 2019, sudah satu tahun lebih, tiada kabar mengenai rumah yang akan dibangun tersebut.  Dari pihak pemerintah sendiri tidak ada kabar dan kepastian kapan akan dibangun. Untuk sementara ini kakak saya tinggal di  gubuk beratapkan daun palem. Kakak saya perlu tempat tinggal yang layak., namun tidak ada biaya untuk membangun. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x