Mohon tunggu...
Gabriella Possenti
Gabriella Possenti Mohon Tunggu... Imajiner

Imajiner yang fleksibel

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Kontemplasi | Bagaimana Hari Ini?

20 Juni 2019   17:18 Diperbarui: 20 Juni 2019   17:17 31 1 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kontemplasi | Bagaimana Hari Ini?
how-5d0b5c87097f3660db761162.png

Hai... Adalah kata pembuka untuk menyapa seseorang yang sudah lama atau belum lama kita temui. Entah seseorang itu tadinya baru kembali setelah bertahun-tahun lamanya atau bahkan baru bertemu setelah berhari-hari kemudian. Lalu pernahkah kita menyapa diri sendiri ?

Menyapa diri sendiri adalah kegiatan yang jarang sekali kita lakukan, mungkin karena terlalu sibuk dengan rutinitas, belum lagi permasalahan-permasalahan yang kita hadapi, sehingga kita lupa untuk menyapa diri sendri atau sekadar berbincang menanyakan kabar. Ya, termasuk aku yang kadang lupa atau tak memberi kesempatan bagi diri sendiri untuk menanyakan kabar. Lalu bagaimana kita bisa tahu kalau kita dalam keadaan yang baik-baik saja atau tidak ? Manusia adalah makhluk spiritualitas yang jiwanya sudah berpindah-pindah raga dari kehidupan sebelumnya kemudian dibarui kembali raganya dengan kelahiran baru.

Namun, adakah dari kita yang menyadari apa tujuan hidup dan untuk apa kita dilahirkan? Tidak semua orang menyadari hal demikian karena ia tidak berusaha untuk mengenali dirinya sendiri bahkan untuk menyapa dan menanyakan kabar saja tidak. Bagaimana harimu ? Bagaimanakah aku di masa depan? Dan apa tujuanku dilahirkan? Orang-orang pada umunya beranggapan bahwa tujuan hidup adalah hanya untuk berkembang biak. Dilahirkan, menjadi anak-anak, bersekolah, kemudian lulus, bekerja, menikah, memiliki anak, memiliki cucu, menjadi tua, kemudian meninggal. Siklus yang sama pada setiap manusia namun hanya dilewati saja tanpa ada makna apa tujuan hidup mereka yang sebenarnya. Oleh karenanya, jiwa manusia dilahirkan kembali berulang-ulang dengan raga yang berbeda disetiap masanya. Tidak heran mengapa kadang kita diberi petunjuk atau terlintas ingatan-ingatan masa lalu di kehidupan sebelumnya, kemungkinan Tuhan menjadikan itu sebuah petunjuk agar kita bisa menyelesaikan tujuan hidup yang tak kita sadari di kehidupan sebelumnya. Namun yang ku katakan tadi tidak semua orang akan menyadarinya sebelum ia mencoba untuk mengenal siapa dirinya sendiri dan apa yang menjadi tujuan hidupnya. Jangan biarkan diri kita dihipnotis dan tertidur jiwanya, dikendalikan oleh waktu yang terus berjalan tanpa kita sadari kita telat.

Aku sendiri saat ini sedang dalam masa pengenalan diri sendiri, setelah sekian lama terhipnotis dan tertidur tanpa sadar waktu terus berjalan, namun ini belum telat, usiaku masih muda, tubuh dan ingatanku yang masih segar ini aku manfaatkan sebaik mungkin sebelum aku telat dan menyesal nanti. Memang Tuhan pandai sekali membolak-balikkan keadaan, bahwasanya kehidupan tidak akan pernah selalu stabil. Dan semesta pun bersinergi mengarahkan hingga vibrasi positif itu dapat kita rasakan. Caraku adalah sesederhana hanya dengan menulis apa saja dalam diriku yang menjadi kekurangan, kelebihan, apa saja yang telah dilewati,kebaikan dan  kesalahan apa yang diperbuat, apa yang mau dicapai setelah ini, dan jangan lupa untuk menanyakan kabar bagaimana hariku hari ini?

VIDEO PILIHAN